Jatengvox.com – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang Kelompok 46 menyelesaikan pendataan 25 sekolah yang tersebar di wilayah Desa Mranggen, Kabupaten Demak, (3/8/26).
Kegiatan ini dilakukan untuk melengkapi data pendidikan yang selama ini belum terintegrasi di tingkat desa.
Pendidikan merupakan hak yang dimiliki oleh setiap warga negara republik Indonesia, upaya dalam memenuhi hak tersebut kini masih dilakukan Universitas PGRI Semarang yang menjadi tempat berkembangnya organisasi dan guru-guru muda.
Tak berhenti hingga hari ini untuk memenuhi tugas yaitu mencetak generasi emas untuk masa depan bangsa, terutama dalam sektor Pendidikan.
Pada kegiatan KKN kali ini Tim KKN Universitas PGRI Semarang Kelompok 46 menemukan bahwa di kelurahan Desa Mranggen ternyata belum memiliki data sekolah yang ada di dalam wilayah Desa Mranggen, Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang menanggapi hal tersebut dengan menjalankan program kerja pendataan sekolah se-desa Mranggen.

Selama 4 hari, mahasiswa KKN turun langsung ke lapangan melakukan survei ke setiap sekolah.
Mereka mendokumentasikan profil sekolah, mengumpulkan foto, serta mencatat titik koordinat geografis masing-masing satuan pendidikan. Kegiatan ini berjalan lancar berkat dukungan penuh dari perangkat desa dan para guru.
Hasil pendataan menunjukkan terdapat 25 sekolah yang berhasil didata secara lengkap, meliputi 3 KB dan PAUD, TK 8, SD 5, SMP 3, SMA dan SMK 6.
Seluruh data disusun dalam format soft copy yang mencakup profil singkat, foto dokumentasi, dan koordinat lokasi sekolah.
Sekretaris Kelurahan Mranggen, Muhammad Wafiq, mengakui bahwa inventarisasi data pendidikan di wilayahnya masih belum optimal, terutama terkait data sekolah.
Ia menyambut baik inisiatif tim KKN UPGRIS yang turun tangan membantu proses pemetaan tersebut.
“Pendataan ini sangat penting karena akan menjadi acuan kami dalam merumuskan kebijakan desa ke depannya,” kata Wafiq.
Kasi Pelayanan Kelurahan Mranggen, Jarsky Maradony, menegaskan pentingnya akurasi data sekolah untuk pemetaan sebaran siswa di wilayahnya.
Data tersebut nantinya dijadikan acuan utama dalam penyaluran bantuan pendidikan dan beasiswa, seperti Program Indonesia Pintar (PIP).
“Kedepan, kami akan melakukan pendataan sekolah secara komprehensif. Langkah ini penting agar penyaluran dana pendidikan benar-benar tepat sasaran dan mampu mengurangi kesenjangan,” tegas Jarsky.
Penanggung Jawab Bidang Pendidikan KKN UPGRIS, Royani, mengungkapkan bahwa proses pendataan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami realitas pendidikan di tingkat desa.
Ia berharap hasil pendataan tersebut dapat terus digunakan secara berkelanjutan. “Kami berharap data ini tidak berhenti sebagai dokumen laporan KKN saja, melainkan benar-benar dimanfaatkan oleh Desa Mranggen untuk dasar perencanaan program pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkap Royani.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN UPGRIS Kelompok 46 tidak hanya memberikan kontribusi akademik, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam membangun fondasi pendidikan yang lebih kuat untuk generasi emas bangsa.
Penulis: Tim KKN UPGRIS Kelompok 46 Desa Mranggen
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar