Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro sukses menuntaskan program digitalisasi pemberdayaan UMKM di Desa Cibiyuk, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang.
Sebanyak 10 lokasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini telah berhasil didaftarkan ke Google Maps, memudahkan akses bagi konsumen untuk menemukan lokasi usaha tersebut secara digital.
Program ini digagas sebagai solusi atas minimnya visibilitas digital pelaku usaha di desa tersebut. Selama ini, sebagian besar UMKM di Desa Cibiyuk, seperti warung kelontong hingga jasa rumahan, hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Padahal, usaha-usaha ini merupakan penopang kebutuhan sehari-hari warga setempat.
Ketua KKN R Tim II Desa Cibiyuk, Suryo Nugroho, menyatakan bahwa hambatan utama pelaku UMKM bukan pada kualitas produk, melainkan ketiadaan jejak digital.

“Produk dan jasa yang ditawarkan UMKM di sini sebenarnya bagus dan dibutuhkan warga, tetapi keberadaannya nyaris tidak terjejak secara digital. Begitu kami mengecek, banyak yang bahkan belum pernah muncul satu kali pun di Google Maps. Dari situ kami tergerak membantu para pelaku usaha menitikkan lokasi mereka, agar keberadaannya benar-benar bisa ditemukan, bukan sekadar diketahui dari mulut ke mulut,” ujar Suryo.
Proses digitalisasi dilakukan melalui dua tahap. Pertama, mahasiswa melakukan survei lapangan selama satu hari untuk mendata alamat, jenis usaha, identitas pemilik, nomor telepon, dan jam operasional.
Tahap berikutnya adalah verifikasi data dan input lokasi ke Google Maps yang memakan waktu tiga hingga lima hari. Tim bahkan turun langsung ke lapangan untuk memastikan koordinat yang tertera presisi.

Kepala Desa Cibiyuk, Karsidi, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai program ini membuka wawasan warga akan pentingnya pemasaran digital.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa KKN. Selama ini UMKM di desa kami memang jalan apa adanya, jarang dipikirkan serius karena warga sibuk bertani. Lewat program penitikan di Google Maps ini, mata kami jadi terbuka bahwa usaha-usaha kecil ini ternyata punya nilai yang layak diperjuangkan. Semoga apa yang sudah dirintis mahasiswa bisa terus dijaga dan dikembangkan warga secara berkelanjutan,” tutur Karsidi.
Langkah digitalisasi ini diharapkan menjadi strategi pemasaran berkelanjutan yang mampu mengangkat skala ekonomi UMKM di Desa Cibiyuk, sekaligus memberikan panggung bagi usaha lokal agar lebih dikenal masyarakat luas.
Penulis/Reporter: Anindiva Syaibina
NIM : 14030123120001
Kontak Media : @cibiyukukuruyuk/ desacibiyukkkn@gmail.com
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar