KKN-MIT UIN Walisongo Gelar pembuatan dan Pendampingan Penerapan QRIS bagi UMKM Desa Kenteng

waktu baca 3 menit
Kamis, 21 Agu 2025 12:36 13 jatengvox

Jatengvox.com – Desa Kenteng memiliki banyak pelaku UMKM yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari kuliner, katering, hingga peternakan. Namun, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, sebagian besar transaksi masih dilakukan secara tunai.

Kondisi ini menunjukkan bahwa literasi keuangan digital masyarakat, khususnya terkait penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), masih tergolong rendah.

Banyak pelaku usaha maupun warga Desa Kenteng yang belum familiar dengan sistem pembayaran digital tersebut, sehingga diperlukan edukasi dan pendampingan agar mereka dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.

QRIS merupakan standar kode QR nasional untuk memfasilitasi pembayaran kode QR di Indonesia.

Standar ini dikembangkan oleh Bank Indonesia guna mewujudkan keterhubungan antar layanan pembayaran digital.

Sebagai landasan hukum Bank Indonesia mengesahkan Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) tentang Implementasi Standar Nasional Quick Response Code untuk Pembayaran pada 16 Agustus 2019.

Baca juga:  Tanamkan Nilai Pancasila Sejak Dini, KKN UIN Walisongo Gelar Lomba Mewarnai di TK Rahayu Desa Ngelowetan

QRIS memiliki beragam manfaat diantaranya, menyederhanakan dan mempercepat proses transaksi, memudahkan pencatatan transaksi, mendukung efisiensi operasional UMKM, dan menjawab kebutuhan masyarakat akan sistem pembayaran yang praktis di era digital.

Mahasiswa KKN-MIT UIN Walisongo Semarang menggelar program pembuatan sekaligus pendampingan penerapan QRIS bagi para pelaku UMKM di Desa Kenteng.

Kegiatan ini dilaksanakan secara fleksibel, menyesuaikan waktu luang para pelaku usaha maupun tim KKN. Tepat pada 20 Agustus 2025, QRIS resmi dicetak dan siap digunakan.

Melalui program ini, mahasiswa berupaya membantu pemilik UMKM memahami manfaat transaksi digital sekaligus memfasilitasi mereka agar memiliki akun QRIS yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Baca juga:  Penutupan KKN Mahasiswa di Kelurahan Kaligawe Susukan Berlangsung Hangat dan Penuh Kebersamaan

Dalam kegiatan ini, mahasiswa turun langsung memberikan pendampingan kepada dua pelaku usaha lokal, yakni Ibu Sumarti, pelaku usaha catering, serta Ibu Ngatiyem yang mengelola toko sembako.

Kedua usaha tersebut dipilih karena memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Melalui pendampingan ini, penerapan sistem pembayaran digital QRIS diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memudahkan transaksi usaha mereka.

Selain itu, para peserta juga diberikan arahan praktis mulai dari panduan sederhana hingga simulasi langsung penggunaan QRIS dalam transaksi.

Ibu Sumarti menyambut dengan penuh antusias kehadiran program pendampingan QRIS.

Baca juga:  Cara Daftar Coretax untuk UMKM: 5 Langkah Mudah yang Bikin Pajak Anda Terhindar dari Denda Besar!

Menurutnya, inovasi pembayaran digital ini menjadi angin segar bagi pelaku UMKM, karena tidak hanya mempermudah proses transaksi, tetapi juga mendorong daya saing usaha lokal di tengah perkembangan zaman.

“Saya berterima kasih kepada mahasiswa KKN-MIT UIN Walisongo yang telah memperkenalkan QRIS kepada saya. Semoga kedepannya saya semakin terbiasa menggunakan metode pembayaran digital ini,” ungkapnya penuh harap.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-MIT UIN Walisongo menaruh harapan besar untuk dapat memberi kontribusi nyata bagi perkembangan UMKM di Desa Kenteng.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam mendorong percepatan digitalisasi ekonomi, khususnya di tingkat desa.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA