Mahasiswa KKN Tim II Undip Dampingi KWT Desa Depok Monitoring Kualitas Air Irigasi

waktu baca 2 menit
Sabtu, 1 Agu 2026 20:00 7 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) menggelar kegiatan pendampingan monitoring kualitas air saluran irigasi bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Depok.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menjaga produktivitas pertanian melalui pengawasan mandiri terhadap kondisi air yang dimanfaatkan warga.

Kegiatan yang berlangsung pada 1 Agustus 2026 di kediaman Ibu Tufah, salah satu perwakilan KWT Desa Depok, tersebut berfokus pada edukasi teknis pengamatan fisik air.

Para anggota KWT diajak untuk mengenali parameter dasar kualitas air, yakni warna, bau, tingkat kekeruhan, kondisi aliran, hingga keberadaan sampah di sekitar saluran irigasi.

Selain pengamatan fisik, mahasiswa juga membekali peserta dengan keterampilan teknis menggunakan kertas lakmus untuk mengukur derajat keasaman (pH) air secara akurat dan sederhana.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 35 Ikut Sukseskan Kegiatan Posyandu Lansia dan ILP di Desa Limbangan

Seluruh hasil observasi kemudian wajib dicatatkan ke dalam lembar monitoring yang telah disediakan sebagai bentuk dokumentasi berkala.

Laila Hasna Qanitah, anggota KKN Tim II Undip, menjelaskan bahwa pendampingan ini bertujuan agar KWT memiliki instrumen sederhana untuk memantau perubahan kualitas air.

“Hasil pengamatan ini nantinya menjadi dasar bagi KWT untuk memantau kondisi air sekaligus menentukan langkah mitigasi yang sesuai jika ditemukan perubahan yang berpotensi mengganggu pertanian,” ujar Laila.

Pentingnya keberlanjutan pendampingan ini memancing antusiasme dari peserta. Ibu Tufah, selaku perwakilan KWT, menyoroti pentingnya tindak lanjut dari program tersebut.

Baca juga:  Right System, Right Expert: Peran Strategis Sistem Informasi dalam Membangun Proses Bisnis Berkelanjutan

“Nanti tindak lanjut setelah dilakukan pengamatan ini kira-kira apa?” tanya Ibu Tufah saat sesi diskusi berlangsung.

Menanggapi pertanyaan tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa catatan hasil monitoring akan menjadi data awal (baseline) untuk mengenali tren perubahan kualitas air dari waktu ke waktu.

Dengan pemantauan rutin, KWT diharapkan lebih sigap dalam menjaga kebersihan saluran irigasi, yang pada akhirnya berdampak positif pada keberlanjutan kegiatan pertanian di Desa Depok.

Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan lembar monitoring dan kertas lakmus kepada Ibu Tufah, yang diharapkan menjadi alat bantu bagi KWT untuk menerapkan pola pertanian yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Baca juga:  Lewat COP30, Indonesia Dorong Standar Baru dalam Tata Kelola Kredit Alam

Penulis: Laila Hasna Qanitah, Anggota KKN TIM II UNDIP Desa Depok

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA