Mahasiswa KKN UIN Walisongo Olah Limbah Biji Alpukat Jadi Minuman Herbal Anti Penyakit di Desa Limbangan

Minggu, 16 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 35 menunjukkan inovasi kreatif dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan potensi lokal.

Mereka sukses menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Minuman Herbal Biji Alpukat di Dusun Borangan pada 16 November 2025 di Desa Limbangan.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Divisi Kesehatan Lingkungan yang melihat potensi alam desa yang melimpah dengan tanaman alpukat.

Hampir di setiap pekarangan rumah warga tumbuh pohon alpukat. Namun, bijinya kerap dianggap sebagai limbah rumah tangga dan jarang dimanfaatkan, karena pemanfaatan buah hanya terbatas pada dagingnya.

Faktanya, biji alpukat memiliki kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif yang bermanfaat, termasuk antioksidan dan komponen herbal yang berpotensi mendukung kesehatan.

Berangkat dari potensi tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif melakukan pengolahan biji alpukat menjadi minuman herbal untuk menciptakan produk bernilai guna dan mendukung gerakan masyarakat yang lebih sehat dan berdaya.

Baca juga:  Belajar Seni Batik, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Buat Motif Logo Posko dan Kampus di Sanggar Batik Linggo

Pelatihan yang merupakan bentuk inovasi berbasis potensi lokal ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang nutrisi dan manfaat biji alpukat sebagai bahan herbal, sekaligus mengurangi limbah organik rumah tangga.

Pelatihan dilaksanakan di Dusun Borangan, Desa Limbangan, dengan melibatkan warga, ibu-ibu rumah tangga, pemuda karang taruna, dan tokoh dusun.

Pelatihan ini dibuka dengan sambutan dari Ketua Pelaksana. Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa tujuan diadakannya pelatihan ini adalah untuk mendorong potensi lokal dan kreativitas masyarakat dalam inovasi produk kesehatan dari bahan alami.

Sambutan juga disampaikan oleh perwakilan perangkat desa, Ibu Siti Khuzainah. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang baru karena seringkali masyarakat menganggap biji alpukat hanyalah limbah.

Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN karena telah mengadakan kegiatan ini, dan berharap kegiatan ini dapat memberikan inovasi kepada masyarakat.

Baca juga:  Tim KKN UIN Walisongo Semarang Meriahkan Turnamen Badminton HUT RI di Desa Pidodowetan, Warga Antusias

Sesi edukasi inti menghadirkan pemateri yang berpengalaman di bidang pengolahan herbal, yaitu Ibu Wenny Dwi Kurniati, S.T.P, M.Si.

Materi yang disampaikan mengenai kandungan nutrisi dalam biji alpukat, termasuk manfaat antioksidan serta potensi pemakaiannya sebagai bahan herbal.

Penjelasan ini menjadi dasar penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa biji alpukat bukan sekadar hasil samping buah, tetapi memiliki nilai kesehatan yang tinggi.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan minuman herbal.

Tahapan demonstrasi meliputi pemarutan biji, proses pengeringan, hingga mencampur serbuk biji alpukat kering dengan irisan jahe dan serai untuk meminimalisir dan menetralisir rasa pahit alami.

Campuran tersebut kemudian dikemas dalam kantong teh celup untuk kepraktisan.

Peserta juga diajarkan untuk menambahkan madu saat penyeduhan guna meningkatkan cita rasa dan manfaat.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Sosialisasikan Pupuk Cair Organik (POC) Ramah Lingkungan kepada Warga Desa Sumberahayu

Sebagai manfaat langsung, setiap peserta pelatihan berhak membawa pulang produk minuman herbal biji alpukat yang dikemas dalam kantong teh celup dan pouch.

Hal ini menjadi bukti nyata bahwa mereka kini memiliki keterampilan dan produk siap pakai dari limbah rumah tangga.

Keberhasilan pelatihan ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya alam yang selama ini terabaikan.

Inisiatif mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 35 tidak hanya memberikan edukasi, tetapi telah menanamkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya hidup sehat dan kewirausahaan berbasis potensi lokal.

Harapannya, ilmu dan keterampilan yang diperoleh warga dapat berkelanjutan.

Minuman herbal biji alpukat ini diharapkan mampu menjadi produk unggulan desa yang dapat diproduksi secara mandiri, memberikan manfaat kesehatan bagi keluarga, serta meningkatkan perekonomian masyarakat melalui penciptaan lapangan usaha baru.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Wujudkan Senyum Sehat, Mahasiswa KKN UPGRIS Edukasi Siswa SD N 1 Palebon Cara Sikat Gigi yang Benar
Peringati HUT Megawati, Wakil Ketua DPC Irham Kahfi Ikut Agenda Bakti Sosial di Lokasi Banjir Banyuglugur
Indonesia Masuk Board of Peace, Prabowo Dorong Jalan Damai untuk Gaza dan Palestina
Prabowo dan Raja Charles III Sepakat Perkuat Pemulihan 57 Taman Nasional Indonesia
Infrastruktur Dinilai Jadi Kunci Pariwisata Nasional, DPR Minta Kemenpar Evaluasi Strategi Promosi
Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Dapat Lampu Hijau, KPK Tegaskan Status Hukum Bersih
Risma Ardhi Chandra Resmi Jalankan Tugas sebagai Plt Bupati Pati
Polri Perluas Direktorat PPA-PPO di Daerah, Fokus Lindungi Korban Kekerasan dan Perdagangan Orang

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:01 WIB

Wujudkan Senyum Sehat, Mahasiswa KKN UPGRIS Edukasi Siswa SD N 1 Palebon Cara Sikat Gigi yang Benar

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:21 WIB

Peringati HUT Megawati, Wakil Ketua DPC Irham Kahfi Ikut Agenda Bakti Sosial di Lokasi Banjir Banyuglugur

Jumat, 23 Januari 2026 - 11:15 WIB

Indonesia Masuk Board of Peace, Prabowo Dorong Jalan Damai untuk Gaza dan Palestina

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:57 WIB

Infrastruktur Dinilai Jadi Kunci Pariwisata Nasional, DPR Minta Kemenpar Evaluasi Strategi Promosi

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:31 WIB

Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta Dapat Lampu Hijau, KPK Tegaskan Status Hukum Bersih

Berita Terbaru