Jatengvox.com – Desa Tegalontar memiliki beragam potensi kuliner lokal, mulai dari pukis, rempeyek, tempe kripik, kamir, cucur, donat, hingga berbagai jajanan rumahan.
Produk-produk tersebut tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga menyimpan cerita dan potensi ekonomi bagi masyarakat desa.
Melihat peluang tersebut, KKN Tim II UNDIP Harsa Tegalontar Tahun 2026 menghadirkan program multidisiplin “Tegalontar Go Digital: Transformasi UMKM Kuliner melalui Penguatan Kapasitas Pelaku Usaha, Digitalisasi Pemasaran, Branding, dan Tata Kelola Bisnis Berkelanjutan.”
Program ini mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital sekaligus memperkuat identitas dan tata kelola usaha yang ada.
Program tersebut dilakukan dalam bentuk pendampingan dari rumah ke rumah pelaku UMKM yang ada di setiap dusun di Desa Tegalontar. Pendampingan yang dilakukan meliputi pengenalan toko online, pembayaran digital menggunakan QRIS, fotografi produk, serta strategi pemasaran digital.
Pelaku usaha juga didampingi dalam pembuatan atau pembaruan logo dan penyusunan deskripsi produk agar lebih informatif. Konsep cultural branding turut diperkenalkan dengan mengangkat cerita, bahan khas, maupun perjalanan usaha sebagai identitas produk lokal.
Digitalisasi juga diperluas melalui Google Maps, sehingga lokasi usaha dapat ditemukan dengan lebih mudah oleh konsumen dari dalam maupun luar desa. Di sisi pemerintahan, informasi UMKM didata dan diverifikasi untuk dioptimalkan pada website Pemerintah Desa Tegalontar.
Website desa diharapkan tidak hanya menjadi sumber informasi pemerintahan tetapi juga menjadi etalase digital produk lokal.
Selain pemasaran, penguatan kapasitas UMKM dilakukan melalui pencatatan keuangan sederhana dan pendampingan administrasi Nomor Induk Berusaha (NIB).
Pelaku usaha diajak membiasakan pencatatan pemasukan dan pengeluaran agar kondisi keuangan bisnis dapat dipantau dengan lebih baik.
Melalui Tegalontar Go Digital, KKN Tim II UNDIP Harsa Tegalontar Tahun 2026 berupaya membawa produk lokal dari rumah ke rumah hingga layar ke layar agar potensi, cerita, dan kerja keras UMKM Tegalontar dapat dikenal lebih luas.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar