Target Satu Desa Satu Perpustakaan, Bunda Literasi Jateng Dorong Gerakan Baca hingga Akar Rumput

waktu baca 2 menit
Rabu, 11 Feb 2026 12:02 15 jatengvox

Jatengvox.com – Budaya membaca di Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif. Namun bagi Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, capaian tersebut belum cukup.

Masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan: memastikan setiap desa dan kelurahan memiliki perpustakaan sebagai pusat gerakan literasi masyarakat.

Komitmen itu disampaikan Nawal usai menghadiri Rapat Koordinasi Bunda Literasi Jawa Tengah 2026 bertema “Sinergi Bunda Literasi untuk Jawa Tengah Maju Berkelanjutan” di Grhadika Bhakti Praja, Selasa (10/2/2026).

Dalam forum tersebut, ia menegaskan pentingnya penguatan perpustakaan desa sebagai fondasi membangun generasi pembelajar.

Saat ini, Jawa Tengah telah memiliki 7.621 perpustakaan desa dan kelurahan.

Angka itu memang cukup besar, namun belum sepenuhnya merata. Target berikutnya jelas: satu desa atau kelurahan, satu perpustakaan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Tematik UPGRIS Dampingi Kegiatan Posyandu di Desa Delik

Jumlah desa dan kelurahan di Jawa Tengah mencapai 8.563. Artinya, masih ada ratusan wilayah yang perlu didorong agar memiliki fasilitas perpustakaan.

“Harapannya di 8.563 desa/kelurahan di Jawa Tengah ini ada satu perpustakaannya. Saat ini ada di angka 7.621 perpustakaan, harapannya nanti setiap desa/kelurahan memiliki perpustakaan,” ujar Nawal.

Menurutnya, keberadaan perpustakaan bukan sekadar bangunan dengan rak buku. Lebih dari itu, perpustakaan desa harus menjadi ruang hidup—tempat anak-anak menemukan mimpi, remaja mengasah wawasan, dan orang dewasa meningkatkan keterangan.

Ekosistem literasi di Jawa Tengah sebenarnya sudah cukup kuat. Selain ribuan perpustakaan desa dan kelurahan, terdapat pula:

Baca juga:  Tanamkan Semangat Santri di Era Digital, Upacara Hari Santri di TPQ NU 14 Nurul Fattah Desa Kedungsari Berlangsung Khidmat

36 perpustakaan daerah tingkat kabupaten/kota dan provinsi

22.388 perpustakaan sekolah (SD, SMP, SMA)

1.425 perpustakaan khusus, termasuk di instansi daerah, rumah ibadah, lembaga pemasyarakatan, hingga komunitas masyarakat

Setiap jenis perpustakaan memiliki segmen pembaca yang berbeda. Perpustakaan sekolah menyasar pelajar, perpustakaan khusus menjangkau kelompok tertentu, sementara perpustakaan desa menjadi simpul literasi yang paling dekat dengan masyarakat.

Jika seluruh komponen ini bergerak secara masif dan terintegrasi, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) diyakini akan terus meningkat.

Berdasarkan data Perpustakaan Nasional, TGM masyarakat Jawa Tengah naik dari 71,31 persen pada 2023 menjadi 73,91 persen pada 2024. Bahkan pada 2023, Jawa Tengah menempati peringkat kedua nasional dalam tingkat kegemaran membaca.

Baca juga:  Wujudkan Rencana Memiliki Mobil Baru, BRI Finance Tawarkan KKB Ringan dan Fleksibel

Capaian ini menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh.

Penguatan literasi tidak berhenti di perpustakaan formal. Di banyak desa, gerakan membaca justru tumbuh dari komunitas kecil yang konsisten bergerak.

Saat ini tercatat ada 1.297 Taman Baca Masyarakat (TBM) di seluruh Jawa Tengah. TBM digerakkan oleh pegiat literasi, relawan, dan komunitas yang secara swadaya menyediakan ruang baca bagi warga.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA