Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 28 Universitas Diponegoro (UNDIP) melakukan program kerja sosial kemasyarakatan di desa Pugeran Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten
Program ini ditujukan untuk membantu warga dalam mengurangi tagihan listrik serta meningkatkan pengetahuan warga desa dalam penggunaan energi hijau yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan cahaya matahari yang tersedia secara gratis sebagai sumber energi untuk kebutuhan sehari-hari.
Ketua RT 2/RW 4, Agus Supri, menyampaikan bahwa edukasi terkait penerangan panel surya harus terus dilakukan agar warga menjadi lebih sadar tentang pemanfaatan energi terbarukan dan efisiensi biaya jangka panjang.
Menurutnya, banyak warga yang masih belum paham bahwa meskipun biaya awal pemasangan panel surya terlihat mahal, namun dalam jangka panjang justru lebih hemat karena tidak ada tagihan listrik bulanan dan biaya perawatannya pun minimal.
“Masyarakat sebenarnya sangat membutuhkan penerangan di beberapa titik wilayah kami yang memang masih gelap. Kalau mau pasang panel surya, biaya awalnya memang cukup besar. Tapi kalau pakai listrik konvensional, tagihan bulanannya juga semakin hari semakin mahal. Jadi warga serba bingung,” ujar Agus Supri saat ditemui di rumahnya, Rabu (21/1).
Implementasi program dilakukan pada hari Kamis, 22 Januari 2026 dengan tim mahasiswa dari Program Studi Teknik Elektro yang beranggotakan Muhammad Humam Faiz, Jidan Maulana, dan Hanari Rafina Azahra melaksanakan kegiatan yang mencakup instalasi, pemeliharaan sistem, serta penyusunan dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk sistem Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) di Desa Pugeran.
Rangkaian program dimulai dengan tahap perancangan teknis dan implementasi sistem di titik yang membutuhkan pencahayaan tambahan.
Tim mahasiswa melakukan pemasangan perangkat yang meliputi panel fotovoltaik sebagai penyerap energi surya dan modul lampu LED sebagai penerangan jalan yang dilengkapi lampu indikator pengisian, baterai untuk penyimpanan daya, serta sistem pengatur pengisian (solar charge controller).
Sistem ini dirancang untuk bekerja secara otomatis, di mana lampu akan menyala saat matahari terbenam dan padam saat fajar tiba, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pengoperasian manual setiap hari.
Implementasi ini menjadi langkah nyata dalam mengurangi ketergantungan desa terhadap listrik konvensional sekaligus menekan biaya pengeluaran energi desa.

Selain pemasangan fisik, tim KKN-T Tim 28 memberikan edukasi komprehensif kepada warga mengenai teknis pemeliharaan dan perawatan sistem panel surya terintegrasi.
Edukasi ini sangat krusial agar infrastruktur yang telah dibangun dapat bertahan dalam jangka panjang.
Warga diberikan pemahaman mengenai cara pembersihan permukaan panel dari debu atau kotoran yang dapat menghalangi sinar matahari, serta pentingnya pengecekan koneksi kabel secara berkala untuk menghindari risiko kerusakan komponen akibat cuaca.
Tim juga menekankan aspek keamanan melalui pembuatan informasi dan modul cara pemasangan yang sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP).
Panduan ini mencakup rujukan visual dan instruksi sistematis mengenai instalasi kelistrikan yang aman, guna mencegah terjadinya arus pendek.
Selain itu, juga dijelaskan penggunaan panel surya secara manual dengan bantuan remote sehingga tidak hanya dapat bekerja otomatis, tetapi juga dapat dikontrol secara manual.
Dengan berbagai mode yang dapat diterapkan selain ON/OFF, seperti mode pengaturan intensitas cahaya dan durasi waktu penerangan.

“Saya selaku perwakilan warga Desa Pugeran menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN-T Tim 28 Undip atas pengadaan lampu jalan tenaga surya ini. Selain membuat desa lebih terang dan aman, edukasi mengenai perawatan serta panduan yang diberikan sangat membantu kami untuk memahami cara kerja dan menjaga fasilitas ini secara mandiri demi kemajuan desa,” ujar Agus Supri, selaku ketua RT 2/RW 4 Desa Pugeran, Kamis (22/1).
Seluruh rangkaian kegiatan ini dikemas secara interaktif melalui sesi demonstrasi dan diskusi bersama warga setempat.
Melalui pendekatan yang menyeluruh dari penyediaan alat hingga standarisasi perawatan mahasiswa berharap warga Desa Pugeran dapat mengelola fasilitas ini secara mandiri dan berkelanjutan.
Program ini merupakan wujud nyata komitmen Universitas Diponegoro dalam berkontribusi pada pembangunan masyarakat pedesaan yang modern, mandiri energi, dan sadar akan teknologi ramah lingkungan.
Editor : Murni A














