Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 14 UIN Walisongo Semarang melakukan kunjungan kepada salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun Kaliulo, Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengenal lebih dekat potensi usaha masyarakat sekaligus menggali berbagai produk lokal yang memiliki keunikan dan nilai ekonomi.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa KKN Posko 14 bertemu dengan Ibu Arianti, pemilik usaha Fajrin Snack yang telah dirintis sejak 2019.

Usaha yang berlokasi di Dusun Kaliulo tersebut menyediakan berbagai macam makanan, baik makanan berat maupun makanan ringan, sesuai dengan pesanan pelanggan.
Salah satu produk Fajrin Snack yang menarik perhatian mahasiswa adalah gendar, makanan tradisional yang dibuat dari beras dengan menggunakan air bleng atau air belerang alami.
Keunikan gendar produksi Fajrin Snack terletak pada penggunaan air bleng yang diperoleh langsung dari sumber mata air belerang yang berada di Dusun Kaliulo.
Proses pembuatan gendar dilakukan secara bertahap dan masih mempertahankan cara pengolahan tradisional.
Air bleng terlebih dahulu dididihkan, kemudian beras yang telah dicuci dimasukkan ke dalam air tersebut. Beras kemudian dimasak hingga lunak sebelum ditanak dengan cara dikukus sampai matang.
Setelah matang, beras ditumbuk hingga menjadi adonan yang kemudian diratakan. Adonan tersebut dibiarkan hingga dingin sebelum dipotong sesuai ukuran. Setelah melalui proses tersebut, gendar siap disajikan.
Gendar yang diproduksi Fajrin Snack tersedia dalam dua jenis, yaitu gendar basah dan gendar kering atau yang dikenal sebagai kerupuk gendar.
Gendar basah umumnya dapat disajikan sebagai makanan dengan berbagai pelengkap, salah satunya gendar pecel.
Untuk gendar pecel, harga yang ditawarkan cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000 per porsi, tergantung pesanan pelanggan.
Harga tersebut membuat makanan tradisional ini tetap dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati produk Fajrin Snack atau melakukan pemesanan, usaha tersebut menerima berbagai pesanan makanan berat maupun makanan ringan.
Pemesanan dapat dilakukan dengan menghubungi Fajrin Snack yang beralamat di Dusun Kaliulo, Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang.
Kunjungan mahasiswa KKN Posko 14 tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenal proses produksi UMKM, tetapi juga memperlihatkan bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Pemanfaatan sumber daya lokal berupa air bleng sebagai bagian dari proses pembuatan gendar menjadi salah satu ciri khas yang membedakan produk tersebut dari olahan sejenis.
Ibu Arianti menyampaikan rasa senangnya atas kunjungan mahasiswa KKN Posko 14 UIN Walisongo Semarang ke usaha yang telah dirintisnya selama beberapa tahun.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM dan membantu masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin mengenal serta menghargai produk makanan tradisional yang ada di daerah.
“Saya merasa senang dengan adanya kunjungan dari mahasiswa KKN. Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini, usaha kecil seperti kami bisa semakin dikenal dan terus berkembang,” ujar Ibu Arianti.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian mahasiswa KKN Posko 14 UIN Walisongo Semarang terhadap keberadaan UMKM lokal.
Melalui pengenalan dan publikasi potensi usaha masyarakat, diharapkan produk-produk khas Dusun Kaliulo dapat semakin dikenal, tidak hanya oleh masyarakat sekitar, tetapi juga oleh masyarakat yang lebih luas.
Keberadaan Fajrin Snack menunjukkan bahwa makanan tradisional dengan bahan dan proses yang sederhana tetap memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Gendar berbahan air bleng khas Kaliulo menjadi salah satu contoh kekayaan kuliner lokal yang layak untuk terus dijaga, dikenalkan, dan dikembangkan sebagai bagian dari potensi ekonomi masyarakat Desa Klepu.
Penulis: Tim KKN Posko 14 UIN Walisongo
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar