Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 Adakan Penyuluhan Cegah Stunting bagi Ibu-Ibu Posyandu ILP Dusun Lerep

Jumat, 19 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 20 melaksanakan kegiatan penyuluhan pencegahan stunting yang ditujukan bagi ibu-ibu peserta Posyandu ILP Dusun Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, pada Kamis, 18 September 2025.

Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja utama mahasiswa KKN dalam bidang kesehatan, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi dan pola asuh dalam mencegah stunting pada anak.

Acara yang berlangsung di Balai Dusun Lerep ini dihadiri puluhan ibu bersama balita mereka.

Para mahasiswa KKN menggandeng kader posyandu setempat untuk memfasilitasi jalannya penyuluhan.

Suasana berlangsung akrab dan penuh antusiasme, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta terkait pola makan sehat dan tumbuh kembang anak.

Koordinator KKN Kelompok 20, Hartanto Apriandi, menjelaskan bahwa penyuluhan ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka stunting di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Kelompok 31 Ajak Ibu PKK Jatijajar Membuat Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

“Kami ingin memberikan pemahaman sederhana tentang pencegahan stunting. Salah satunya dengan memperhatikan asupan gizi seimbang, pola asuh, serta pentingnya imunisasi dan pemeriksaan kesehatan secara rutin di posyandu,” terangnya.

Dalam penyuluhan, mahasiswa menjelaskan faktor-faktor penyebab stunting, seperti kekurangan gizi kronis, sanitasi yang buruk, serta kurangnya pengetahuan orang tua mengenai pemberian makanan bergizi.

Mereka juga membagikan leaflet berisi panduan menu sehat dan tips menjaga kebersihan lingkungan rumah tangga.

Ketua panitia kegiatan, Nelli Agustin, menambahkan bahwa kegiatan ini juga memberikan edukasi tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi, serta kebiasaan mencuci tangan dengan sabun untuk mencegah infeksi.

Baca juga:  Beasiswa S2 Double Degree Kemenag–Australia Dibuka, Kuliah di UIN Surabaya dan University of Canberra

“Ibu-ibu sangat antusias. Banyak yang bertanya tentang variasi makanan lokal yang bisa diolah agar anak-anak tidak bosan namun tetap bergizi,” ujarnya.

Peserta penyuluhan pun memberikan tanggapan positif. Salah satu warga yang hadir mengaku terbantu dengan informasi yang diberikan.

“Kadang kami bingung bagaimana memberi makan anak agar mau makan sayur atau ikan. Dengan penyuluhan ini, kami jadi tahu cara mengolah makanan yang lebih menarik untuk anak,” ucapnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ramadhan Renaldy, M.Kom., turut mengapresiasi kegiatan tersebut.

Ia menekankan bahwa edukasi mengenai stunting sangat penting dilakukan secara berkelanjutan.

Selain penyuluhan, mahasiswa KKN juga melakukan demonstrasi pembuatan menu sederhana bergizi menggunakan bahan lokal, seperti sayuran dan tempe.

Demonstrasi ini bertujuan memberikan contoh nyata bagi ibu-ibu tentang bagaimana menyajikan makanan sehat dengan biaya terjangkau.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bantu Salurkan Beras Bulog untuk 402 KK di Desa Wirogomo

Di akhir kegiatan, mahasiswa KKN membagikan poster edukasi bergambar yang mudah dipahami serta melakukan sesi foto bersama dengan ibu-ibu posyandu.

Tak lupa, mahasiswa juga membagikan puding buah naga buatan mereka sendiri kepada balita dan bayi yang hadir di Posyandu ILP.

Kegiatan ditutup dengan pesan agar para ibu lebih aktif memanfaatkan layanan posyandu untuk memantau tumbuh kembang anak.

Melalui penyuluhan ini, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 20 berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan pola hidup sehat.

Dengan sinergi antara mahasiswa, kader posyandu, dan warga, diharapkan Dusun Lerep semakin siap dalam mencegah kasus stunting dan mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, serta berkualitas.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Simperum Jateng Terintegrasi dengan Kementerian PKP, Percepat Penanganan RTLH dan Backlog Perumahan
Kemenag Pastikan Gaji Pegawai yang Dialihkan ke Kemenhaj Aman hingga Januari 2026, SKPP Terkendala SK Pengangkatan
Relokasi 900 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jateng Dipercepat, Pemprov Siapkan Lahan Aman dan Hunian Sementara
Jelang Ramadan dan Lebaran 2026, Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Harga Pangan Tetap Stabil
Zero ODOL Berlaku Januari 2027, Pemerintah Siap Tertibkan Truk Overload Demi Keselamatan dan Infrastruktur
Target Satu Desa Satu Perpustakaan, Bunda Literasi Jateng Dorong Gerakan Baca hingga Akar Rumput
Pemerintah Perbarui Data PBI BPJS Kesehatan, Akses Layanan Warga Rentan Tetap Dijamin
Pantau Harga Jelang Ramadan, Mendag Pastikan Pasokan Pangan Aman di Pasar Sukoharjo

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 07:36 WIB

Simperum Jateng Terintegrasi dengan Kementerian PKP, Percepat Penanganan RTLH dan Backlog Perumahan

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:05 WIB

Kemenag Pastikan Gaji Pegawai yang Dialihkan ke Kemenhaj Aman hingga Januari 2026, SKPP Terkendala SK Pengangkatan

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:33 WIB

Relokasi 900 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jateng Dipercepat, Pemprov Siapkan Lahan Aman dan Hunian Sementara

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:45 WIB

Jelang Ramadan dan Lebaran 2026, Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Jaga Harga Pangan Tetap Stabil

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:02 WIB

Target Satu Desa Satu Perpustakaan, Bunda Literasi Jateng Dorong Gerakan Baca hingga Akar Rumput

Berita Terbaru