BMKG Ingatkan Potensi Bahaya Sesar Aktif di Indonesia, Masyarakat Diminta Waspada

Minggu, 28 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Baru-baru ini, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap sesar aktif, jalur patahan yang dapat memicu gempa bumi kapan saja.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyebut ada sekitar 400 sesar aktif di seluruh Indonesia.

“Kalau diurut, Sulawesi yang paling banyak,” ujarnya dalam perbincangan dengan Pro 3 RRI, pada Minggu, 28 September 2025.

Daryono mencontohkan gempa besar yang pernah melanda Palu pada 2018. Gempa itu memicu tsunami dan likuifaksi hingga menewaskan sekitar 3.000 orang.

Baca juga:  Menag Dorong Pesantren Kembangkan Kecerdasan Kontemplasi untuk Cetak Santri Tangguh

“Selain Sulawesi, sesar aktif juga ada di Sumatera, Papua, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” tambahnya.

Menariknya, meski jumlah sesar aktif di Kalimantan relatif lebih sedikit, bukan berarti wilayah tersebut aman sepenuhnya.

Beberapa jalur sesar bahkan melintas di daerah perkotaan.

Kota-kota yang berada di jalur rawan ini antara lain Aceh, Tarutung, Pematang Siantar, Padang, hingga Payakumbuh di Sumatera.

Sementara di Jawa, sesar aktif ditemukan di Sukabumi, Cianjur, Padalarang, Lembang, Jakarta, hingga kawasan Pantura.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menekankan pentingnya kesiapsiagaan, terutama di wilayah pesisir.

Baca juga:  Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana

Menurutnya, pemerintah daerah perlu segera mengevaluasi efektivitas sistem peringatan dini, jalur evakuasi, hingga fasilitas pengungsian.

“Selain itu, latihan evakuasi bagi masyarakat harus dilakukan secara berkala. Peralatan dan logistik juga wajib dipastikan tersedia dan siap digunakan,” kata Abdul dalam keterangan resmi, Jumat (1/8).

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Prabowo Tegaskan Pendidikan Kunci Sukses Bangsa di Era Teknologi
Pelayanan Publik di Pati Dipastikan Tetap Berjalan Usai OTT KPK, Wagub Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Integritas
Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Siswa SDN Beji 01 Belajar Coding Lewat Permainan Seru
Kemendag Perkuat Pengawasan Barang Beredar Lewat Sistem Digital Terpadu Nasional
KPK Gelar OTT di Pati, Bupati Sudewo Diamankan untuk Pemeriksaan
BPS Ungkap Komoditas Pangan Pemicu Inflasi Jelang Ramadan dan Lebaran
Klaim Asuransi Gagal Panen Mulai Diproses, Ribuan Hektare Sawah Jateng Terdampak Banjir
Penanganan Muara Sungai Pascabencana Jadi Fokus Kementerian PU di Sumatra dan Aceh

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:51 WIB

Prabowo Tegaskan Pendidikan Kunci Sukses Bangsa di Era Teknologi

Rabu, 21 Januari 2026 - 05:16 WIB

Pelayanan Publik di Pati Dipastikan Tetap Berjalan Usai OTT KPK, Wagub Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Integritas

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:16 WIB

Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Siswa SDN Beji 01 Belajar Coding Lewat Permainan Seru

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:10 WIB

KPK Gelar OTT di Pati, Bupati Sudewo Diamankan untuk Pemeriksaan

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:00 WIB

BPS Ungkap Komoditas Pangan Pemicu Inflasi Jelang Ramadan dan Lebaran

Berita Terbaru