Mahasiswa KKN-T Undip Menyelesaikan Website Map Interaktif UMKM Desa Tawangsari

waktu baca 3 menit
Selasa, 4 Agu 2026 22:20 13 jatengvox

Jatengvox.com – Sebanyak 17 pelaku usaha mikro di Desa Tawangsari, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, kini memiliki titik koordinatnya sendiri di sebuah peta digital.

Situs pemetaan berbasis Web-GIS yang dirancang mahasiswa KKN-T Literasi IDBU-12 Universitas Diponegoro itu rampung pada Selasa (4/8/2026), setelah melalui proses pendataan lapangan selama lebih dari dua pekan.

Melalui situs tersebut, siapa pun dapat melihat sebaran lokasi usaha warga di atas peta interaktif. Satu klik pada titik lokasi akan menampilkan profil singkat usaha, kategori dagangan, jam operasional, hingga kontak pemilik, sekaligus arah menuju lokasinya.

Program ini bermula dari persoalan yang sehari-hari dihadapi pelaku usaha setempat: produknya ada, pembelinya sulit sampai.

Tidak sedikit warung dan rumah produksi di Tawangsari berdiri di dalam gang atau menjauh dari jalan utama, sehingga nyaris mustahil ditemukan pendatang.

Desa juga belum memiliki catatan terpusat mengenai siapa berjualan apa, buka jam berapa, dan bisa dihubungi ke nomor mana. Akibatnya, promosi bertumpu pada informasi dari mulut ke mulut yang jangkauannya berhenti di lingkar tetangga.

Baca juga:  Bantuan Sosial Terungkap: 7 Cara Cepat Dapatkan Dukungan Finansial Tanpa Ribet!

Pengerjaan dimulai sejak Senin (20/7/2026). Mahasiswa mendatangi satu per satu lokasi usaha untuk mencatat titik koordinat, memotret produk, serta mewawancarai pemilik mengenai jenis usaha dan jam operasional.

Sebagian besar UMKM yang terdata bergerak di bidang kuliner, disusul kerajinan dan furnitur. Data lapangan itu kemudian diolah menjadi basis data dan ditampilkan di peta, dilengkapi dashboard admin agar perangkat desa dapat menambah atau memperbarui data sendiri tanpa bantuan pihak luar.

“Selama pendataan, saya dan tim beberapa kali harus dituntun warga karena lokasi usahanya benar-benar tidak terlihat dari jalan. Dari situ jelas masalahnya bukan pada produknya, tapi pada keterlihatannya. Karena itu yang kami bangun bukan sekadar katalog, melainkan peta,  supaya calon pembeli tahu persis jalan menuju ke sana,” ujar Devarlo Rahadyan Razan, penanggung jawab program.

Baca juga:  Material Banner di Supplier X Banner dan Pilihan Terbaik Tahan Lama

Situs ini rencananya diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tawangsari sebagai pengelola. BUMDes dipilih karena lembaga inilah yang selama ini membina pelaku usaha desa, termasuk komunitas UMKM setempat, UPPKA Melati.

Serah terima akan dilanjutkan dengan sesi pendampingan bersama perangkat desa untuk mempraktikkan langsung pengoperasian sistem, mulai dari proses login hingga memasukkan data UMKM baru ke dalam dashboard.

“Yang paling saya jaga justru bagian setelah KKN selesai. Sistem ini sengaja dibuat sederhana supaya bisa diurus sendiri oleh perangkat desa. Kalau datanya berhenti diperbarui, petanya akan kehilangan gunanya dalam hitungan bulan,” tambahnya.

Baca juga:  Peningkatan Kesadaran Penggunaan Alat dan Bahan Rias yang Aman dalam Seni Barongan di Kelurahan Karangsari

Tim KKN-T juga akan berkoordinasi dengan pengelola akun media sosial Desa Tawangsari agar tautan Web-GIS ini disematkan permanen di bagian profil, sehingga menjadi rujukan utama bagi warga maupun pengunjung yang mencari produk lokal.

 

Penulis: Devarlo Rahadyan Razan

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA