Jatengvox.com – Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit. Pesan tersebut dikenalkan mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 86 kepada siswa-siswi kelas 1, 2, dan 3 MI Nurul Huda, Desa Sidokumpul, melalui edukasi dan praktik mencuci tangan pada 19 Agustus 2026 pukul 09.00,
Materi yang diberikan menjelaskan bahwa tangan sering menyentuh berbagai benda dalam aktivitas sehari-hari. Kuman kemudian dapat berpindah dari tangan ke mata, hidung, dan mulut.
Karena itu, mencuci tangan dengan sabun membantu menghilangkan kuman dan menjadi kebiasaan penting untuk menjaga kesehatan.
Edukasi tersebut juga mengenalkan empat waktu penting untuk mencuci tangan, yaitu sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, setelah menggunakan toilet, dan setelah menyentuh sesuatu yang kotor.
Bagi siswa, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan memiliki manfaat sederhana tetapi penting.
Tangan yang bersih dapat membantu mencegah kuman masuk ke tubuh melalui makanan serta membersihkan kotoran yang menempel sebelum tangan digunakan untuk menyentuh makanan.
Mahasiswa KKN Posko 86 kemudian mengajak siswa mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar. Praktik dilakukan menggunakan sabun dan air mengalir dengan mengikuti enam langkah yang diperkenalkan dalam materi.
“Kami tidak hanya ingin siswa mengetahui teori tentang mencuci tangan, tetapi juga mampu mempraktikkannya dengan benar. Melalui praktik langsung, siswa diharapkan lebih mudah memahami dan membiasakan perilaku hidup bersih,” ujar Anis Salsabila
Enam langkah tersebut dimulai dengan membasahi tangan menggunakan air mengalir, kemudian menggunakan sabun secukupnya.
Setelah itu, siswa menggosok telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan kuku. Tangan kemudian dibilas hingga bersih menggunakan air mengalir dan dikeringkan dengan tisu atau pengering yang bersih.
Selain sebelum makan dan setelah menggunakan toilet, siswa juga dikenalkan dengan kondisi lain yang mengharuskan tangan segera dibersihkan.
Materi mencakup kebiasaan mencuci tangan setelah batuk atau bersin serta setelah memegang sampah, membersihkan rumah, berkebun, menyentuh hewan atau kotorannya, dan melakukan aktivitas yang membuat tangan kotor.
Edukasi tersebut tidak hanya menekankan cara mencuci tangan, tetapi juga membangun pemahaman bahwa kebersihan tangan berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari.
Siswa didorong untuk membiasakan mencuci tangan pada waktu yang tepat agar perilaku hidup bersih dapat diterapkan di sekolah maupun di rumah.
“Harapannya, edukasi ini tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Siswa dapat menerapkan kebiasaan mencuci tangan di sekolah maupun di rumah sehingga perilaku hidup bersih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar Hamdan Abrori.
Pesan utama kegiatan dirangkum dalam materi dengan kalimat, “Tangan bersih, kuman pergi! Tubuh sehat, belajar pun jadi semangat!” Materi juga menegaskan bahwa mencuci tangan bukan sekadar kebiasaan, melainkan langkah sederhana untuk melindungi kesehatan.
Melalui edukasi dan praktik tersebut, mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 86 berupaya mengenalkan kebiasaan hidup bersih kepada siswa sejak dini. Pengetahuan mengenai waktu dan cara mencuci tangan diharapkan dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari.
Penulis: KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 86
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar