Target Satu Desa Satu Perpustakaan, Bunda Literasi Jateng Dorong Gerakan Baca hingga Akar Rumput

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Budaya membaca di Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif. Namun bagi Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, capaian tersebut belum cukup.

Masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan: memastikan setiap desa dan kelurahan memiliki perpustakaan sebagai pusat gerakan literasi masyarakat.

Komitmen itu disampaikan Nawal usai menghadiri Rapat Koordinasi Bunda Literasi Jawa Tengah 2026 bertema “Sinergi Bunda Literasi untuk Jawa Tengah Maju Berkelanjutan” di Grhadika Bhakti Praja, Selasa (10/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam forum tersebut, ia menegaskan pentingnya penguatan perpustakaan desa sebagai fondasi membangun generasi pembelajar.

Saat ini, Jawa Tengah telah memiliki 7.621 perpustakaan desa dan kelurahan.

Baca juga:  Kementerian PPPA Dorong Kampus Jadi Ruang Aman dari Kekerasan, 77 Persen Kasus Belum Tersentuh Hukum

Angka itu memang cukup besar, namun belum sepenuhnya merata. Target berikutnya jelas: satu desa atau kelurahan, satu perpustakaan.

Jumlah desa dan kelurahan di Jawa Tengah mencapai 8.563. Artinya, masih ada ratusan wilayah yang perlu didorong agar memiliki fasilitas perpustakaan.

“Harapannya di 8.563 desa/kelurahan di Jawa Tengah ini ada satu perpustakaannya. Saat ini ada di angka 7.621 perpustakaan, harapannya nanti setiap desa/kelurahan memiliki perpustakaan,” ujar Nawal.

Menurutnya, keberadaan perpustakaan bukan sekadar bangunan dengan rak buku. Lebih dari itu, perpustakaan desa harus menjadi ruang hidup—tempat anak-anak menemukan mimpi, remaja mengasah wawasan, dan orang dewasa meningkatkan keterangan.

Baca juga:  Pemerintah Tetapkan Gaji PPPK Paruh Waktu 2025, Simak Besarannya

Ekosistem literasi di Jawa Tengah sebenarnya sudah cukup kuat. Selain ribuan perpustakaan desa dan kelurahan, terdapat pula:

36 perpustakaan daerah tingkat kabupaten/kota dan provinsi

22.388 perpustakaan sekolah (SD, SMP, SMA)

1.425 perpustakaan khusus, termasuk di instansi daerah, rumah ibadah, lembaga pemasyarakatan, hingga komunitas masyarakat

Setiap jenis perpustakaan memiliki segmen pembaca yang berbeda. Perpustakaan sekolah menyasar pelajar, perpustakaan khusus menjangkau kelompok tertentu, sementara perpustakaan desa menjadi simpul literasi yang paling dekat dengan masyarakat.

Jika seluruh komponen ini bergerak secara masif dan terintegrasi, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) diyakini akan terus meningkat.

Baca juga:  Warga Dusun Surak dan Mahasiswa KKN Gotong Royong Bangun Talut di Area Makam

Berdasarkan data Perpustakaan Nasional, TGM masyarakat Jawa Tengah naik dari 71,31 persen pada 2023 menjadi 73,91 persen pada 2024. Bahkan pada 2023, Jawa Tengah menempati peringkat kedua nasional dalam tingkat kegemaran membaca.

Capaian ini menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh.

Penguatan literasi tidak berhenti di perpustakaan formal. Di banyak desa, gerakan membaca justru tumbuh dari komunitas kecil yang konsisten bergerak.

Saat ini tercatat ada 1.297 Taman Baca Masyarakat (TBM) di seluruh Jawa Tengah. TBM digerakkan oleh pegiat literasi, relawan, dan komunitas yang secara swadaya menyediakan ruang baca bagi warga.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge
Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan
Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia
Jaga Keselamatan Perjalanan, Seluruh Pekerja LRT Jabodebek Jalani Medical Check-Up
Biosolar Dianggap Murahan? Justru Ini yang Dilakukan Pemilik SUV Diesel Cerdas Saat Harga Dexlite Meledak 70%
Dari Rollerblade hingga Kairo: Bagaimana 13 Anak di Rumah Singgah Menginspirasi Gerakan Sosial Baru Smart Salary
Tempat para pelari lahir, berkumpul, dan berkembang. “ALPEN RUN,” sebuah merek komunitas lari baru yang diluncurkan oleh Alpen, akan membuka toko pertamanya di Taman Meiji Metropolitan Tokyo pada hari Jumat, 24 April.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 15:03 WIB

KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan

Senin, 20 April 2026 - 13:03 WIB

Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia

Senin, 20 April 2026 - 12:03 WIB

Jaga Keselamatan Perjalanan, Seluruh Pekerja LRT Jabodebek Jalani Medical Check-Up

Berita Terbaru