Mahasiswa KKN-T IDBU 40 UNDIP Dorong Pengelolaan Energi dan Lingkungan guna Tingkatkan Potensi Desa Kemambang

waktu baca 4 menit
Jumat, 14 Agu 2026 20:00 2 jatengvox

Jatengvox.com – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik IPTEK Desa Binaan Universitas Diponegoro 40 (KKN-T IDBU 40 UNDIP) bersama Tim Sobat Bumi Pertamina Universitas Diponegoro melaksanakan serangkaian program pemberdayaan masyarakat di Dusun Puwono, Desa Kemambang, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Program tersebut meliputi optimalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), digitalisasi monitoring energi dan pengelolaan Bank Sampah, pembangunan wadah Bank Sampah anorganik, serta penerapan biopori untuk pengolahan limbah organik rumah tangga.

Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat dalam mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan dan meningkatkan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Melalui kombinasi teknologi, penyediaan sarana fisik, serta edukasi dan pendampingan, mahasiswa tidak hanya menghadirkan fasilitas, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengoperasikan, merawat, dan melanjutkan program secara mandiri.

Salah satu program utama yang dilaksanakan adalah optimalisasi PLTS di Desa Kemambang. Kegiatan dilakukan melalui pengecekan, perawatan, dan penataan kembali komponen serta instalasi PLTS untuk mendukung kinerja sistem agar dapat berfungsi secara lebih optimal.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemanfaatan energi terbarukan sekaligus penguatan infrastruktur energi di tingkat desa.

Baca juga:  Lebih dari Setengah Juta Pasien TBC Jalani Pengobatan, Pemerintah Optimis Capai Eliminasi 2030

Untuk mendukung pemantauan energi secara lebih efektif, Tim KKN-T IDBU 40 UNDIP juga mengembangkan dashboard web app berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan sistem monitoring PLTS.

Perangkat dan sensor pada sistem mengumpulkan data operasional PLTS untuk kemudian ditampilkan pada dashboard secara real-time. Informasi yang tersedia meliputi tegangan dan arus pengisian, daya, tegangan dan arus beban, kondisi baterai, suhu panel, produksi energi, serta estimasi pengurangan emisi CO₂.

Melalui sistem tersebut, kondisi dan kinerja PLTS dapat dipantau secara lebih mudah tanpa harus melakukan pengecekan langsung secara manual di lapangan. Digitalisasi ini diharapkan dapat membantu pengelola dalam melakukan pemantauan dan mengetahui kondisi sistem secara berkala.

Selain monitoring PLTS, dashboard web app dikembangkan untuk mendukung digitalisasi pengelolaan Bank Sampah.

Sistem menyediakan fitur pencatatan setoran berdasarkan jenis dan berat sampah, perhitungan saldo anggota, pencatatan transaksi, statistik jumlah sampah yang terkumpul, serta informasi keuangan dan hasil penjualan sampah.

Data distribusi sampah berdasarkan jenis dan riwayat setoran juga dapat terdokumentasi sehingga pengelolaan Bank Sampah menjadi lebih terstruktur dan transparan.

Digitalisasi tersebut kemudian didukung dengan pembangunan wadah Bank Sampah anorganik sebagai sarana fisik untuk menampung dan memilah sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Sampah yang telah dipilah selanjutnya dapat dikelola dan disalurkan kepada mitra pengepul. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan penyetoran sampah sekaligus membangun kebiasaan pemilahan sampah dari lingkungan rumah tangga.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Turut Berpastisipasi pada Penyembelihan dan Pembagian Kurban di Desa Jleper

Pengelolaan lingkungan juga dilakukan pada sektor limbah organik melalui penerapan biopori berbahan bekas galon air minum.

Program ini memanfaatkan limbah organik rumah tangga sebagai bahan yang dimasukkan ke dalam lubang biopori untuk mengalami proses penguraian alami. Hasil penguraian tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik atau kompos untuk kebutuhan pertanian dan perkebunan masyarakat.

Selain membantu mengolah limbah organik, biopori berfungsi meningkatkan kemampuan tanah dalam meresapkan air sehingga dapat membantu mengurangi potensi genangan di lingkungan sekitar. Masyarakat juga mendapatkan edukasi dan pendampingan mengenai pembuatan serta pemanfaatan biopori agar dapat menerapkannya secara mandiri di lingkungan tempat tinggal.

Berbagai program tersebut juga mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan), SDGs 2 (Tanpa Kelaparan), SDGs 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Pemanfaatan energi terbarukan, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, serta pemanfaatan limbah organik menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan desa yang lebih berkelanjutan.

Baca juga:  Harga Cabai Merah Mulai Terkendali, Pemerintah Daerah Didesak Waspada Kenaikan Lokal

Kegiatan juga dilengkapi dengan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Edukasi energi terbarukan diberikan untuk memperkenalkan fungsi dan pemantauan PLTS, sementara edukasi Bank Sampah mencakup pemilahan, penyetoran, serta pencatatan sampah melalui sistem digital.

Masyarakat juga mendapatkan pendampingan dalam pembuatan dan pemanfaatan biopori serta pengenalan penggunaan dashboard web app. Sebagai salah satu luaran, tim menyediakan guidebook yang dapat digunakan sebagai panduan dalam pengoperasian dan pemeliharaan program.

Kepala Dusun Puwono, Pak Tugi, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program yang dilakukan mahasiswa.

“Dengan adanya PLTS, Bank Sampah, dan biopori ini sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap program-program tersebut bisa terus berlanjut dan masyarakat dapat menjaga serta merawatnya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Pak Tugi.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, rangkaian program KKN-T IDBU 40 UNDIP bersama Sobat Bumi Pertamina UNDIP diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Desa Kemambang.

Pemanfaatan teknologi digital untuk monitoring PLTS dan pengelolaan Bank Sampah, keberadaan sarana pengelolaan sampah, serta penerapan biopori menjadi langkah awal dalam membangun masyarakat yang lebih adaptif terhadap teknologi dan peduli terhadap pengelolaan lingkungan.

 

 

Penulis/Reporter: Anindya Lunetta, Novelita Shayna, Dahayu Anindya

Fotografer: Tim PDD KKN-T IDBU 40 UNDIP

Humas Kelompok: kknt.idbu40@gmail.com

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA