Jatengvox.com – Dalam teori perkembangan psikososial milik Erik Erikson, tahap Industry vs Inferiority menjadi penting untuk diperhatikan. Tahap ini menekankan perlunya kemampuan kepercayaan diri dan keinginan dalam meraih pencapaian bagi anak berusia 6-12 tahun.
Pada Jumat (24/7/2026), salah satu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro di Desa Kandeman, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, telah menyelenggarakan program kerja bertajuk “Berani dan Tenang: Kenali Emosi, Tampil dengan Percaya Diri”.
Hayfa Adristi Larasati mengideasikan kegiatan ini sebagai bekal jangka panjang anak-anak dalam mengenali emosi diri serta mengelola rasa gugup untuk meningkatkan kepercayaan diri di depan umum.
Kegiatan yang dilakukan di SDN 02 Kandeman ini diawali dengan pemaparan singkat mengenai jenis-jenis emosi serta bagaimana pengaruhnya terhadap sikap dan perilaku seseorang, termasuk saat harus berbicara di depan umum, termasuk ketika berbicara atau tampil di depan umum.
Mahasiswa menekankan bahwa semua emosi merupakan hal yang wajar adanya, termasuk rasa gugup dan takut, sehingga perlu dikelola dengan baik.
Teknik pernapasan 4-7-8 menjadi solusi praktis sederhana, mudah diingat, dan dapat dipraktikkan kapan saja.
Teknik ini dilakukan dengan menarik napas melalui hidung selama empat hitungan, menahan napas selama tujuh hitungan, dan menghebuskan napas melalui mulut selama delapan hitungan.
Antusiasme murid tampak tinggi, praktik teknik pernapasan yang dipandu oleh mahasiswa KKN dan dilakukan bersama-sama telah menambah pengalaman individu.
Murid diajak untuk memahami dan merasakan sendiri perbedaan kondisi tubuh serta pikiran sebelum dan sesudah melakukan teknik pernapasan.
Untuk menambah pemahaman, mahasiswa memberikan sebuah worksheet yang dikerjakan murid secara mandiri.
Worksheet berisi pertanyaan singat mengenai materi yang telah disampaikan, mulai dari pemahaman mengenai emosi hingga mencocokkan langkah teknik pernasapan 4-7-8.
Hasil pengerjaan worksheet menjadi tolak ukur pemahaman murid setelah penyampaian dan praktik materi, hal tersebut terbukti bahwa 95% murid menjawab soal dengan benar. Selain itu, murid dapat menjawab pertanyaan yang diberikan mahasiswa dengan antusias yang tinggi.
Penyampaian kesan dan pesan murid pun dimuat dalam lembar worksheet sebagai wadah untuk menuliskan pendapat mereka terhadap kegiatan hari itu.
Sejumlah murid mengungkapkan adanya rasa senang mengenai kehadiran dan penyampaian materi, terutama dalam menenangkan diri.
Melalui program “Berani dan Tenang”, mahasiswa KKN berharap anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga menerapkan pengetahuan mereka mengenai cara mengelola emosi yang baik dan tampil di depan umum.
Kepercayaan diri yang dipupuk sejak dini diharapkan dapat menjadi bekal berharga dalam menciptakan karakter anak-anak yang berkualitas hingga masa mendatang.
Penulis: Hayfa Adristi Larasati
Dosen Pembimbing Lapangan : Dr. Dian Safitri, S.P., M.Si
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar