Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Reguler Tim II Undip Desa Glagah Wangi 2025/2026 sukses merealisasikan program revitalisasi keselamatan lingkungan melalui pembuatan jalur evakuasi dan pemasangan papan penanda evakuasi yang bertempat di Taman Tumenggung, Desa Glagah Wangi, Kecamatan Polanharjo, pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan respons atas tingginya aktivitas masyarakat di Taman Tumenggung sebagai ruang publik terbuka, sekaligus bentuk mitigasi komprehensif terhadap berbagai potensi ancaman bencana.
Selain risiko gempa bumi, kawasan ini juga memiliki kerawanan kebakaran akibat padatnya aktivitas memasak dari deretan warung kuliner yang beroperasi di dalam area taman.
Mengingat fungsinya sebagai fasilitas umum yang dikelola oleh BUMDes Muncar dan kerap dipadati warga, ketiadaan sistem penunjuk arah darurat selama ini menjadi perhatian serius.
Program ini bertujuan untuk menciptakan kawasan yang tanggap darurat dan aman dari bahaya api maupun bencana alam, sehingga risiko kepanikan serta potensi korban jiwa dapat diminimalisasi secara terencana.

Pelaksana Program Kerja, Saudara Fajardito Maulana Zidane (Mahasiswa S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Universitas Diponegoro), menjelaskan bahwa program ini menjadi wujud nyata penerapan keilmuan K3 dan manajemen risiko di ruang publik desa.
“Kami melihat Taman Tumenggung memiliki daya tarik besar sebagai pusat keramaian dan kuliner, namun tingginya aktivitas memasak di warung serta potensi bencana alam seperti gempa bumi menuntut adanya standar keselamatan yang matang. Emergency evacuation route di taman tumenggung ini dirancang agar pengunjung maupun pengelola warung memiliki rute penyelamatan yang cepat, jelas, dan terarah menuju titik kumpul aman saat terjadi kondisi darurat maupun insiden kebakaran,” ujarnya.
Kegiatan yang disupervisi oleh Sri Risdhiyanti Nuswantari, S.Tr.T., M.T. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) ini dilaksanakan melalui lima tahapan sistematis, mulai dari analisis potensi risiko bahaya kebakaran dan gempa, perancangan denah rute penyelamatan yang aman dari titik api, eksekusi pembuatan papan penanda, penerapan pemasangan rambu di titik strategis taman, hingga sosialisasi prosedur tanggap darurat kepada pengurus BUMDes Muncar.
Langkah ini juga sejalan dengan komitmen global SDG Nomor 11 mengenai perwujudan permukiman yang inklusif, aman, dan tangguh bencana.
Direktur BUMDes Muncar, Ibu Dila, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas program kerja mitigasi yang telah dihadirkan oleh mahasiswa KKN Undip.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Tim KKN Undip yang peduli pada keselamatan lingkungan Taman Tumenggung. Pemasangan rambu dan penataan rute evakuasi ini sangat penting bagi kami, terutama dengan adanya aktivitas dapur warung yang aktif setiap hari, sehingga kini kawasan taman menjadi jauh lebih aman dan memiliki kesiapsiagaan bencana yang jelas,” ungkapnya saat penutupan sosialisasi.
Program kerja ini diharapkan dapat terus dirawat secara berkelanjutan oleh BUMDes Muncar serta menjadi standar baru dalam pengelolaan fasilitas desa yang mengedepankan aspek keselamatan.
Penulis: Fajardito Maulana Zidane, Mahasiswa S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Universitas Diponegoro
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar