Mensos Dorong Penyempurnaan Data Disabilitas Nasional demi Bantuan yang Lebih Tepat Sasaran

Senin, 26 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah menegaskan kembali pentingnya data yang akurat sebagai fondasi kebijakan sosial. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menilai, pembenahan data penyandang disabilitas nasional menjadi pekerjaan mendesak agar tidak ada kelompok rentan yang tertinggal dari intervensi negara.

Penegasan tersebut disampaikan Mensos saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-60 Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) di Jakarta, Minggu, 25 Januari 2026.

Dalam kesempatan itu, Mensos yang akrab disapa Gus Ipul mengutip Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data tersebut, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 15.262.448 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 4.291.068 orang merupakan penyandang disabilitas sensorik netra.

Baca juga:  KAI Bandara Catat Mencapai 250 Ribu Penumpang KA Srilelawangsa Selama Masa Angkutan Lebaran 2026

Namun demikian, Gus Ipul menegaskan bahwa angka tersebut belum bisa dianggap final. Menurutnya, data bukan sekadar deretan statistik, melainkan representasi nyata kehidupan warga negara.

“Data ini belum sempurna dan harus terus disempurnakan,” ujarnya. Ia menekankan bahwa data menyangkut identitas, alamat, hingga kondisi sosial yang menentukan arah kebijakan pemerintah.

Gus Ipul mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, organisasi masyarakat, hingga komunitas disabilitas, untuk terlibat aktif dalam proses verifikasi dan pemutakhiran data.

Menurutnya, pembaruan data diperlukan agar tidak ada penyandang disabilitas yang luput dari perhatian negara. Terlebih, sistem pembagian desil berbasis data menjadi penentu utama dalam penyaluran bantuan sosial.

Baca juga:  BMKG Ingatkan Potensi Bahaya Sesar Aktif di Indonesia, Masyarakat Diminta Waspada

“Kalau datanya tidak akurat, maka bantuan berpotensi tidak tepat sasaran. Padahal keadilan sosial harus dimulai dari data yang benar,” tegasnya.

Mensos menjelaskan, intervensi pemerintah terhadap penyandang disabilitas tidak hanya sebatas bantuan sosial. Kementerian Sosial juga menyiapkan program rehabilitasi dan pemberdayaan yang lebih berkelanjutan.

Bagi penyandang tuna netra, Kemensos menyalurkan alat bantu adaptif untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Selain itu, program pemberdayaan vokasi terus dikembangkan guna mendorong kemandirian ekonomi.

Penguatan literasi juga menjadi perhatian, salah satunya melalui penyediaan bahan bacaan Braille agar akses terhadap informasi dan pendidikan semakin terbuka.

Baca juga:  Jaga Kondusifitas Wilayah, Bupati Kendal Hadiri Sosialisasi Kewaspadaan Dini di Desa Kedungsari

Gus Ipul menekankan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, sehingga penyandang disabilitas tidak boleh hanya diposisikan sebagai penerima bantuan. Mereka harus dilibatkan secara aktif dalam pembangunan.

“Kita butuh kerja bersama menuju kemandirian dan martabat,” ujarnya.

Menurutnya, penyempurnaan data bukan tujuan akhir, melainkan pintu masuk untuk menghadirkan kebijakan yang lebih adil, inklusif, dan berdampak nyata bagi kehidupan penyandang disabilitas di Indonesia.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Menara Jakarta: Apartemen Siap Huni di Kawasan Superblock Strategis Kemayoran
KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge
Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan
Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia
Jaga Keselamatan Perjalanan, Seluruh Pekerja LRT Jabodebek Jalani Medical Check-Up
Biosolar Dianggap Murahan? Justru Ini yang Dilakukan Pemilik SUV Diesel Cerdas Saat Harga Dexlite Meledak 70%
Dari Rollerblade hingga Kairo: Bagaimana 13 Anak di Rumah Singgah Menginspirasi Gerakan Sosial Baru Smart Salary

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 17:03 WIB

Menara Jakarta: Apartemen Siap Huni di Kawasan Superblock Strategis Kemayoran

Senin, 20 April 2026 - 15:03 WIB

KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Kerja dari Hotel Jadi Tren Remote Work, Batam Tawarkan 24 Jam Produktif Sekaligus Recharge

Senin, 20 April 2026 - 14:04 WIB

Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan

Senin, 20 April 2026 - 13:03 WIB

Pembatasan Ruang Udara China 2026 berdampak pada Sektor Pariwisata Indonesia

Berita Terbaru