Jatengvox.com – Siapa sangka sisa potongan sayur dan bahan dapur yang biasanya cuma berujung di tempat sampah, ternyata bisa jadi solusi buat para petani? Peluang inilah yang ditangkap oleh anggota mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MMK Posko 03 lewat pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) di Dusun Serut, Magelang pada Selasa (25/8/2026).
Melalui kegiatan ini mahasiswa ingin memberikan trik praktis agar petani bisa menghemat biaya pupuk sekaligus menjaga kesuburan lahan mereka.
Ide program kerja ini muncul dari kondisi warga Dusun Serut yang sebagian besar memang menggantungkan hidupnya dari hasil berladang.
Sehari-harinya mereka sibuk merawat tanaman seperti tomat, sawi, kacang panjang, dan cabai. Namun, tingginya ketergantungan pada pupuk kimia di pasaran sering kali membuat biaya tanam jadi membengkak.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan POC. POC ini dihasilkan dari proses pembusukan bahan-bahan organik seperti sampah rumah tangga.
POC ini punya kelebihan tersendiri, karena bentuknya yang cair sehingga nutrisinya jauh lebih cepat diserap oleh akar tanaman.
Selain itu, penggunaan POC secara rutin juga dapat memperbaiki ekosistem mikrob di dalam tanah.

Hasilnya tanah ladang yang tadinya keras karena sering terkena bahan kimia perlahan bisa gembur dan subur secara alami.
Anggota KKN merancang materi presentasi yang singkat dan padat agar warga yang mendengarkan tidak merasa bosan, warga diberikan pemahaman dasar tentang apa itu POC dan kenapa pupuk organik ini sangat penting untuk masa depan ladang mereka.
Setelah paham konsepnya, warga kemudian mempraktikkan cara pembuatannya. Di sini mahasiswa mencontohkan cara mengolah tumpukan sampah sisa dapur menjadi cairan yang bermanfaat.
Rahasia utamanya ada pada campuran cairan EM4 (Effective Microorganisms 4). Cairan ini berisi bakteri baik yang bertugas mempercepat proses pembusukan limbah dapur sekaligus memaksimalkan kandungan unsur hara di dalam pupuk nanti.
Kegiatan praktik langsung ini sukses membuat pemahaman warga semakin kuat dan antusias. Sebagai bentuk apresiasi karena warga rela meluangkan waktunya di tengah kesibukannya, anggota KKN juga membagikan buah tangan manis di penghujung acara.
Lewat langkah kecil mengolah limbah dapur ini, diharapkan para petani di Dusun Serut bisa pelan-pelan mandiri memproduksi pupuk organiknya sendiri.
Jadi, selain lingkungan desa jadi lebih bersih dari sampah organik, dompet para petani pun bisa lebih aman karena pengeluaran operasional ladang jauh berkurang.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar