Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Gelar Pembelajaran Literasi tentang Makanan Sehat dan Tidak Sehat bagi Siswa Kelas 6 SDN Rowosari

waktu baca 5 menit
Kamis, 20 Agu 2026 20:00 4 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis literasi melalui sosialisasi makanan sehat dan makanan tidak sehat bagi siswa kelas 6 SDN Rowosari, Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, (11/8/26).

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN Posko 30 di bidang pendidikan yang bertujuan meningkatkan kemampuan literasi sekaligus menambah pengetahuan siswa mengenai makanan yang mereka konsumsi sehari-hari.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk perhatian mahasiswa KKN terhadap kemampuan literasi siswa di SDN Rowosari yang masih perlu mendapatkan penguatan.

Literasi dalam kegiatan ini tidak hanya diarahkan pada kemampuan membaca dan memahami informasi, tetapi juga pada kemampuan siswa dalam memperoleh, mengolah, memahami, serta menyampaikan informasi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui tema makanan sehat dan makanan tidak sehat, siswa diajak untuk memahami informasi mengenai berbagai jenis makanan, kandungan yang terdapat di dalamnya, serta alasan suatu makanan dapat dikategorikan sebagai makanan sehat atau makanan yang perlu dibatasi konsumsinya.

Kegiatan diawali pada Selasa, 11 Agustus 2026 dengan sesi sosialisasi dan penyampaian materi mengenai makanan sehat dan makanan tidak sehat.

Mahasiswa KKN memberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa kelas 6 serta mengaitkan materi dengan makanan yang sering mereka jumpai dan konsumsi dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Perkuat Ekosistem Wisata Desa Sendang, dari Storytelling hingga Website Modern

Siswa tidak hanya diberikan informasi mengenai jenis makanan, tetapi juga diajak untuk memahami kandungan yang terdapat dalam makanan, seperti gula, garam, lemak, protein, vitamin, serta berbagai zat gizi lainnya.

Dengan demikian, siswa diharapkan tidak hanya mampu membedakan makanan sehat dan tidak sehat berdasarkan penampilan, tetapi juga mampu mempertimbangkan kandungan makanan sebelum memilihnya.

Untuk memperkuat pemahaman siswa sekaligus melatih kemampuan literasi mereka, mahasiswa KKN kemudian memberikan tugas kelompok yang dilanjutkan melalui kegiatan gallery walk pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, setiap kelompok memperoleh gambar makanan yang berbeda. Siswa kemudian diminta mengamati gambar, mencari dan mengolah informasi mengenai makanan tersebut, kemudian memberikan penjelasan mengenai kandungan yang terdapat di dalamnya serta alasan mengapa makanan tersebut dapat dikategorikan sebagai makanan sehat atau makanan yang perlu dibatasi konsumsinya.

Antusiasme siswa terlihat sejak awal kegiatan berlangsung. Suasana kelas sudah ramai dengan keterlibatan siswa yang menunjukkan ketertarikan terhadap tugas yang diberikan. Ketika kegiatan dimulai, para siswa secara aktif saling bertukar ide dan berdiskusi bersama anggota kelompok untuk menentukan informasi yang akan mereka tuangkan ke dalam kertas sebagai bagian dari proyek gallery walk.

Setiap kelompok berusaha menyampaikan ide mereka dengan cara yang mudah dipahami oleh kelompok lain. Proses tersebut membuat siswa tidak hanya menerima informasi dari mahasiswa KKN, tetapi juga berusaha memahami, mengolah, dan menyusun kembali informasi sesuai dengan pemahaman mereka.

Kegiatan gallery walk kemudian dilanjutkan dengan siswa berpencar untuk mengunjungi kelompok lainnya. Mereka mempelajari informasi yang telah disiapkan oleh kelompok lain sehingga setiap siswa memperoleh kesempatan untuk mengetahui berbagai jenis makanan beserta kandungan dan karakteristiknya.

Baca juga:  Wujud Kepedulian Lingkungan Ibadah, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bersihkan Musholla Nurul Muttaqin

Di akhir kegiatan, siswa melakukan sesi sharing mengenai hasil ide dan informasi yang telah mereka kerjakan. Setiap kelompok membandingkan hasil pemikiran mereka dengan jawaban dan informasi yang disampaikan oleh kelompok lainnya. Melalui sesi tersebut, siswa dapat mengetahui adanya persamaan maupun perbedaan dalam hasil pemahaman setiap kelompok serta saling melengkapi informasi yang telah diperoleh.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi siswa untuk melatih kemampuan menyampaikan informasi secara lisan. Mereka diberikan kesempatan untuk menjelaskan hasil diskusi kelompok dan berbagi pengetahuan yang telah diperoleh selama proses gallery walk.

Dengan rangkaian kegiatan tersebut, pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi oleh mahasiswa KKN. Siswa diberikan ruang untuk mengamati, membaca, memahami, berdiskusi, mengolah informasi, kemudian menyampaikan kembali informasi yang telah mereka dapatkan.

Pola pembelajaran tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman literasi yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Kepala SDN Rowosari, Ibu Afifah Lisnawati, S.Pd.SD, memberikan respons positif terhadap pelaksanaan kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang.

Beliau menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut dan menilai bahwa program yang dilaksanakan mahasiswa KKN merupakan kegiatan yang baik dan bermanfaat bagi siswa.

“Kami sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN. Kegiatan ini sangat baik dan dapat memberikan manfaat bagi siswa, khususnya dalam menambah pengetahuan serta pengalaman belajar mereka,” ujar Ibu Afifah Lisnawati, S.Pd.SD.

Respons positif juga disampaikan oleh guru kelas 6 SDN Rowosari, Ibu Wahyu Rohmawati, yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran tersebut.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang Hadirkan Warna-Warni Daun, Keseruan Adik-Adik SDN Beji 01 Belajar Ecoprint

“Kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN ini sangat baik. Kami mendukung kegiatan seperti ini karena dapat membantu siswa memperoleh pengalaman belajar yang berbeda sekaligus menambah wawasan mereka,” ujar Ibu Wahyu Rohmawati.

Dukungan dari pihak sekolah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan pihak sekolah diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih variatif sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan literasi melalui tema yang dekat dengan kehidupan mereka.

Antusiasme siswa yang terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan menjadi salah satu hal yang mendukung kelancaran program. Keaktifan siswa dalam berdiskusi, membagikan ide, menyusun proyek gallery walk, serta membandingkan hasil pekerjaan antarkelompok menunjukkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang berharap siswa kelas 6 SDN Rowosari dapat semakin terbiasa dalam memperoleh dan memahami informasi dari berbagai sumber, khususnya informasi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Selain meningkatkan literasi, siswa juga diharapkan mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam memilih makanan secara lebih bijak.

Kegiatan pembelajaran ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung penguatan literasi di lingkungan sekolah dasar.

Melalui pembelajaran yang dikemas secara interaktif dan kontekstual, literasi diharapkan tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca, tetapi juga sebagai kemampuan untuk memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Penulis: Tim KKN MIT ke-22 Posko 30 UIN Walisongo Semarang, SDN Rowosari, Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA