Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Reguler Angkatan 85 Posko 14 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang resmi mengakhiri masa pengabdian mereka di Desa Boja, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.
Kegiatan penutupan yang digelar pada Kamis, 27 November 2025, bertempat di Balai Desa Boja pada pukul 08.00 WIB, dengan dihadiri Kepala Desa Boja, Rofik Anwar, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Abdul Malik, M.Si., serta seluruh mahasiswa KKN Posko 14.
Kegiatan ini merupakan penutup dari rangkaian pelaksanaan pengabdian mahasiswa yang telah berlangsung selama 45 hari di Desa Boja.
Selama masa bertugas, mahasiswa telah menjalankan berbagai program yang bersifat edukatif, sosial, dan pemberdayaan masyarakat, bekerja sama dengan pemerintah desa dan warga setempat.
Program-program tersebut mencakup pendampingan administrasi desa, kegiatan pemberdayaan perempuan dan PKK, edukasi kesehatan, kegiatan keagamaan, serta inisiatif lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Acara penarikan diawali dengan penyampaian laporan singkat mengenai pelaksanaan program kerja mahasiswa selama masa KKN.

Laporan tersebut mencerminkan kontribusi mahasiswa dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan administrasi desa, serta menunjukkan berlangsungnya hubungan kerja sama yang baik antara mahasiswa dan perangkat desa.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan resmi oleh Kepala Desa Boja, Rofik Anwar.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada UIN Walisongo Semarang yang telah menempatkan mahasiswa KKN di Desa Boja.
“Terima kasih kepada UIN Walisongo yang telah menempatkan mahasiswa KKN di Desa Boja. Alhamdulillah kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Semoga pengalaman berhadapan langsung dengan masyarakat menjadi pelajaran berharga bagi para mahasiswa, ” ujarnya.
Ia juga memberikan pesan kepada mahasiswa agar tetap mengembangkan kreativitas dan kemampuan diri setelah kembali ke lingkungan kampus.
“Jangan sampai menjadi sarjana yang menganggur. Jadilah pribadi yang kreatif, berdaya guna, dan mampu memberi manfaat nyata bagi lingkungan. Gelar akademik bukanlah satu-satunya kebanggaan, kontribusi kalian kepada masyarakat adalah hal yang jauh lebih penting. Terima kasih pula atas bantuan mahasiswa terhadap kegiatan PKK dan program desa lainnya,” tuturnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Abdul Malik, M.Si.
Dalam pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Pemerintah Desa Boja selama mahasiswa melaksanakan pengabdian.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Desa Boja atas penerimaan dan pendampingannya kepada mahasiswa. Pengalaman yang mereka peroleh di desa ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran, pembentukan karakter, serta peningkatan profesionalitas mahasiswa. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut pada masa yang akan datang,” ungkapnya.
Prosesi penarikan mahasiswa kemudian dilakukan secara simbolis dengan penyerahan kenang-kenangan sebagai tanda berakhirnya masa pengabdian Mahasiswa KKN Reguler Angkatan 85 Posko 14.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa, DPL, Kepala Desa, dan sebagai dokumentasi resmi dari pelaksanaan program.
Setelah dilaksanakannya kegiatan penarikan ini, mahasiswa diharapkan mampu membawa nilai-nilai pembelajaran, pengalaman sosial, serta kompetensi yang telah diperoleh selama berada di Desa Boja untuk diterapkan pada kegiatan akademik dan kehidupan profesional di masa mendatang.
Pemerintah Desa Boja dan UIN Walisongo Semarang juga berharap agar hubungan baik yang telah terbina selama kegiatan KKN dapat terus dilanjutkan melalui berbagai bentuk kolaborasi pada periode-periode berikutnya.
Editor : Murni A














