Hujan Ekstrem Ancam Panen, Gubernur Jateng Dorong Daerah Segera Ajukan Asuransi Pertanian

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Curah hujan ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah dalam beberapa waktu terakhir mulai memunculkan kekhawatiran serius, terutama di sektor pertanian.

Risiko gagal panen akibat banjir dan genangan air menjadi ancaman nyata bagi petani, khususnya di daerah sentra produksi pangan.

Merespons kondisi tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta pemerintah kabupaten dan kota yang terdampak cuaca ekstrem agar segera mengajukan asuransi gagal panen.

Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk perlindungan bagi petani sekaligus upaya menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah.

Arahan itu disampaikan Luthfi dalam agenda Komitmen Bersama Pencapaian Target Kinerja Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah 2026 yang digelar di The Sunan Hotel, Kota Surakarta, Rabu (14/1/2026).

Baca juga:  Pemprov Jateng Apresiasi Peran FK Metra dan KIM dalam Tangkal Hoaks Digital

Dalam kesempatan tersebut, Luthfi menyebut sejumlah daerah yang terdampak hujan ekstrem, di antaranya Kabupaten Kudus, Pati, dan Jepara.

Banjir yang terjadi di wilayah tersebut tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga menggenangi lahan pertanian warga, sehingga berpotensi mengganggu masa tanam dan panen.

Ia meminta pemerintah kabupaten setempat untuk segera melakukan pendataan luas lahan yang terancam gagal panen, lalu melaporkannya kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, guna proses pengajuan asuransi.

“Pak Frans nanti untuk Kudus, Pati, dan Jepara diminta segera ajukan terkait asuransi gagal panen,” kata Luthfi.

Baca juga:  DWP Jateng Ajak Anggota Belajar Mengatur Keuangan di Tengah Gaya Hidup Kekinian

Menurut Luthfi, cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi merupakan kondisi yang sulit dihindari.

Namun, dampaknya bisa ditekan jika pemerintah daerah memiliki kesiapsiagaan yang baik serta langkah mitigasi yang terukur.

Ia menekankan pentingnya penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan bencana di tingkat kabupaten dan kota.

Mulai dari kecepatan menetapkan status darurat, pembentukan satuan tugas, hingga kesiapan logistik dan layanan dasar bagi masyarakat terdampak.

“Bencana itu tidak bisa kita cegah sepenuhnya, tapi dampaknya bisa kita kelola. Kuncinya ada di kesiapan pemerintah daerah,” ujarnya.

Baca juga:  Produktivitas Pangan Jateng Lampaui Target 2025, Siap Jadi Penopang Swasembada Nasional

Lebih lanjut, Luthfi menegaskan bahwa target ketahanan pangan Jawa Tengah tidak bisa dicapai oleh pemerintah provinsi saja. Dibutuhkan kerja sama erat antara gubernur, bupati, wali kota, hingga seluruh pemangku kepentingan di sektor pangan.

“Tidak bisa dilakukan oleh gubernur seorang. Harus dengan dukungan para bupati dan wali kota,” tegasnya.

Komitmen bersama ini menjadi bagian dari upaya besar Jawa Tengah dalam mewujudkan swasembada pangan pada 2026.

Salah satu target utamanya adalah produksi padi sebesar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG), yang sangat bergantung pada kondisi iklim, kesiapan petani, serta perlindungan terhadap risiko bencana.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KEK dan Kawasan Industri Dongkrak Ekonomi Jawa Tengah 2025, Sumbang 1,87% PDRB
Dokter Spesialis Keliling Jangkau 88 Ribu Warga Jateng, Program Andalan Luthfi–Yasin Mendekati Target
Pemerataan Pendidikan, Pemprov Jateng Prioritaskan Pendirian SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken
Melaju Lampaui Nasional, Ekonomi Jawa Tengah 2025 Tumbuh Impresif di Angka 5,37 Persen
Kemiskinan di Jawa Tengah Terus Menurun, BPS Catat Turun Jadi 9,39 Persen pada September 2025
Jawa Tengah Masih Bebas Virus Nipah, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Warga Tetap Waspada
Ikuti Rakornas 2026, Pemprov Jateng Fokus Swasembada Pangan dan Pertumbuhan Ekonomi
Rumah Inovasi Jateng Siap Diluncurkan, Jadi Pusat Kolaborasi Riset Inklusif di Jawa Tengah

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 05:36 WIB

KEK dan Kawasan Industri Dongkrak Ekonomi Jawa Tengah 2025, Sumbang 1,87% PDRB

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:33 WIB

Dokter Spesialis Keliling Jangkau 88 Ribu Warga Jateng, Program Andalan Luthfi–Yasin Mendekati Target

Selasa, 10 Februari 2026 - 06:08 WIB

Pemerataan Pendidikan, Pemprov Jateng Prioritaskan Pendirian SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken

Sabtu, 7 Februari 2026 - 06:38 WIB

Melaju Lampaui Nasional, Ekonomi Jawa Tengah 2025 Tumbuh Impresif di Angka 5,37 Persen

Jumat, 6 Februari 2026 - 06:12 WIB

Kemiskinan di Jawa Tengah Terus Menurun, BPS Catat Turun Jadi 9,39 Persen pada September 2025

Berita Terbaru