Realisasi Investasi Jawa Tengah 2025 Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tembus Rp88,5 Triliun

Rabu, 21 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Provinsi Jawa Tengah mencatatkan sejarah baru dalam pencapaian investasi.

Sepanjang Januari hingga Desember 2025, realisasi investasi di wilayah ini menembus angka Rp88,50 triliun, tertinggi sepanjang sejarah Jawa Tengah.

Data tersebut dirilis Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 15 Januari 2026.

Capaian ini sekaligus menegaskan posisi Jawa Tengah sebagai salah satu daerah tujuan investasi paling kompetitif di Indonesia, baik bagi investor dalam negeri maupun asing.

Tak hanya dari sisi nilai, lonjakan investasi tersebut juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi.

Sepanjang 2025, tercatat 105.078 proyek yang terealisasi dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.

Dari total realisasi investasi Rp88,50 triliun, porsi terbesar berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp37,64 triliun.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyebut capaian tersebut merupakan buah dari konsistensi pemerintah daerah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Baca juga:  Ikuti Rakornas 2026, Pemprov Jateng Fokus Swasembada Pangan dan Pertumbuhan Ekonomi

“Kami menempatkan diri sebagai manager marketing investasi. Tugas kami memastikan kepastian hukum, keamanan, dan kemudahan berusaha. Investor harus merasa nyaman ketika menanamkan modalnya di Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi.

Menurutnya, kepercayaan investor tidak datang secara instan, melainkan dibangun melalui stabilitas daerah, pelayanan perizinan yang cepat, serta komunikasi aktif antara pemerintah dan pelaku usaha.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, capaian investasi Jawa Tengah mengalami lonjakan yang cukup tajam.

Pada 2024, realisasi investasi tercatat sebesar Rp68,67 triliun. Angka tersebut melonjak menjadi Rp88,50 triliun pada 2025, atau meningkat Rp19,83 triliun (28,88 persen).

Gubernur Ahmad Luthfi menilai, kenaikan ini tidak lepas dari percepatan perizinan, penguatan kawasan industri, serta sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

“Kami bergerak cepat memangkas hambatan birokrasi dan memastikan proyek berjalan tepat waktu. Itu yang dicari investor,” katanya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengungkapkan bahwa kontribusi investasi pada 2025 tersebar di sejumlah daerah strategis.

Baca juga:  Solidaritas Kemanusiaan: Berbagai Komunitas Jawa Tengah Bantu Korban Bencana Sumatera melalui Dompet Dhuafa

Lima daerah dengan realisasi investasi terbesar di Jawa Tengah adalah:

Kabupaten Kendal: Rp15,86 triliun

Kota Semarang: Rp11,15 triliun

Kabupaten Demak: Rp9,06 triliun

Kabupaten Batang: Rp6,73 triliun

Kabupaten Semarang: Rp4,38 triliun

Menurut Sakina, pemerataan investasi mulai terlihat, khususnya di wilayah Pantura dan kawasan industri terintegrasi.

“Kendal, Batang, dan Demak menunjukkan bahwa pengembangan kawasan industri yang terencana mampu menarik investor besar sekaligus membuka lapangan kerja,” jelasnya.

Dari sisi sektor usaha, investasi di Jawa Tengah pada 2025 masih didominasi oleh industri pengolahan. Lima sektor terbesar meliputi:

Industri barang dari kulit dan alas kaki: Rp11,37 triliun

Industri mesin, elektronik, dan peralatan presisi: Rp9,70 triliun

Industri karet dan plastik: Rp8,96 triliun

Industri tekstil: Rp7,97 triliun

Perumahan, kawasan industri, dan perkantoran: Rp7,47 triliun

Dominasi sektor manufaktur ini dinilai memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai basis industri nasional, terutama industri padat karya dan hilirisasi.

Baca juga:  BKOW Jateng Dorong Ormas Perempuan Kuasai Perencanaan dan Anggaran untuk Pembangunan yang Inklusif

“Kami mendorong agar investasi memberi dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Sakina.

Berdasarkan negara asal PMA, lima penanam modal terbesar di Jawa Tengah pada 2025 berasal dari:

Hong Kong: Rp12,92 triliun

Singapura: Rp11,43 triliun

Republik Rakyat Tiongkok: Rp10,13 triliun

Korea Selatan: Rp4,96 triliun

Samoa Barat: Rp2,96 triliun

Masuknya investor dari berbagai negara tersebut menunjukkan daya saing Jawa Tengah di mata global kian menguat.

Menariknya, pertumbuhan investasi tidak hanya terjadi pada skala besar. Sepanjang 2025, realisasi investasi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Jawa Tengah mencapai Rp22,143 triliun, meningkat sekitar 12 persen dibandingkan 2024.

Rinciannya, investasi usaha kecil mencapai Rp7,929 triliun, sementara usaha mikro sebesar Rp14,214 triliun.

Menurut Sakina, capaian ini menegaskan bahwa iklim investasi Jawa Tengah inklusif dan memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KEK dan Kawasan Industri Dongkrak Ekonomi Jawa Tengah 2025, Sumbang 1,87% PDRB
Dokter Spesialis Keliling Jangkau 88 Ribu Warga Jateng, Program Andalan Luthfi–Yasin Mendekati Target
Pemerataan Pendidikan, Pemprov Jateng Prioritaskan Pendirian SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken
Melaju Lampaui Nasional, Ekonomi Jawa Tengah 2025 Tumbuh Impresif di Angka 5,37 Persen
Kemiskinan di Jawa Tengah Terus Menurun, BPS Catat Turun Jadi 9,39 Persen pada September 2025
Jawa Tengah Masih Bebas Virus Nipah, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Warga Tetap Waspada
Ikuti Rakornas 2026, Pemprov Jateng Fokus Swasembada Pangan dan Pertumbuhan Ekonomi
Rumah Inovasi Jateng Siap Diluncurkan, Jadi Pusat Kolaborasi Riset Inklusif di Jawa Tengah

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 05:36 WIB

KEK dan Kawasan Industri Dongkrak Ekonomi Jawa Tengah 2025, Sumbang 1,87% PDRB

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:33 WIB

Dokter Spesialis Keliling Jangkau 88 Ribu Warga Jateng, Program Andalan Luthfi–Yasin Mendekati Target

Selasa, 10 Februari 2026 - 06:08 WIB

Pemerataan Pendidikan, Pemprov Jateng Prioritaskan Pendirian SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken

Sabtu, 7 Februari 2026 - 06:38 WIB

Melaju Lampaui Nasional, Ekonomi Jawa Tengah 2025 Tumbuh Impresif di Angka 5,37 Persen

Jumat, 6 Februari 2026 - 06:12 WIB

Kemiskinan di Jawa Tengah Terus Menurun, BPS Catat Turun Jadi 9,39 Persen pada September 2025

Berita Terbaru