Berita  

Mahasiswa KKN Kelompok 31 UPGRIS Laksanakan Penanaman Bibit Pohon di Desa Jatijajar

Bibit Pohon

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Kelompok 31 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon di Desa Jatijajar, pada Selasa, 7 Oktober 2025.

Program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta upaya nyata dalam mendukung penghijauan desa.

Kegiatan ini melibatkan perangkat desa dan masyarakat setempat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam dan menciptakan lingkungan yang lebih asri.

Bibit tanaman yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri dari 200 bibit pohon balsa, 20 bibit palem, 20 bibit pucuk merah, 30 bibit salam, dan 10 bibit jengkol.

Baca juga:  Sumpah Pemuda 2025 Jadi Momentum Kebangkitan, Ini Arah dan Harapan Kemenpora

Seluruh bibit tersebut dibagikan secara merata ke setiap dusun di Desa Jatijajar, yaitu Saren, Jatijajar, Begajah, Senden, dan Kebonan, dengan pembagian yang disesuaikan berdasarkan luas wilayah masing-masing dusun agar penanaman berjalan proporsional.

Pengiriman bibit dilakukan menggunakan mobil pick-up milik Kepala Dusun Saren, Bapak Abdul Ajiz, yang turut membantu dalam proses distribusi.

Setelah pembagian selesai, mahasiswa KKN bersama Sekretaris Desa, Bapak Syarif Hidayatullah, dan Kepala Dusun Saren melaksanakan kegiatan penanaman pohon secara simbolis di beberapa titik yang telah ditentukan.

Penanaman bibit ini memiliki makna penting bagi masyarakat, yaitu sebagai langkah kecil dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan memperindah lingkungan desa.

Baca juga:  Revitalisasi Candi Borobudur Dipercepat, Menbud Dorong Pemanfaatan Teknologi 3D untuk Pemugaran

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan manfaat jangka panjang, seperti meningkatkan kualitas udara, mengurangi polusi, dan memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 31 berharap agar masyarakat Desa Jatijajar terus melanjutkan kebiasaan menanam dan merawat pohon.

Upaya sederhana ini diharapkan dapat menjadi warisan positif bagi generasi mendatang dalam menjaga keberlanjutan alam dan kesejahteraan desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *