Pemerintah Benahi DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran, Data Ganda hingga NIK Warga Meninggal Disisir

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah terus mempercepat pembenahan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai fondasi utama penyaluran bantuan sosial.

Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan bansos benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menutup celah kesalahan data yang selama ini kerap terjadi.

Upaya tersebut bukan sekadar pembaruan administratif, melainkan bagian dari reformasi tata kelola data sosial agar lebih akurat, transparan, dan terintegrasi lintas kementerian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, proses penunggalan data dalam DTSEN dilakukan dengan menyatukan berbagai sumber data kependudukan.

Dari proses ini, pemerintah menemukan sejumlah persoalan klasik, mulai dari NIK ganda, data penduduk yang sudah meninggal dunia, hingga identitas yang tercatat lebih dari satu kali.

Baca juga:  Alih Fungsi Sawah Diperketat, Jawa Tengah Pasang Target Besar Pangan 2026

Untuk merapikan hal tersebut, BPS bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri selaku pengelola data kependudukan nasional.

Sinergi ini bertujuan memastikan setiap individu yang masuk ke dalam DTSEN memiliki identitas yang benar-benar unik.

“Sehingga yang ada di dalam DTSEN ini pasti unik NIK-nya, kartu keluarganya unik, individunya juga unik. Tidak terjadi duplikasi ataupun dobel-dobel,” ujar Amalia saat rapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Menurutnya, keakuratan data menjadi kunci agar kebijakan sosial tidak lagi bergantung pada asumsi, melainkan berbasis kondisi riil di lapangan.

Baca juga:  Wajib Belajar 13 Tahun Disahkan, Langkah Pemerintah Perkuat Fondasi SDM Indonesia

Dalam rapat yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti masih adanya penerima bantuan yang secara ekonomi tergolong mampu.

Ia menilai perlu ada pengecekan ulang, terutama terhadap peserta penyakit katastropik yang masuk kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Budi mengusulkan agar Kemensos, pemerintah daerah, BPS, dan BPJS Kesehatan bersama-sama memutakhirkan data desil ekonomi penerima bantuan.

Menurutnya, ketidaksesuaian data bisa terlihat dari indikator sederhana.

“Dilihat kalau dia masuk PBI, tapi punya kartu kredit limit 20 juta, sudah pasti tidak seharusnya PBI. Kita ingin mengalihkan uangnya benar-benar ke subsidi bagi yang tidak mampu,” ujarnya.

Baca juga:  KAI Logistik Distribusikan 4 Lokomotif Hidrolik untuk Perkuat Kesiapan Operasional Angkutan Lebaran

Pernyataan ini menegaskan pentingnya pendekatan lintas sektor agar bantuan negara tidak salah alamat.

Selain penyatuan data, pemerintah juga melakukan berbagai langkah lanjutan. Mulai dari ground check, pelatihan pendamping sosial, hingga verifikasi dan validasi data di tingkat daerah.

Hasil pendataan lapangan tersebut kemudian digunakan untuk melakukan pemeringkatan ulang kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Meski masih berada dalam masa transisi dan belum sepenuhnya sempurna, BPS menilai akurasi DTSEN menunjukkan tren perbaikan yang konsisten.

Setiap pembaruan data diharapkan semakin mempersempit ruang kesalahan dalam penyaluran bantuan.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Perbedaan WF vs H Beam untuk Gudang & Pabrik: Mana Lebih Hemat Jangka Panjang?
Kartini Masa Kini di Industri Hospitality: Perempuan di Balik Topotels Hotels & Resorts
Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Branch Office Rawamangun Tampil Anggun Berkebaya
Menteri Pariwisata Tinjau Pengembangan Danau Toba di Samosir
Webinar Telkom AI Center, From Prompt to Motion: Revolusi Baru dalam Pembuatan Konten Video Berbasis AI
Sambut Hari Kartini, PAM JAYA dan TP PKK Bagi Toren Air Gratis kepada Para Ibu Pejuang Keluarga
Kartini di Lintas Rel: Petugas LRT Jabodebek Berkebaya, Ajak Masyarakat Rayakan Emansipasi di Transportasi Publik
Semarak Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Pantai Indah Kapuk Tampil Elegan dengan Kebaya Merah

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 16:03 WIB

Perbedaan WF vs H Beam untuk Gudang & Pabrik: Mana Lebih Hemat Jangka Panjang?

Selasa, 21 April 2026 - 16:03 WIB

Kartini Masa Kini di Industri Hospitality: Perempuan di Balik Topotels Hotels & Resorts

Selasa, 21 April 2026 - 15:03 WIB

Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Branch Office Rawamangun Tampil Anggun Berkebaya

Selasa, 21 April 2026 - 14:03 WIB

Menteri Pariwisata Tinjau Pengembangan Danau Toba di Samosir

Selasa, 21 April 2026 - 14:03 WIB

Webinar Telkom AI Center, From Prompt to Motion: Revolusi Baru dalam Pembuatan Konten Video Berbasis AI

Berita Terbaru