Kuota Haji Jawa Tengah 2026 Naik Jadi 34.122 Jemaah, Layanan Diminta Lebih Siap

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Kabar baik datang bagi calon jemaah haji asal Jawa Tengah. Pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, kuota jemaah dari provinsi ini resmi mengalami peningkatan signifikan.

Namun, bertambahnya jumlah jemaah tersebut juga diiringi dengan tuntutan kesiapan layanan yang lebih matang agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar dan nyaman.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan, kenaikan kuota tidak boleh hanya menjadi angka di atas kertas, melainkan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan sejak di tanah air hingga di Tanah Suci.

Kuota jemaah haji Jawa Tengah pada tahun 2026 ditetapkan sebanyak 34.122 orang. Jumlah ini meningkat 3.745 orang dibandingkan kuota tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menekankan bahwa peningkatan kuota harus menjadi momentum untuk memperbaiki berbagai aspek penyelenggaraan haji.

Baca juga:  Membangun Karakter Anak, Mahasiswa Semarang Gagas Program Edukasi di Kelurahan Randusari

“Kami harap penyelenggaraan haji 2026 bisa lebih baik lagi, dan kami yakin akan lebih baik,” ujar Taj Yasin saat menerima Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Senin (12/1/2026).

Menurutnya, pengalaman pelaksanaan haji di tahun-tahun sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi, agar persoalan teknis maupun layanan dasar tidak kembali terulang.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah, Fitriyanto, menjelaskan bahwa kuota tersebut terdiri dari beberapa kategori, mulai dari jemaah haji reguler, prioritas lansia, pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), hingga Petugas Haji Daerah dari Jawa Tengah.

Baca juga:  Mendagri Dorong Pembersihan Lumpur Pascabencana Sumatra Dipercepat

Menariknya, hingga Januari 2026, jumlah calon jemaah yang telah melunasi biaya haji justru melampaui kuota yang tersedia.

“Jumlah jemaah yang sudah melakukan pelunasan mencapai 34.518 orang, atau sekitar 102 persen dari kuota,” kata Fitriyanto.

Dengan kondisi tersebut, ia optimistis kuota haji Jawa Tengah dapat terserap sepenuhnya, selama tidak ada kendala seperti jemaah yang sakit, mengundurkan diri, atau faktor teknis lainnya.

Selain soal kuota, penyelenggaraan haji 2026 juga ditandai dengan perubahan mekanisme keberangkatan, khususnya untuk jemaah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Jika pada tahun-tahun sebelumnya seluruh jemaah diberangkatkan melalui Embarkasi Solo di Asrama Haji Donohudan, kini sistemnya dibagi menjadi dua.

Sekitar 81 persen jemaah masih akan berangkat melalui Embarkasi Solo, sementara sisanya—sekitar 25 kelompok terbang (kloter)—akan diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA).

Baca juga:  Ikuti Kegiatan Posyandu, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Cegah Penyakit Sejak Dini

DIY sendiri pada tahun ini ditetapkan sebagai embarkasi mandiri berbasis hotel. Jemaah akan transit di hotel yang telah disiapkan, yakni Hotel Ibis dan Novotel, sebelum terbang menuju Arab Saudi.

Untuk penerbangan, maskapai yang digunakan tetap Garuda Indonesia dengan tipe pesawat Airbus A330 yang memiliki kapasitas sekitar 360 penumpang per penerbangan.

Terkait jadwal, kloter pertama jemaah haji asal Jawa Tengah dijadwalkan mulai bergerak pada 21 April 2026, baik menuju Solo maupun Yogyakarta. Selanjutnya, pada 22 April 2026, jemaah akan diberangkatkan menuju Arab Saudi.

“Insyaallah, keberangkatan kloter pertama dimulai 21 April 2026, dan sehari setelahnya langsung diterbangkan ke Tanah Suci,” pungkas Fitriyanto.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatengvox.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS
RUU Penanggulangan Disinformasi Disorot DPR, Komisi I Minta Pemerintah Lebih Terbuka
Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana
Jawa Tengah Tancap Gas Menuju Swasembada Pangan 2026, Ini Strategi Besarnya
Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Pemerintah Dorong Peran Aktif Daerah dan DPRD
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tekankan Peran Keluarga dalam Pendidikan Karakter Anak
Harga Cabai Rawit Masih Tinggi di Awal 2026, BPS Catat Tren Mulai Melandai
Kemlu Catat Terobosan Diplomasi Perbatasan 2025, Indonesia Perkuat Stabilitas Kawasan

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 06:15 WIB

KPK Ingatkan Risiko Korupsi Penugasan Khusus Pertamina dalam Kerja Sama Energi dengan AS

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:35 WIB

RUU Penanggulangan Disinformasi Disorot DPR, Komisi I Minta Pemerintah Lebih Terbuka

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:12 WIB

Kemenhut Gandeng Yayasan Pertamina, Optimalisasi KHDTK Dorong Hutan Berkelanjutan dan Tangguh Bencana

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:04 WIB

Jawa Tengah Tancap Gas Menuju Swasembada Pangan 2026, Ini Strategi Besarnya

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:40 WIB

Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Pemerintah Dorong Peran Aktif Daerah dan DPRD

Berita Terbaru