UMKM Desa Doreng Naik Kelas, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Petakan 30 Usaha Lokal Masuk Google Maps

waktu baca 4 menit
Jumat, 7 Agu 2026 19:00 30 jatengvox

Jatengvox.com – Sebanyak 30 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Doreng, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, mendapat pendampingan digital dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) Ke-22 Posko 122 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.

Melalui program UMKM Naik Kelas: Pemberdayaan & Penguatan UMKM, mahasiswa mendorong pelaku usaha memperkuat identitas bisnis dan meningkatkan visibilitas usaha melalui pemanfaatan teknologi digital.

Program tersebut mengangkat tema “Penguatan Identitas dan Digitalisasi UMKM untuk Meningkatkan Daya Saing Ekonomi Desa”.

Rangkaian kegiatan diawali dengan identifikasi kebutuhan 30 UMKM pada 27–31 Juli 2026 melalui observasi dan wawancara. Tahap tersebut dilakukan guna mengetahui kondisi, potensi, serta kebutuhan masing-masing UMKM sebelum pendampingan diberikan.

Mahasiswa KKN MIT Ke-22 Posko 122 melakukan identifikasi dan observasi kondisi serta potensi UMKM Desa Doreng sebagai tahap awal pendampingan digitalisasi usaha.

Memasuki tahap pendampingan pada 1–7 Agustus 2026, mahasiswa KKN mendatangi UMKM secara langsung.

Pendampingan mencakup pemetaan lokasi usaha melalui Google Maps, penguatan identitas usaha, fasilitasi QRIS, pembuatan media promosi sederhana, serta dokumentasi produk dan usaha.

Baca juga:  Manfaatkan Potensi Lokal, Tim KKN Undip Dorong Pemberdayaan UMKM melalui Pembuatan Tape Pisang di Desa Jelobo

Google Maps menjadi salah satu fokus utama pendampingan. Mahasiswa membantu pelaku UMKM memetakan lokasi usaha sekaligus melengkapi informasi yang dibutuhkan calon konsumen.

Kehadiran usaha pada layanan pencarian digital diharapkan memudahkan masyarakat menemukan lokasi UMKM, terutama konsumen yang belum mengenal lokasi usaha secara langsung.

Penanggung Jawab program UMKM Naik Kelas, Muhammad Luthfi Jauhari, mengatakan digitalisasi UMKM tidak selalu harus dimulai dari strategi pemasaran yang kompleks.

Kehadiran usaha pada platform yang mudah diakses masyarakat dapat menjadi langkah awal memperkuat visibilitas bisnis.

“Tujuan program ini membantu UMKM Desa Doreng memiliki identitas dan keberadaan digital yang lebih jelas. Google Maps menjadi salah satu langkah awal agar lokasi usaha lebih mudah ditemukan. Ketika konsumen dapat menemukan lokasi dan informasi usaha dengan mudah, peluang mereka mengenal dan mengunjungi UMKM tersebut juga semakin besar,” ujar Muhammad Luthfi Jauhari.

Baca juga:  Solusi Drone untuk Akuisisi Data hingga Analisis Haul Road Pertambangan

Mahasiswa KKN MIT Ke-22 Posko 122 melakukan wawancara dengan pelaku UMKM Desa Doreng guna menggali informasi mengenai kondisi, kebutuhan, dan kendala dalam pengembangan usaha.o

Mahasiswa KKN MIT Ke-22 Posko 122 melakukan wawancara dengan pelaku UMKM Desa Doreng guna menggali informasi mengenai kondisi, kebutuhan, dan kendala dalam pengembangan usaha.

Salah satu UMKM yang mendapat pendampingan ialah Susu Kedelai Berkah Mukti milik Mukti.

Sebelum mendapat pendampingan, informasi mengenai lokasi usaha lebih banyak disampaikan melalui komunikasi langsung dengan pelanggan.

“Sakderengipun wonten Google Maps, menawi wonten pelanggan ingkang dereng nate mriki biasanipun kedah takon rumiyin lokasiipun. Kula nggih kedah nerangaken papanipun. Sakmenika sampun wonten Google Maps, mugi-mugi pelanggan saged langkung gampil manggih lokasi usaha kula,” ujar Mukti.

Selain pemetaan lokasi, mahasiswa KKN turut membantu penguatan identitas usaha melalui nama dan logo sederhana, informasi kontak, media promosi, dokumentasi produk, serta fasilitasi penggunaan QRIS sesuai kebutuhan UMKM. Setiap pendampingan disesuaikan dengan kondisi masing-masing usaha.

Tahap monitoring dan evaluasi berlangsung pada 8–13 Agustus 2026 melalui kunjungan lanjutan ke UMKM binaan. Mahasiswa KKN mengevaluasi hasil pendampingan, memberikan masukan, serta mendokumentasikan perkembangan program.

Baca juga:  Jenis dan Kegunaan Industrial Door dan Dock Leveler dalam Industri

Monitoring dilakukan dengan melihat perkembangan visibilitas usaha, pemanfaatan Google Maps, identitas usaha, media promosi, serta kebutuhan lanjutan masing-masing UMKM.

Setelah mengikuti rangkaian pendampingan dan monitoring, Mukti menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam mengenalkan usahanya kepada masyarakat.

“Saiki sampun wonten Google Maps, dados tiyang ingkang badhe tumbas saged langkung gampil nggoleki lokasi usaha kula. Kula ugi dados mangertos bilih usaha alit kados usaha kula menika kedah dipuntepangaken lumantar media digital,” ujar Mukti.

Program ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas dan daya saing UMKM serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha.

Pendampingan digital diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperluas visibilitas usaha dan membuka akses pasar yang lebih luas.

Program UMKM Naik Kelas: Pemberdayaan & Penguatan UMKM menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN MIT Ke-22 Posko 122 dalam memperkuat potensi ekonomi lokal Desa Doreng.

Pendampingan terhadap 30 UMKM diharapkan mampu meningkatkan visibilitas usaha, mempermudah akses konsumen, serta membuka peluang pemanfaatan teknologi digital secara lebih luas dan berkelanjutan.

 

Penulis: Divisi Ekonomi Kreatif KKN MIT Ke-22 Posko 122 UIN Walisongo Semarang

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA