Berita  

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Sosialisasi Cyberbullying di SD Negeri 3 Kedungboto

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Reguler 85 Posko 37 UIN Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai bahaya cyberbullying kepada siswa-siswi SD Negeri 3 Kedungboto.

Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa, 18 November 2025, dan diikuti oleh seluruh siswa dengan antusias.

Sosialisasi ini menjadi salah satu program penting dalam upaya pencegahan perundungan siber di lingkungan sekolah dasar.

Cyberbullying merupakan perundungan atau tindakan menyakiti orang lain melalui media digital, seperti pesan online, komentar negatif, unggahan media sosial, dan platform komunikasi lainnya.

Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai bagian dari edukasi literasi digital yang bertujuan meningkatkan kesadaran siswa mengenai cara berinternet dengan aman, bertanggung jawab, dan penuh empati.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Mengadakan Kunjungan ke Rumah Produksi Bolu Tiwul sebagai Oleh-Oleh Khas Daerah Kalikesek

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya preventif agar siswa sejak dini mampu mengenali tanda-tanda perundungan siber serta dapat menghindari perilaku yang menyakiti orang lain di dunia maya.

Kegiatan sosialisasi diawali dengan penjelasan mengenai apa itu cyberbullying, contoh-contoh yang sering terjadi pada anak-anak, serta akibat buruk yang dapat menimpa korban, baik secara emosional maupun sosial.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa tindakan seperti mengejek melalui komentar, menyebarkan foto tanpa izin, membuat pesan yang menyakitkan, hingga mengucilkan teman di grup chat merupakan bentuk perundungan digital.

Para siswa juga diajak berdiskusi mengenai pengalaman mereka menggunakan gawai, media sosial, dan bagaimana bersikap sopan dalam komunikasi online.

Baca juga:  BSD City Siap Menjadi Kota Pendidikan Kelas Dunia dalam Global Sustainable Development Congress 2026

Selanjutnya, mahasiswa memberikan edukasi mengenai cara mencegah dan menghadapi cyberbullying.

Di antaranya dengan tidak membalas pesan kasar, segera menyimpan bukti jika menjadi korban, bercerita kepada guru atau orang tua, serta memblokir akun pelaku.

Anak-anak juga diajak memahami bahwa mereka memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan digital yang sehat, yaitu dengan bersikap ramah, menghargai orang lain, dan tidak mudah ikut-ikutan melakukan perundungan.

Salah satu guru SD Negeri 3 Kedungboto, Bapak Turmadi, memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan kegiatan ini.

Ia menyampaikan bahwa sosialisasi mengenai perundungan digital sangat dibutuhkan oleh sekolah, mengingat tingginya penggunaan media sosial di kalangan anak-anak.

Baca juga:  TM Facial Glow, Tempat Perawatan Kecantikan Modern dengan 18 Cabang, Siap Ekspansi ke Seluruh Indonesia

“Luar biasa, sangat bagus. Itu yang dibutuhkan oleh kami karena maraknya anak-anak di media sosial banyak yang bullying. Untuk mencegah lebih dini itu lebih bagus, dan alhamdulillah sudah dilakukan oleh kalian selaku KKN UIN Walisongo,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap siswa dapat lebih bijak dalam menggunakan teknologi serta memahami pentingnya menjaga etika saat berinteraksi di dunia maya.

Sosialisasi cyberbullying ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang lebih peduli, bertanggung jawab, dan mampu menciptakan ruang digital yang aman bagi semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *