Gubernur Jateng Minta Kepala Daerah Turun Langsung Tangani Bencana, Perkuat Koordinasi Hingga Tingkat Desa

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Menjelang puncak musim hujan, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh wilayah di provinsinya.

Dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana yang digelar di kantornya, Selasa (18/11/2025), Luthfi meminta bupati dan wali kota tidak hanya mengawasi dari jauh, tetapi turun langsung memimpin penanganan ketika bencana terjadi.

Menurutnya, langkah cepat dan responsif dari kepala daerah sangat menentukan keselamatan warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketika bencana terjadi, kepala daerah harus hadir dan memimpin di lapangan. Jangan menunggu instruksi dari provinsi,” tegasnya dalam forum yang juga dihadiri perwakilan BNPB, TNI, Polri.

Baca juga:  Dishub Jateng Targetkan Integrasi Transportasi Menjangkau Desa pada 2027

Luthfi menilai bahwa penanganan bencana tak bisa diserahkan sepenuhnya kepada BPBD. Kementerian, dinas-dinas teknis, hingga pemerintah kabupaten/kota harus bersinergi dan bergerak dalam satu komando.

Ia mengingatkan bahwa sektor pemerintahan sering kali terjebak pada egosektoral, padahal mitigasi bencana membutuhkan kerja kolektif.

“Penanggulangan bencana adalah urusan bersama. Kita harus memastikan semua unsur berjalan terpadu. Prioritasnya jelas: keselamatan masyarakat,” katanya.

Pemprov Jawa Tengah sendiri telah menyiapkan Bantuan Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp20 miliar yang dapat dialokasikan untuk daerah terdampak. Luthfi berharap dengan kesiapan anggaran, proses tanggap darurat hingga pemulihan bisa berlangsung lebih cepat.

Dalam rakor tersebut, Gubernur meminta setiap daerah melakukan pemetaan ulang titik rawan bencana.

Baca juga:  Pemerataan Pendidikan, Pemprov Jateng Prioritaskan Pendirian SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken

Langkah ini dianggap krusial karena kondisi geografis Jawa Tengah terus berubah, baik akibat pembangunan maupun dinamika lingkungan.

Beberapa wilayah disebut memiliki potensi cukup besar terhadap banjir, seperti Semarang, Demak, Jepara, Pekalongan, dan Cilacap.

Selain itu, kawasan rawan longsor seperti Banjarnegara, Purbalingga, Wonosobo, Kebumen, Karanganyar, hingga Cilacap diminta memperketat monitoring lapangan.

“Semua titik rawan harus di-review. Pastikan tahu mana jalur air, kontur rawan longsor, dan area yang perlu segera diamankan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan SDM, sarpras, hingga logistik, termasuk sistem peringatan dini yang harus menjangkau desa-desa.

Baca juga:  Polres Kendal dan BPBD Kendal Terus Lakukan Pencarian Mahasiswa KKN UIN Walisongo yang Hanyut di Sungai Getas

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, yang turut hadir dalam rakor tersebut, mengapresiasi langkah proaktif Gubernur Luthfi.

Menurutnya, koordinasi seperti ini penting dilakukan sebelum bencana benar-benar terjadi, sehingga respons di lapangan bisa lebih terarah dan komprehensif.

Catatan BNPB menunjukkan, sejak Januari hingga November 2025, Jawa Tengah mengalami 2.704 kejadian bencana. Mulai dari banjir, longsor, angin kencang, gempa bumi, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Angka ini menjadi pengingat bahwa Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan tingkat kerawanan tinggi, sehingga kewaspadaan harus terus dijaga.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pemprov Jateng Ubah Skema Pengelolaan Aset demi Tingkatkan PAD
Balik Rantau Gratis 2026 Dibuka, Pemprov Jateng Siapkan Bus dan Kereta untuk 3.700 Pemudik
Program Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Dibuka, Ratusan Bus dan Kereta Disiapkan dari Jakarta dan Bandung
Jateng–BRIN Siapkan Energi Surya 5 MW untuk Karimunjawa, Dorong Listrik Stabil dan Air Bersih
Jelang Idulfitri 1447 H, Pemprov Jateng Sidak Pasar Raya Salatiga Pastikan Harga Stabil dan Pangan Aman
Gubernur Jateng Dorong Penguatan Kampung Bersinar, Jateng Pertegas Perang Lawan Narkoba
Gubernur Ahmad Luthfi Turun Tangan Bersihkan Pantai Batang, Dorong Jateng Menuju Zero Waste 2029
Jateng Genjot Pemanfaatan RDF, Taj Yasin Dorong Industri Serap Olahan Sampah Jadi Energi

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 10:30 WIB

Pemprov Jateng Ubah Skema Pengelolaan Aset demi Tingkatkan PAD

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:56 WIB

Balik Rantau Gratis 2026 Dibuka, Pemprov Jateng Siapkan Bus dan Kereta untuk 3.700 Pemudik

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:32 WIB

Program Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Dibuka, Ratusan Bus dan Kereta Disiapkan dari Jakarta dan Bandung

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:12 WIB

Jateng–BRIN Siapkan Energi Surya 5 MW untuk Karimunjawa, Dorong Listrik Stabil dan Air Bersih

Rabu, 4 Maret 2026 - 06:17 WIB

Jelang Idulfitri 1447 H, Pemprov Jateng Sidak Pasar Raya Salatiga Pastikan Harga Stabil dan Pangan Aman

Berita Terbaru