Jatengvox.com – Kendal, 25 Juli 2025 — Posyandu Remaja di Desa Pidodo Kulon kembali beroperasi secara rutin dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Mahasiswa dari Program Pengabdian Masyarakat (KKN) UIN Walisongo Posko 17 turut berperan aktif dalam kegiatan ini.
Bertempat di Balai Desa Pidodo Kulon, sejumlah pemuda setempat antusias menghadiri kegiatan untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka.
Konseling singkat, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran tinggi dan berat badan, serta pendaftaran menjadi langkah awal dalam prosedur Posyandu Remaja.
Koordinator Posyandu Remaja, Aminah Suryani, menjelaskan bahwa tujuan ganda program ini adalah memantau perkembangan dan pertumbuhan remaja sekaligus menyediakan forum untuk kegiatan kesehatan yang konstruktif.
“Hanya sedikit yang ikut pada awal 2022, tapi sekarang lebih banyak yang bergabung karena anak-anak menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan dan bahkan membawa teman-teman mereka,” katanya.
Salah satu peserta, Anisa Putri Lestari, menyatakan bahwa ia bergabung dengan Posyandu Remaja untuk belajar lebih banyak tentang kesehatannya, terutama karena ia memiliki riwayat anemia.
“Mengetahui tinggi dan berat badan saya, terlepas dari kondisi kesehatan saya, adalah suatu keuntungan,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Kalula Maharani, yang mengatakan bahwa dapat berkumpul dan mengantre bersama teman-temannya adalah bagian paling menyenangkan dari kegiatan kesehatan ini.
Program ini mendapatkan sentuhan khas berkat kehadiran mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 17. Mereka membantu dalam kegiatan sosialisasi dan promosi melalui media sosial dan kelompok desa, selain pengumpulan data dan edukasi kesehatan.
Salah satu anggota KKN, Luthfiyah Ardiyanti, menyampaikan, “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berlangsung selama periode KKN, tetapi juga menjadi program yang populer di kalangan remaja.”
Posyandu Remaja di Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, menjadi contoh nyata bagaimana kegiatan sederhana dapat membuat perbedaan besar dalam meningkatkan kesadaran kesehatan sejak dini.
Bahkan, kegiatan ini turut mempromosikan makanan lokal sehat seperti lemper, martabak, dan puding sebagai camilan sehat.
Editor : Murni A