ESDM dan BMKG Ingatkan Potensi Bencana Susulan di Sumatera, Mitigasi Harus Diperkuat Segera

Minggu, 30 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Serangkaian longsor dan banjir yang melanda beberapa wilayah di Sumatera dalam beberapa hari terakhir membuat pemerintah pusat kembali menyoroti pentingnya kesiapsiagaan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa ancaman bencana masih jauh dari selesai, terutama dengan cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung dalam waktu dekat.

Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengatakan analisis awal menunjukkan bahwa bencana yang terjadi bukan hanya dipicu kondisi alam, tetapi juga faktor kerentanan wilayah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Curah hujan ekstrem menjadi pemicu, tetapi tingginya kerentanan akibat lereng curam serta pengelolaan lahan yang belum optimal memperbesar risiko. Penguatan mitigasi harus segera dilakukan,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

Baca juga:  Pamitan Penuh Haru Mahasiswa KKN Posko 05 UIN Walisongo Semarang di Desa Pamriyan

Dalam pernyataannya, Lana menyebut ada lima kabupaten yang menjadi perhatian: Humbang Hasundutan, Agam, Mandailing Natal, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara.

Seluruh wilayah ini memiliki karakter serupa—topografi berbukit hingga pegunungan dan pemukiman yang berada dekat lereng curam.

Pada kejadian di Sumatera Utara, tim Badan Geologi mencatat lokasi longsor berada di area perbukitan terjal yang mengelilingi Kota Sibolga.

Wilayah tersebut memang sudah lama masuk kategori potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi, sehingga intensitas hujan sedikit saja bisa memicu longsor besar.

Lana menegaskan bahwa daerah dengan karakter seperti ini membutuhkan perhatian khusus, mulai dari identifikasi tanda awal longsor, jalur evakuasi yang jelas, hingga perbaikan drainase di kawasan rawan.

Baca juga:  Peralihan Musim Hujan 2025-2026, BMKG Prediksi Hujan Lebat di Banyak Daerah

Sejalan dengan itu, BMKG menyampaikan bahwa kondisi atmosfer di Sumatera belum menunjukkan tanda-tanda stabil.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Bibit Siklon Tropis 95B yang terbentuk sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh masih berpotensi memperparah cuaca.

Bibit siklon tersebut meningkatkan intensitas hujan dan angin kencang di beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau.

Selain itu, keberadaan Mesoscale Convective Complex (MCC) di Samudra Hindia bagian barat Sumatra juga berpotensi menghasilkan hujan sangat lebat dengan durasi panjang.

Baca juga:  Wajib Daftar NIK KTP untuk Beli LPG 3 Kg Mulai 2026, Siapa Saja yang Sebenarnya Berhak?

“Sistem ini bisa berdampak pada Mandailing Natal dan sebagian besar Sumatera Barat. Risiko bencana susulan masih terbuka. Pastikan jalur evakuasi siap dan pemantauan lapangan diperketat,” kata Faisal.

Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG meminta pemerintah daerah memperkuat koordinasi dan memastikan kesiapan mitigasi bencana.

Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal di area rawan pergerakan tanah atau dekat aliran sungai.

Perubahan cuaca yang cepat dalam beberapa tahun terakhir, menurut pakar, bukan hanya akibat faktor suasana global, tetapi juga karena semakin padatnya pemukiman di area tidak ideal serta pengelolaan ruang yang belum sepenuhnya terpola.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026
Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam
Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo
Tunjukkan Kiprah Nyata melalui Inovasi Berkelanjutan Terobosan Pertama di Indonesia, Srikandi Jasa Marga Raih Anugerah Kartini Infrastruktur 2026
KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek
Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Kantor Cabang Khusus Tampil Beda dengan Pakaian Nasional
E-Wallet Makin Jadi Andalan: Cara Kerja, Tren Pengguna, dan Biayanya
Inaugurasi Horison IJ Kudus, Hadir Sebagai Ikon Baru Business & Lifestyle di Kota Kretek

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 22:03 WIB

BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam

Kamis, 23 April 2026 - 20:03 WIB

Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo

Kamis, 23 April 2026 - 19:03 WIB

KAI Terapkan Sistem Kelistrikan Berlapis untuk Menjamin Keandalan Operasional LRT Jabodebek

Kamis, 23 April 2026 - 19:03 WIB

Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Kantor Cabang Khusus Tampil Beda dengan Pakaian Nasional

Berita Terbaru