Jatengvox.com – Pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatra terus berjalan. Salah satu upaya konkret datang dari Lembaga Kemanusiaan Dompet Dhuafa yang menargetkan pembangunan 1.000 Rumah Sementara (Rumtara) bagi para penyintas bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Program ini menjadi bagian penting dari fase pemulihan (recovery), terutama bagi warga yang telah berbulan-bulan hidup di pengungsian tanpa kepastian tempat tinggal. Melalui Rumtara, Dompet Dhuafa berupaya menghadirkan hunian sementara yang aman sekaligus menjadi pijakan awal bagi penyintas untuk kembali menata kehidupan.
Pembangunan 1.000 unit Rumtara akan dilakukan secara bertahap dan tersebar di tiga provinsi terdampak. Untuk tahap awal, Dompet Dhuafa menargetkan 200 unit Rumtara rampung pada Januari 2026, mencakup wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Sebagai penanda dimulainya program tersebut, Dompet Dhuafa meresmikan lima unit Rumtara pertama di Tamiang Kota, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Rabu (31/12/2025). Setelah Aceh Tamiang, pembangunan akan dilanjutkan ke Pidie Jaya, serta sejumlah titik lain di Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan mendesak para penyintas yang hingga kini masih tinggal di tenda pengungsian atau menumpang di rumah kerabat.
Berbeda dari hunian darurat berbasis barak, Rumtara dibangun di atas lahan bekas rumah masing-masing penerima manfaat. Setiap unit memiliki ukuran 4,8 x 4,8 meter, cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga kecil sambil menunggu proses pemulihan jangka panjang.
Pembangunan Rumtara diprioritaskan bagi penyintas yang rumahnya hancur dan tidak lagi layak dihuni, khususnya mereka yang telah lebih dari satu bulan berada di pengungsian.
“Alhamdulillah, Dompet Dhuafa hari ini telah merampungkan beberapa unit hunian sementara yang kami beri nama Rumtara. Kami menargetkan bisa membangun 1.000 unit dalam satu tahun ke depan,” ujar Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, dalam keterangannya.
Menurut Ahmad Juwaini, Rumtara tidak hanya dimaksudkan sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai simbol harapan bagi para penyintas untuk bangkit dari bencana.
“Kami ingin menghadirkan harapan, bahwa setelah bencana, masih ada masa depan yang bisa diperjuangkan,” katanya.
Dompet Dhuafa menetapkan kelompok rentan sebagai prioritas penerima manfaat, di antaranya lansia, janda, anak yatim, serta ustaz dan guru honorer yang terdampak langsung dan kehilangan tempat tinggal.
Untuk mewujudkan target tersebut, Dompet Dhuafa juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, mitra kebaikan, dan para donatur untuk turut berkontribusi mendukung pembangunan Rumtara di berbagai wilayah Sumatra.
Program Rumtara merupakan bagian dari pendekatan pemulihan terpadu yang disiapkan Dompet Dhuafa. Selain hunian sementara, lembaga kemanusiaan ini juga merencanakan pembangunan fasilitas pendukung di sekitar area Rumtara, seperti:
Sumur dan akses air bersih
Listrik
Mushola
Taman bermain anak
Sarana pendukung lainnya
Di sektor kesehatan, Dompet Dhuafa menyiapkan reaktivasi klinik dan fasilitas kesehatan, pos medis, pos gizi, layanan difabel, hingga pendampingan kesehatan masyarakat.
Sementara di bidang pendidikan, program yang disiapkan meliputi Sekolah Ceria, bantuan perlengkapan sekolah, sekolah darurat, renovasi sekolah terdampak, serta komunitas pembelajaran darurat untuk anak-anak penyintas.
Pemulihan pascabencana juga menyentuh aspek ekonomi. Dompet Dhuafa menggulirkan sejumlah program, seperti cash for work, bantuan modal usaha (Mufakat), serta perbaikan sektor usaha kecil yang terdampak bencana.
Selain itu, layanan pendukung lain terus berjalan, mulai dari distribusi air bersih melalui mobil tangki, musala darurat, renovasi masjid, hingga layanan servis motor gratis bagi warga terdampak.
Editor : Murni A














