Mahasiswa KKN Tim IDBU 14 Undip Perkuat Promosi UMKM Desa Branjang Lewat Pendampingan Marketplace dan Digital Marketing

waktu baca 3 menit
Jumat, 31 Jul 2026 20:20 7 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim IDBU 14 dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) menginisiasi program pendampingan pengelolaan marketplace sebagai upaya menjawab permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM dalam memasarkan produknya secara digital.

Selain itu, kendala dari pelaku UMKM pribadi yang kesulitan mengikuti perkembangan teknologi. Program ini merupakan bagian dari kegiatan multidisiplin yang memadukan ilmu ekonomi dan akuntansi untuk mendorong penguatan promosi sekaligus perluasan jangkauan pasar produk lokal.

Desa Branjang dikenal memiliki potensi UMKM yang beragam, mulai dari kerajinan resin, aquascape, hingga produk kuliner seperti kopi dan madu.

Baca juga:  Penerbangan Internasional Bandara Ahmad Yani Semarang ke Kuala Lumpur Resmi Dibuka Lagi, 8.553 Tiket AirAsia Ludes dalam Hitungan Hari

Salah satu pelaku usaha yang menjadi mitra dalam program ini adalah UMKM Parfum milik Bapak Sehono.

Usaha ini telah memiliki cukup banyak pelanggan setia, bahkan dari luar daerah, yang menunjukkan bahwa produknya memiliki kualitas dan daya saing yang baik.

Namun, pencatatan keuangan usaha ini masih dilakukan secara manual, sehingga pemasukan dan pengeluaran sulit dikelompokkan secara akurat.

Desa Branjang

Data transaksi dari pelanggan yang tersebar di berbagai daerah pun belum dimanfaatkan untuk analisis usaha, padahal potensinya cukup besar bagi pengembangan bisnis ke depan.

Menjawab kondisi tersebut, mahasiswa FEB UNDIP dari Program Studi Akuntansi mendampingi pembuatan toko di Tokopedia yang saat ini telah terintegrasi dengan TikTok Shop, sehingga penjualan sekaligus promosi dapat dilakukan melalui satu platform yang terhubung langsung dengan akun TikTok.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UNDIP Perkuat Potensi UMKM Desa Jatilawang melalui Pelatihan Diversifikasi Nugget Jagung dan Pengembangan Branding Produk

Integrasi ini memungkinkan setiap transaksi penjualan tercatat secara otomatis dan terstruktur, sehingga memudahkan pelaku usaha mengelompokkan pemasukan, potongan biaya, hingga pengeluaran lainnya.

Data transaksi yang rapi ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk menganalisis produk yang paling menguntungkan, menghitung keuntungan bersih, serta mengidentifikasi komponen biaya yang bisa ditekan.

Program ini dikembangkan dengan pendekatan berbasis partisipasi, melalui tahapan pemilihan marketplace yang sesuai, pelatihan digital marketing, serta pendampingan mengenai pentingnya marketplace sebagai alat bantu analisis kelangsungan usaha.

UMKM Parfum ditetapkan sebagai kelompok sasaran utama mengingat basis pelanggannya yang sudah cukup luas namun belum diimbangi dengan sistem pencatatan yang memadai.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Tim II UNDIP Tingkatkan Administrasi dan Pengawasan Pelayanan di Kecamatan Wonogiri

Salah satu mahasiswa Program Studi Akuntansi menjelaskan bahwa integrasi Tokopedia dan TikTok Shop memberi nilai tambah tersendiri bagi pelaku usaha.

“Dengan sistem yang terintegrasi ini, pemilik usaha tidak hanya terbantu dalam hal promosi, tetapi juga dalam merekonsiliasi pemasukan dan potongan biaya secara otomatis. Data transaksi yang dihasilkan sudah siap digunakan untuk analisis keuangan dan pengambilan keputusan usaha ke depannya,” ujarnya.

Melalui langkah ini, diharapkan promosi dan akses pasar produk UMKM lokal Desa Branjang dapat terus menguat, sehingga usaha masyarakat setempat semakin dikenal luas dan berdaya saing secara berkelanjutan.

 

Penulis: Dwi Andina Nabila Putri

Pembimbing: Gani Nur Pramudyo, M.Hum.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA