Tingkatkan Nilai-Nilai Keagamaan dan Pendidikan Pada Anak, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bersama IPNU IPPNU Desa Sumbersari Mengadakan Lomba Gebyar Maulid Nabi

waktu baca 4 menit
Selasa, 25 Agu 2026 23:00 8 jatengvox

Jatengvox.com – Libur nasional peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026, tidak dibiarkan berlalu begitu saja oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 Posko 204 UIN Walisongo Semarang.

Alih-alih menjadi hari kosong tanpa aktivitas, hari itu justru berubah menjadi panggung riuh tawa dan semangat belajar puluhan anak-anak Desa Sumbersari, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, melalui gelaran “Lomba Gebyar Maulid Nabi” yang dipusatkan di Aula Balai Desa setempat.

Kegiatan ini digagas mahasiswa KKN bersama Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Desa Sumbersari, menyasar anak-anak usia sekolah dasar dari kelas 1 hingga kelas 6.

Sejak pagi, aula balai desa yang biasanya lengang itu berubah riuh oleh tawa dan semangat puluhan anak yang datang mengenakan busana muslim terbaik mereka, siap unjuk kemampuan di berbagai cabang lomba bernuansa keislaman.

Mengusung tema besar “Maulid Nabi”, kegiatan ini dirancang bukan sebagai lomba tunggal, melainkan rangkaian enam cabang lomba yang dibagi secara cermat berdasarkan jenjang usia peserta.

Panitia dari mahasiswa KKN membagi peserta ke dalam dua kelompok besar: kelas bawah dan kelas atas, agar setiap anak berkompetisi dengan lawan yang setara.

Baca juga:  Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Cair Oktober 2025, Begini Cara Cek Nama Penerima

Kelompok kelas bawah, yang diisi oleh peserta kelas 1 sampai 3 SD, berkompetisi dalam tiga cabang yang menonjolkan kreativitas dan keberanian tampil, yaitu lomba mewarnai gambar islami, lomba adzan, serta lomba fashion show busana islami.

Ketiganya menjadi ruang bagi anak-anak usia dini untuk mengekspresikan diri, baik lewat guratan warna di atas kertas, lantunan adzan yang masih terbata-bata namun penuh percaya diri, maupun langkah kaki kecil mereka menyusuri catwalk sederhana yang disulap dari panggung balai desa.

Sementara itu, kelompok kelas atas yang beranggotakan siswa kelas 4 hingga 6 SD, diuji dalam tiga cabang yang lebih menekankan pada penguasaan ilmu keagamaan, yakni lomba hafalan surat-surat pendek, hafalan doa sehari-hari, dan Rangking 1.

Ketegangan paling terasa justru muncul di sesi Rangking 1, ketika satu per satu peserta harus tersingkir karena jawaban yang keliru, sementara teman-teman mereka yang lain menanti giliran dengan jantung berdebar di kursi masing-masing.

Koordinator Desa, Muhammad Syimal Nur Wafa menegaskan bahwa lomba ini digagas bukan semata untuk mengisi waktu luang selama libur nasional.

Ada misi yang lebih besar yang ingin dititipkan mahasiswa KKN kepada generasi muda Desa Sumbersari, yaitu menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai jembatan untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan sekaligus keagamaan sejak usia dini.

“Kami sengaja tidak ingin momen libur Maulid Nabi ini hanya berlalu begitu saja tanpa makna. Melalui lomba-lomba ini, ada misi besar yang ingin kami titipkan kepada generasi muda Desa Sumbersari, yakni menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai jembatan untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan sekaligus keagamaan sejak dini,” ujar Muhammad Syimal Nur Wafa.

Baca juga:  Sambut Lebaran, BRI Finance Perkuat Akses Pembiayaan Mobil Baru untuk Perjalanan yang Lebih Berkualitas

Sinergi antara mahasiswa KKN dan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Desa Sumbersari pun menjadi kunci suksesnya acara ini. Kolaborasi tersebut tidak hanya memperkuat jaringan kepanitiaan, tetapi juga menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia kampus dan organisasi kepemudaan di tingkat akar rumput.

Bagi mahasiswa KKN, keterlibatan IPNU IPPNU turut memperkaya proses pengabdian mereka dengan sudut pandang lokal yang lebih dekat dengan denyut kehidupan warga desa.

Setiap cabang lomba yang dipilih bukan tanpa alasan. Lomba mewarnai gambar islami dipilih untuk melatih kehalusan rasa dan kecintaan terhadap simbol-simbol keislaman sejak kecil.

Lomba adzan dan hafalan doa sehari-hari menjadi sarana melatih kefasihan sekaligus keberanian anak-anak dalam beribadah. Sementara lomba hafalan surat-surat pendek dan Rangking 1 diharapkan mampu memacu semangat anak-anak untuk terus menghafal dan memperdalam bacaan Al-Qur’an serta memperdalam wawasan khazanah keislamana, tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi sebagai kebanggaan.

Yang menarik, dampak dari kegiatan ini tidak berhenti begitu para pemenang menerima piala dan bingkisan di penghujung acara.

Lebih dari sekadar ajang unjuk bakat, lomba ini secara perlahan menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak-anak peserta, bahwa belajar dan mempersiapkan diri sebaik mungkin adalah bentuk nyata dari bakti kepada kedua orang tua.

Baca juga:  Inovasi Edukasi Seksual di Sekolah Dasar: Lagu dan Gerakan sebagai Sarana Penguatan Pemahaman Anak

Anak-anak yang tampil membacakan hafalan, mengumandangkan adzan, atau memamerkan hasil karya mewarnai mereka, secara tidak langsung sedang belajar satu hal penting: bahwa kerja keras kecil yang mereka lakukan hari itu adalah persembahan untuk membanggakan orang-orang yang selama ini mendampingi dan mendukung mereka di rumah.

Nilai inilah yang oleh mahasiswa KKN diharapkan terus tumbuh, jauh melampaui usainya perlombaan pada sore hari itu.

Hingga acara usai, antusiasme tidak surut. Para orang tua yang sejak awal duduk di barisan penonton tampak setia menyaksikan anak-anak mereka bergantian tampil, sesekali melontarkan tepuk tangan meriah setiap kali seorang peserta menyelesaikan penampilannya dengan baik.

Wajah-wajah anak yang semula tegang berubah menjadi sumringah begitu nama mereka disebut sebagai salah satu peraih piala.

Kegiatan Lomba Gebyar Maulid Nabi ini pun menjadi bukti kecil namun bermakna, bahwa peringatan hari besar keagamaan tidak melulu harus diisi dengan seremoni yang kaku.

Di tangan mahasiswa KKN MIT 22 Posko 204 UIN Walisongo Semarang, momentum itu berhasil diubah menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus sarat nilai, meninggalkan jejak kehangatan di Desa Sumbersari yang mungkin akan terus dikenang oleh anak-anak, hingga mereka tumbuh dewasa kelak.

 

 

Penulis: Tim KKN MIT 22 Posko 204 UIN Walisongo Semarang

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA