Mahasiswa KKN MIT-22 UIN Walisongo Sulap Sampah Cangkang Telur Jadi Bubuk Kalsium

waktu baca 3 menit
Minggu, 9 Agu 2026 20:00 7 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT-22 UIN Walisongo bersama ibu-ibu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) menggelar sosialisasi pemanfaatan sampah cangkang telur menjadi bubuk kalsium.

Kegiatan ini berlangsung di kediaman Ibu Anifah, Dusun Rejosari Lor, Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang, pada Rabu (9/8/2026).

Sosialisasi ini merupakan upaya untuk mengolah limbah rumah tangga yang melimpah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Kegiatan ini bertujuan mendukung para peternak agar memiliki alternatif nutrisi kalsium yang lebih murah bagi ternak ayam mereka.

Program yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan kelompok PKK ini diawali dengan sambutan dari Ibu Kepala Dusun Rejosari Lor, Ibu Rifah.

Acara kemudian dilanjutkan dengan perkenalan singkat dari mahasiswa KKN, sebelum masuk ke pemaparan mengenai manfaat bubuk kalsium bagi betina.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih kepada ibu-ibu PKK Rejosari Lor yang telah hadir pada rapat PKK hari ini dalam keadaan sehat walafiat tanpa kekurangan apa pun. Selanjutnya, saya ucapkan terima kasih pula kepada mbak-mbak KKN yang telah berkenan hadir dalam rapat PKK hari ini. Selanjutnya, akan ada pemaparan sosialisasi dari mbak-mbak KKN sekalian,” kata Bu Rifah dalam sambutannya.

Baca juga:  MA Assalafiyah Yogyakarta Gandeng Neon Uji dalam Penerapan Platform Ujian Online Berbasis CBT

Di dalam pemaparan, disampaikan bahwa rata-rata seekor ayam betina membutuhkan sekitar 4-5 gram bubuk kalsium, atau setara dengan satu sendok teh, setiap harinya.

Kandungan kalsium pada cangkang telur disebut serupa dengan yang terdapat pada gigi dan tulang manusia, yakni sekitar 90-95 persen.

Kekurangan kalsium pada ayam betina dapat menyebabkan cangkang telur menjadi rapuh. Bubuk kalsium dari cangkang telur bermanfaat untuk memperkuat tulang ayam betina sekaligus meningkatkan produksi telur.

Cangkang telur yang kuat juga berarti risiko kerusakan selama proses produksi dan pengangkutan dapat ditekan.

Cara Pembuatan Bubuk Kalsium dari Cangkang Telur

Proses pembuatan diawali dengan mengumpulkan cangkang telur, kemudian membersihkannya secara menyeluruh di bawah air mengalir untuk menghilangkan sisa putih telur (albumin).

Baca juga:  Manfaatkan Sampah Organik Rumah Tangga, Mahasiswi KKN Undip Kenalkan Pembuatan Air Lindi kepada Ibu-Ibu PKK Desa Karanglo

Cangkang telur yang sudah bersih dapat dikumpulkan terlebih dahulu dalam wadah hingga mencapai jumlah yang diinginkan, atau langsung disterilkan dengan cara direbus selama 15 menit.

Setelah direbus, cangkang telur didinginkan, lalu lapisan selaput di bagian dalamnya dilepaskan agar lebih mudah dicerna oleh ayam. Proses ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran.

Tahap berikutnya adalah mengeringkan cangkang telur hingga rapuh. Pada hari yang cerah, proses pengeringan memakan waktu sekitar satu hari, sementara pada hari mendung bisa mencapai 2-3 hari.

Setelah kering, cangkang telur digiling hingga menjadi bubuk halus, baik menggunakan mesin maupun secara manual dengan cobek dan ulekan (mortar).

Penggunaan masker saat proses penggilingan sangat dianjurkan karena debu halus dari cangkang telur dapat memicu batuk dan bersin.

Di tengah pemaparan, Ibu Rifah, mengajukan pertanyaan mengenai apakah cangkang dari telur rebus masih dapat diolah menjadi bubuk kalsium.

“Kalau telur rebus masih bisa jadi bubuk kalsium, Mbak? Dan apakah harus direbus lagi untuk mensterilkan cangkang telurnya setelah itu?” tanya Bu Rifah.

Baca juga:  Kenaikan Harga BBM Tekan Biaya Operasional Mobil Mewah, Pemilik Mulai Cari Alternatif Likuiditas

Menanggapi pertanyaan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa cangkang dari telur rebus tetap bisa diolah menjadi bubuk kalsium dan tidak memerlukan proses sterilisasi ulang.

Cangkang telur rebus hanya perlu dibersihkan, kemudian dijemur hingga kering. “Kalau untuk telur rebus masih bisa, Bu, dan tidak perlu direbus kembali karena bakteri Salmonella yang terdapat di dalamnya pasti sudah mati.

Ibu hanya perlu membersihkan cangkangnya dari selaput yang di dalam, lalu bisa langsung dijemur saja, Bu,” jawab mahasiswa KKN.

Bubuk kalsium yang telah jadi dapat dicampurkan langsung ke dalam pakan ayam sehari-hari, cukup dengan menakar jumlah gram yang dibutuhkan sebelum dicampurkan ke pakan unggas tersebut.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan ibu-ibu PKK dan para peternak ayam dapat mempraktikkan langsung pembuatan serta pengaplikasian bubuk kalsium pada ayam ternak mereka masing-masing, sehingga dapat mengurangi biaya yang dibutuhkan untuk membeli bubuk kalsium.

 

 

Penulis: Tim KKN MIT ke-22 Posko 30 UIN Walisongo Semarang Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA