Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Semarang Posko 10 dusun Jurang Belik, Desa Mlilir, Kecamatan Bandungan mendukung kegiatan sosialisasi cegah kebakaran oleh Damkar di MI Mlilir dengan berpartisipasi mendampingi siswa MI Mlilir pada Selasa, 22 Juli 2025.
“Saya sangat mendukung kegiatan ini, karena kita tidak bisa lepas dengan hal-hal yang berkaitan dengan api, dengan memahami pencegahan kebakaran kita dapat melindungi diri sendiri.” Ujar Saniyah selaku Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo.
Sosialisasi cegah kebakaran menjadi penting, karena dalam kehidupan sehari-hari seringkali mengabaikan hal-hal yang menjadi emicu kebakaran.
Kegiatan diawali dengan sambutan oleh kepala sekolah MI Mlilir yakni Nur Kholis. Kepala sekolah menyambut baik Damkar dan pendampingan dari Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 10, sekaligus mendukung penuh Sosialisasi Cegah Kebakaran oleh Damkar.
” Terimakasih atas kehadiran Tim Damkar dan Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang, kegiatan ini sangat penting untuk memahami bahayanya kebakaran, sehingga dapat melindungi diri sendiri.” Ujar Nur Kholis
Begitupun dengan Sasongko, selaku perwakilan tim Damkar dalam menyampaikan materi dan praktik.
“Saya sangat setuju dengan bapak kepala sekolah, bahwa memahami bahayanya kebakaran itu sangatlah penting, ada suatu saat tertentu mendorong kita untuk bisa mencegah sendiri. Jadi kita perlu memahami pencegahan kebakaran.” Ujar Sasongko sebagai Tim Damkar.
Materi sosialisasi menjelaskan beberapa hal di antaranya, pertama, Tugas Damkar yang tidak sekadar menangani kebakaran, tapi juga bertugas mengevakuasi pohon tumbang di jalan, hewan liar seperti ular, sekaligus mengevakuasi korban hanyut di sungai.
Kedua, menjelaskan penyebab kebakaran, seperti Putung rokok, Kompor, dan Konsleting listrik.
Ketiga, mejelaskan proses terjadinya api yakni dari 3 unsur pembentuk api di antaranya, bahan bakar, panas, dan oksigen.
Keempat, menjelaskan penjegahan kebakaran sekaligus cara mengevakuasi hewan liar, seperti ketika kebakaran berasal dari selang gas maka yang harus dilakukan adalah menutup selang dengan rapat.
Kelima, menjelaskan cara memakai alat pemadam kebakaran seperti APAR. Dan terakhir, diakhiri dengan permainan.
Siswa MI Mlilir sangat antusias mengikuti sosialisasi cegah kebakaran, karena tim Damkar tidak hanya sekadar menyampaikan teori tapi juga praktik secara langsung cara mencegah kebakaran dan mengevakuasi hewan liar.
“Asyik! Kak saya sangat senang dengan kegiatan ini.” Ujar Angel salah satu siswa kelas 3 MI Mlilir.
Dengan antusias yang dimiliki oleh siswa tentu menjadi sebuah harapan besar agar mereka dapat memahami pencegahan kebakaran.
Farida Putri Ramadhani /Posko 10 KKN MIT UIN Walisongo Semarang