Jatengvox.com – Memasuki era transformatif digital, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 46 merancang langkah strategis untuk memajukan sektor pariwisata lokal.
Mereka resmi meluncurkan program kerja inovatif berupa pembuatan website dan peta digital potensi Desa Mranggen, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.
Inisiatif ini hadir sebagai solusi praktis dalam memetakan serta mempromosikan destinasi wisata lokal, sanggar seni budaya, hingga produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) unggulan desa secara akurat, terstruktur, dan dapat diakses publik kapan saja yaitu mranggenspot https://expo-spot.vercel.app/ .
Program berbasis teknologi ini disambut positif oleh jajaran pemerintah desa setempat. Kepala Dusun Desa Mranggen, Ganda, mengapresiasi kontribusi nyata tim mahasiswa KKN yang dinilainya sangat relevan dengan kebutuhan modernisasi layanan publik desa saat ini.
“Program ini sangat inovatif dan betul-betul menjawab kebutuhan desa di era digital saat ini. Langkah mahasiswa KKN yang mendokumentasikan potensi Desa Mranggen ke dalam website dan peta digital sangat membantu tugas kami di pemerintahan desa dalam mempromosikan potensi daerah,” ujar Ganda di sela-sela peresmian program.

Ganda menambahkan, keberadaan platform digital ini memberikan manfaat langsung, baik bagi wisatawan luar daerah maupun masyarakat lokal Desa Mranggen sendiri.
“Peta digital dan website ini sangat memudahkan orang luar untuk mengakses informasi arah dan rujukan lokasi secara akurat. Bagi wisatawan, mereka tidak akan bingung lagi mencari spot menarik atau UMKM khas di Desa Mranggen. Sementara bagi warga, ini jadi kebanggaan tersendiri karena potensi desa mereka terekspos secara rapi dan profesional,” imbuhnya.
Menjelaskan latar belakang teknis perancangannya, Penanggung Jawab (PJ) Bidang Pariwisata KKN Kelompok 46 UPGRIS, Mochammad Satria Hendra Putra, menyampaikan bahwa fokus utama platform ini adalah kemudahan akses pengguna (user-friendly).
“Pengembangan peta digital dan website pariwisata ini kami fokuskan untuk menyatukan seluruh titik potensi desa—mulai dari spot wisata, sanggar kebudayaan, hingga lokasi UMKM—ke dalam satu ekosistem informasi yang terpadu. Kami ingin memastikan siapa pun yang hendak berkunjung ke Desa Mranggen dapat memperoleh panduan rujukan yang akurat hanya lewat genggaman,” jelas Satria.

Sebagai penutup, Koordinator Desa (Kordes) KKN UPGRIS Kelompok 46, Mochammad Iklil Muchakkam, menegaskan pentingnya kolaborasi dan keberlanjutan pengolahan data digital tersebut oleh pihak desa di masa depan.
“Kami mengapresiasi dukungan penuh dari perangkat desa dan pemuda setempat selama proses pendataan. Besar harapan kami hasil karya ini bisa terus dimanfaatkan secara optimal. Ke depan, pemerintah desa bersama pemuda dapat melanjutkan pengelolaan sistemnya agar informasi di website dan peta digital tersebut selalu ter-update secara berkelanjutan,” pungkas Iklil.
Penulis: Tim KKN UPGRIS Kelompok 46 Desa Mranggen
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar