Jatengvox.com – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terpadu (MIT) UIN Walisongo Posko 3 melaksanakan program kunjungan dan pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke kediaman Ibu Wiwik selaku pemilik usaha Wiwik Bakery di Kelurahan Kalirejo, Sabtu (29/8/2026) mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, guna mendorong optimalisasi branding dan perluasan jangkauan pemasaran berbasis digital bagi produk makanan lokal.
Pelaksanaan kegiatan pendampingan ini didasari oleh latar belakang masih minimnya pemanfaatan teknologi informasi dan media sosial oleh pelaku UMKM di tingkat lokal, khususnya dalam hal tata kelola promosi dan identitas visual produk.
Keterbatasan akses terhadap strategi pemasaran modern tersebut menjadi hambatan utama bagi UMKM seperti Wiwik Bakery dalam memperluas jangkauan distribusi penjualan di luar wilayah Kelurahan Kalirejo.
Tujuan utama dari kunjungan lapangan ini adalah untuk memberikan edukasi praktis serta solusi teknis terkait pengembangan identitas merek (branding) dan efisiensi pemasaran digital.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 3 berupaya membantu memperkuat daya saing produk lokal agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan industri kuliner yang semakin kompetitif.
Selama kurun waktu tiga jam pelaksanaan kegiatan, tim mahasiswa dan pemilik usaha membahas sejumlah poin strategis terkait operasional dan pemasaran produk.
Fokus pembahasan meliputi evaluasi desain kemasan (packaging), pengisian informasi label bahan baku yang sesuai dengan standar keamanan pangan, penyusunan strategi konten untuk platform media sosial, hingga pendaftaran titik lokasi bisnis secara akurat pada aplikasi peta digital.
Selain membahas aspek pemasaran, diskusi interaktif tersebut juga membedah berbagai tantangan teknis yang kerap dihadapi oleh pihak pengelola usaha harian.
Beberapa kendala mendasar yang teridentifikasi antara lain keterbatasan kapasitas peralatan produksi modern, pencatatan arus kas dan pembukuan keuangan yang masih dilakukan secara konvensional, serta ketergantungan pada sistem penjualan langsung tanpa pemesanan berbasis daring.
Pihak pemilik UMKM mengapresiasi keikutsertaan para mahasiswa dalam memberikan panduan konkret yang dapat diterapkan secara langsung pada operasional bisnis harian.
Ibu Wiwik menilai bahwa materi pendampingan yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan efisiensi dan perbaikan citra produk yang sedang diusahakannya.
”Kehadiran adik-adik KKN Posko 03 Kelurahan Kalirejo ini sangat membantu kami. Saya merasa senang dan terbantu, khususnya dalam pengembangan branding dan strategi pemasaran digital untuk Wiwik Bakery,” ujar Ibu Wiwik selaku pemilik usaha saat ditemui di sela-sela kegiatan pendampingan.
Hasil konkret dari pelaksanaan program kunjungan ini meliputi pembaharuan data profil bisnis digital Wiwik Bakery pada mesin pencari, pembuatan akun resmi media sosial untuk promosi produk, serta penyerahan draf jadwal unggahan konten mingguan.
Selain itu, tim KKN juga memberikan rekomendasi perbaikan visual logo produk agar memiliki nilai jual yang lebih modern dan menarik minat calon konsumen.
Menjelang pukul 10.00 WIB, tim KKN Posko 3 melengkapi rangkaian pendampingan tersebut dengan menyerahkan berkas panduan ringkas mengenai tata cara pengelolaan media sosial bisnis serta format pembukuan keuangan sederhana langsung kepada Ibu Wiwik di lokasi kegiatan.
Rangkaian acara pendampingan UMKM ini resmi diakhiri dengan sesi foto bersama antara seluruh anggota tim KKN Posko 3 dan pihak pengelola Wiwik Bakery.
Data dan catatan evaluasi yang diperoleh dari kunjungan ini selanjutnya akan dijadikan dasar inventarisasi kebutuhan untuk penyusunan program kerja tindak lanjut pada pekan berikutnya.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar