Cita-Citaku Mengabdi untuk Indonesia: Menanamkan Semangat Pelayanan Publik Sejak Bangku Sekolah Dasar

waktu baca 4 menit
Senin, 10 Agu 2026 19:10 5 jatengvox

Jatengvox.com –  “Kalau sudah besar nanti, kamu ingin menjadi apa?” Pertanyaan sederhana tersebut menjadi pintu masuk bagi siswa dan siswi kelas 2 SD Negeri Watugajah untuk mengenal lebih jauh berbagai profesi sekaligus memahami bahwa setiap pekerjaan memiliki peran dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui kegiatan “Cita-Citaku Mengabdi untuk Indonesia melalui Edukasi Profesi dan Penanaman Nilai Pelayanan Publik bagi Siswa SDN Watugajah”, para siswa diajak mengenal beragam profesi dengan cara yang menyenangkan, interaktif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini tidak sekadar mengajak anak-anak menyebutkan cita-cita, tetapi juga memperkenalkan nilai tanggung jawab, kepedulian sosial, kerja sama, dan semangat untuk mengabdi kepada masyarakat sejak usia dini.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Kepala SD Negeri Watugajah, Cicik Setyaningsih, S.Pd. SD.

Menurutnya, edukasi mengenai profesi dan nilai pelayanan publik penting diberikan sejak sekolah dasar karena dapat membantu siswa mengenali berbagai jenis pekerjaan sekaligus memahami bahwa setiap profesi memiliki peran dan tanggung jawab bagi masyarakat.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Posko 10 UIN Walisongo Wujudkan Identitas Desa Melalui Pembuatan Plang Jalan di 15 Titik Desa Trayu

“Edukasi seperti ini sangat baik untuk anak-anak karena mereka dapat mengenal berbagai profesi sekaligus memahami tugas dan tanggung jawab dari setiap profesi. Anak-anak juga menjadi lebih termotivasi untuk memiliki cita-cita dan mengetahui bahwa apa pun profesi yang mereka pilih nantinya, mereka dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Cicik Setyaningsih, S.Pd. SD.

Dukungan tersebut menunjukkan bahwa pengenalan profesi tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk memperluas wawasan siswa mengenai kehidupan sosial dan peran mereka di masa depan.

Dengan pendekatan yang sesuai dengan usia anak, nilai-nilai pelayanan, kepedulian, dan tanggung jawab dapat diperkenalkan secara sederhana melalui hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka.

Kegiatan berlangsung melalui rangkaian storytelling, pemutaran video edukasi profesi, permainan mencocokkan profesi dengan tugasnya, diskusi interaktif, menggambar cita-cita, hingga presentasi singkat.

Berbagai profesi diperkenalkan kepada siswa, mulai dari polisi, tentara, guru, dokter, pemadam kebakaran, masinis, pilot, hingga anggota dewan.

Dengan metode tersebut, siswa tidak hanya mengetahui nama suatu profesi, tetapi juga memahami tugas yang dijalankan.

Baca juga:  Merti Dusun Bodean Jadi Wujud Syukur dan Pelestarian Tradisi, KKN Posko 14 UIN Walisongo Turut Berpartisipasi

Polisi, misalnya, memiliki tugas menjaga keamanan; guru berperan dalam mendidik; dokter memberikan pelayanan kesehatan; pemadam kebakaran membantu masyarakat dalam keadaan darurat; sementara profesi lainnya juga memiliki tanggung jawab masing-masing dalam kehidupan masyarakat.

Setelah mengenal berbagai profesi, siswa kemudian diajak menuangkan cita-cita mereka melalui kegiatan menggambar. Dengan penuh kreativitas, masing-masing siswa menggambarkan profesi yang ingin mereka jalani di masa depan.

Karya tersebut kemudian dipajang di dalam kelas sebagai bentuk apresiasi sekaligus pengingat bagi siswa terhadap cita-cita yang telah mereka miliki.

Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi singkat. Siswa diberikan kesempatan untuk memperkenalkan cita-cita mereka kepada teman-teman di kelas.

Selain melatih keberanian berbicara di depan orang lain, sesi ini menjadi ruang bagi siswa untuk saling mendengarkan dan menghargai cita-cita yang berbeda.

Bagi pelaksana kegiatan, pengenalan berbagai profesi sejak dini diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih luas kepada anak-anak mengenai makna sebuah cita-cita.

“Dengan adanya edukasi ini, saya berharap anak-anak menjadi tahu bahwa ada cita-cita yang bukan hanya tentang pekerjaan atau keberhasilan untuk diri sendiri, tetapi juga ada profesi yang benar-benar dapat menjadi bentuk pengabdian kepada negara, berguna bagi negara, serta memberikan manfaat bagi nusa dan bangsa. Dari profesi tersebut, mereka dapat memiliki kesempatan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan bangsa Indonesia,” ujar pelaksana kegiatan.

Baca juga:  Kurangi Sampah Plastik, Mahasiswa KKN Undip Ajak Warga Blimbing Budidayakan Microgreens di Lahan Terbatas

Sebagai media edukasi yang dapat digunakan secara berkelanjutan, kegiatan ini juga menghasilkan poster edukatif mengenai berbagai profesi, yang menampilkan ilustrasi polisi, tentara, guru, dokter, pemadam kebakaran, masinis, pilot, dan anggota dewan.

Poster tersebut dipajang sebagai media visual untuk membantu siswa kembali mengenali berbagai profesi dan perannya dalam masyarakat.

Melalui kegiatan ini, cita-cita tidak lagi dipandang sebatas jawaban atas pertanyaan mengenai profesi yang ingin dimiliki ketika dewasa.

Lebih dari itu, siswa diperkenalkan pada gagasan bahwa setiap profesi memiliki kesempatan untuk melayani, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Dari ruang kelas SD Negeri Watugajah, semangat pengabdian kepada Indonesia ditanamkan melalui cara yang sederhana: mengenal profesi, memahami tanggung jawab, berani bermimpi, dan belajar bahwa setiap cita-cita dapat menjadi jalan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Penulis: Yuliani Dwi Ningtias, Mahasiswi Universitas Diponegoro Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Departemen Politik dan Ilmu Pemerintahan

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA