Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim IDBU 14 dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) menginisiasi program pendampingan pengelolaan marketplace sebagai upaya menjawab permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM dalam memasarkan produknya secara digital.
Selain itu, kendala dari pelaku UMKM pribadi yang kesulitan mengikuti perkembangan teknologi. Program ini merupakan bagian dari kegiatan multidisiplin yang memadukan ilmu ekonomi dan akuntansi untuk mendorong penguatan promosi sekaligus perluasan jangkauan pasar produk lokal.
Desa Branjang dikenal memiliki potensi UMKM yang beragam, mulai dari kerajinan resin, aquascape, hingga produk kuliner seperti kopi dan madu.
Salah satu pelaku usaha yang menjadi mitra dalam program ini adalah UMKM Parfum milik Bapak Sehono.
Usaha ini telah memiliki cukup banyak pelanggan setia, bahkan dari luar daerah, yang menunjukkan bahwa produknya memiliki kualitas dan daya saing yang baik.
Namun, pencatatan keuangan usaha ini masih dilakukan secara manual, sehingga pemasukan dan pengeluaran sulit dikelompokkan secara akurat.

Data transaksi dari pelanggan yang tersebar di berbagai daerah pun belum dimanfaatkan untuk analisis usaha, padahal potensinya cukup besar bagi pengembangan bisnis ke depan.
Menjawab kondisi tersebut, mahasiswa FEB UNDIP dari Program Studi Akuntansi mendampingi pembuatan toko di Tokopedia yang saat ini telah terintegrasi dengan TikTok Shop, sehingga penjualan sekaligus promosi dapat dilakukan melalui satu platform yang terhubung langsung dengan akun TikTok.
Integrasi ini memungkinkan setiap transaksi penjualan tercatat secara otomatis dan terstruktur, sehingga memudahkan pelaku usaha mengelompokkan pemasukan, potongan biaya, hingga pengeluaran lainnya.
Data transaksi yang rapi ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk menganalisis produk yang paling menguntungkan, menghitung keuntungan bersih, serta mengidentifikasi komponen biaya yang bisa ditekan.
Program ini dikembangkan dengan pendekatan berbasis partisipasi, melalui tahapan pemilihan marketplace yang sesuai, pelatihan digital marketing, serta pendampingan mengenai pentingnya marketplace sebagai alat bantu analisis kelangsungan usaha.
UMKM Parfum ditetapkan sebagai kelompok sasaran utama mengingat basis pelanggannya yang sudah cukup luas namun belum diimbangi dengan sistem pencatatan yang memadai.
Salah satu mahasiswa Program Studi Akuntansi menjelaskan bahwa integrasi Tokopedia dan TikTok Shop memberi nilai tambah tersendiri bagi pelaku usaha.
“Dengan sistem yang terintegrasi ini, pemilik usaha tidak hanya terbantu dalam hal promosi, tetapi juga dalam merekonsiliasi pemasukan dan potongan biaya secara otomatis. Data transaksi yang dihasilkan sudah siap digunakan untuk analisis keuangan dan pengambilan keputusan usaha ke depannya,” ujarnya.
Melalui langkah ini, diharapkan promosi dan akses pasar produk UMKM lokal Desa Branjang dapat terus menguat, sehingga usaha masyarakat setempat semakin dikenal luas dan berdaya saing secara berkelanjutan.
Penulis: Dwi Andina Nabila Putri
Pembimbing: Gani Nur Pramudyo, M.Hum.
Tidak ada komentar