Lebaran 2026 di Timur Tengah Diperkirakan 20 Maret, Ini Penjelasan Astronom

Senin, 16 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Masyarakat Indonesia mulai penasaran mengenai kapan negara-negara di kawasan Timur Tengah merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Hingga pertengahan Maret ini, pemerintah Indonesia sendiri masih menunggu penetapan resmi melalui sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama.

Sementara itu, sejumlah kajian astronomi dari kawasan Timur Tengah mulai memunculkan prediksi awal terkait tanggal perayaan Idulfitri tahun ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Astronom Prediksi Idulfitri Jatuh 20 Maret

Berdasarkan kajian astronomi di Uni Emirat Arab (UEA), Idulfitri 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Prediksi tersebut berasal dari perhitungan yang dilakukan oleh Emirates Astronomical Society, sebuah lembaga ilmiah yang kerap melakukan pengamatan terkait fenomena astronomi dan kalender Islam.

Baca juga:  Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi UNDIP Jalani Job Training di Perpustakaan Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Ketua organisasi tersebut, Ibrahim Al Jarwan, menjelaskan bahwa Ramadan tahun ini kemungkinan berlangsung selama 30 hari.

Perkiraan itu didasarkan pada analisis posisi bulan serta kondisi langit yang diprediksi kurang mendukung untuk melihat hilal pada malam ke-29 Ramadan.

Ia menyebutkan, visibilitas hilal diperkirakan sangat rendah di sebagian besar wilayah negara Arab.

“Idul Fitri dan awal Syawal kemungkinan jatuh pada Jumat, 20 Maret. Visibilitas hilal diperkirakan rendah pada malam ke-29 Ramadan,” ujarnya seperti dikutip dari The National News, Senin (16/3/2026).

Penentuan Tetap Menunggu Pengamatan Hilal

Meski perhitungan astronomi telah memberikan gambaran awal, penentuan resmi awal bulan Syawal tetap bergantung pada pengamatan hilal.

Di Uni Emirat Arab, komite pemantau hilal dijadwalkan melakukan observasi pada 18 Maret. Pengamatan ini akan menjadi penentu apakah bulan sabit muda sudah dapat terlihat setelah matahari terbenam.

Baca juga:  Manipulasi Konten dan Hoaks Merebak, Pemerintah Dorong Literasi Digital Masyarakat

Jika hilal berhasil terlihat pada pengamatan tersebut, maka 19 Maret akan ditetapkan sebagai 1 Syawal. Artinya, perayaan Idulfitri bisa berlangsung sehari lebih cepat.

Namun apabila hilal tidak terlihat, maka bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari. Dengan kondisi tersebut, Idulfitri diperkirakan jatuh pada 20 Maret 2026.

Mengapa Hilal Kadang Sulit Terlihat?

Dalam kalender Islam, penentuan awal bulan didasarkan pada fase bulan yang diamati secara langsung. Setiap bulan dalam kalender hijriah biasanya berlangsung selama 29 atau 30 hari.

Agar hilal dapat terlihat dengan jelas, terdapat beberapa syarat ilmiah yang harus terpenuhi. Di antaranya, bulan harus sudah “lahir” sebelum matahari terbenam serta memiliki jarak sudut tertentu dari matahari.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Pasang Kaca Cembung di Titik Rawan Desa Peron untuk Tingkatkan Keselamatan Berkendara

Jika posisi bulan terlalu dekat dengan matahari atau terlalu rendah di ufuk, maka hilal akan sulit diamati meskipun secara perhitungan astronomi bulan baru sudah terjadi.

Sementara itu di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Agama masih akan menentukan awal Syawal melalui sidang isbat yang biasanya digelar menjelang akhir Ramadan.

Sidang tersebut menggabungkan dua metode penentuan awal bulan, yaitu perhitungan astronomi (hisab) dan pengamatan hilal secara langsung (rukyat).

Hasil sidang isbat nantinya akan menjadi dasar penetapan resmi Hari Raya Idulfitri bagi umat Islam di Indonesia.

Dengan demikian, meskipun sejumlah negara di Timur Tengah sudah memiliki prediksi awal, kepastian tanggal Lebaran tetap menunggu hasil pengamatan hilal yang dilakukan secara resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemenag Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama Siswa SLB di Bandung
90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi
Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah
Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis
Mahasiswa UNS Sampaikan Aspirasi Langsung ke Wagub Jateng Taj Yasin Usai Kuliah Ramadan
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan
Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret
DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 10:54 WIB

Lebaran 2026 di Timur Tengah Diperkirakan 20 Maret, Ini Penjelasan Astronom

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:01 WIB

Kemenag Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama Siswa SLB di Bandung

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:36 WIB

90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:02 WIB

Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:44 WIB

Mahasiswa UNS Sampaikan Aspirasi Langsung ke Wagub Jateng Taj Yasin Usai Kuliah Ramadan

Berita Terbaru