Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) Harsa Tegalontar Tahun 2026 menyulap limbah pelepah pisang menjadi karya bernilai kreatif dan edukatif berupa replika kapal. Inovasi ini dilakukan untuk memberikan perspektif baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memandang limbah organik.
Program ini dirancang dan dikembangkan oleh M. Dimas Adriansyah Putra, mahasiswa Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan.
Berbekal pengetahuan di bidang perkapalan, proses pembuatan replika tidak hanya berorientasi pada bentuk kapal, tetapi juga mempertimbangkan prinsip dasar rekayasa konstruksi, desain, pemilihan material, dan ketepatan pengerjaan.
Pelepah pisang dipilih sebagai bahan utama karena mudah ditemukan di lingkungan sekitar Desa Tegalontar.
Bahan organik tersebut kemudian dikumpulkan, dipersiapkan, dan disusun mengikuti rancangan replika kapal dengan menyesuaikan karakteristik serta keterbatasan material yang tersedia.

Proses tersebut menunjukkan bahwa bahan sederhana pun dapat menghasilkan karya ketika dipadukan dengan perencanaan dan keterampilan.
Lebih dari sekadar miniatur, replika kapal ini menjadi media edukasi yang memperkenalkan kreativitas berbasis lingkungan.
Anak-anak dapat melihat secara langsung bagaimana bahan yang berada di sekitar mereka dapat diubah menjadi benda yang memiliki nilai estetika sekaligus pembelajaran.
Program ini juga membawa pesan bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan bahan mahal maupun teknologi rumit. Kreativitas dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana dan tersedia di lingkungan sekitar.
Melalui replika kapal dari pelepah pisang, KKN Tim II UNDIP Harsa Tegalontar 2026 berupaya mempertemukan rekayasa, kreativitas, dan kepedulian lingkungan dalam sebuah karya sederhana yang diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih bijak memanfaatkan bahan di sekitarnya.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar