Mahasiswa KKN Moderasi Beragama UIN Walisongo Kunjungi UMKM Opak Ketan Desa Gebanganom Wetan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 16 Agu 2025 06:51 13 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Moderasi Beragama Posko 59 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melakukan kunjungan lapangan ke salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Gebanganom Wetan, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal pada Jumat (15/8/2025).

Kegiatan ini berfokus pada UMKM Opak Ketan, salah satu makanan khas desa yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa berkesempatan menyaksikan secara langsung proses produksi opak ketan.

Proses dimulai dari pembuatan adonan, penipisan adonan menjadi lembaran tipis, penjemuran di bawah sinar matahari hingga kering, pemotongan sesuai bentuk, hingga tahap pemanggangan di atas arang panas.

Tahap akhir berupa pengemasan dilakukan secara sederhana, namun tetap memperhatikan kualitas agar produk siap dipasarkan ke konsumen.

Siti Asmah, pemilik UMKM sekaligus generasi ketiga penerus usaha opak ketan, mengungkapkan kebanggaannya atas perhatian mahasiswa KKN terhadap usahanya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Dampingi SMPN 4 Singorojo Peringati Hari Pahlawan

Menurutnya, opak ketan bukan sekadar makanan ringan, melainkan juga bagian dari identitas dan budaya kuliner masyarakat setempat.

“Opak ketan ini sudah ada sejak dulu, dan saya meneruskan usaha keluarga sebagai generasi ketiga. Harapannya bisa terus berkembang, lebih dikenal masyarakat luas, dan tetap dilestarikan,” ujarnya.

Namun, usaha opak ketan ini tidak lepas dari tantangan. Salah satu kendala utama adalah faktor cuaca.

Pada musim hujan, proses penjemuran adonan menjadi terhambat sehingga kualitas dan jumlah produksi berkurang.

Selain itu, regenerasi pembuat opak ketan juga menjadi persoalan tersendiri. Proses pembuatan yang panjang dan membutuhkan ketelatenan membuat generasi muda jarang berminat untuk meneruskan usaha ini.

Baca juga:  Siloam Hospitals Lippo Village Jadi yang Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi Clinical Care Program Stroke dari Joint Commission International

“Kalau musim hujan, adonan sulit kering, kadang butuh waktu lebih lama atau harus dijemur berulang kali. Belum lagi soal penerus, banyak anak muda yang kurang tertarik karena prosesnya panjang. Itu jadi tantangan besar bagi usaha ini,” tambahnya.

Kegiatan mahasiswa KKN ini mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Selain memperkenalkan potensi kuliner lokal, kunjungan tersebut juga menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa mengenai pentingnya menjaga tradisi sekaligus berinovasi agar produk lokal mampu bersaing di tengah gempuran makanan modern.

Dengan adanya dukungan dari mahasiswa dan perhatian dari dunia akademik, UMKM seperti opak ketan diharapkan dapat terus tumbuh, tidak hanya sebagai produk khas desa, tetapi juga sebagai ikon ekonomi kreatif yang memberi kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Desa Gebanganom Wetan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Berikan Edukasi Anti Bullying kepada Siswa Sekolah Dasar

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA