Kelompok 2 KKN-T IDBU 52 Undip gelar sosialisasi dan praktik pembuatan briket arang dari daun kering di PKK RT 03/RW 07 Mijen, pada 8 Agustus 2026.
Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 2 IDBU 52 Tahun 2026, Universitas Diponegoro (Undip), turut mewarnai pertemuan rutin PKK RT 03/RW 07, Kelurahan Mijen, Kecamtan Mijen, Kota Semarang, dengan memperkenalkan program sosialisasi pengolahan limbah daun kering menjadi briket arang.
Sosialisasi tersebut memanfaatkan momen pertemuan rutin ibu-ibu PKK pada Sabtu, 8 Agustus 2026, sebagai ruang untuk menjelaskan solusi atas persoalan limbah daun kering yang selama ini menumpuk dan kerap dibuang atau dibakar warga.
Limbah ini bersumber dari hutan pohon jati yang tumbuh di sekitar kawasan RW 07 dan selama ini menjadi penyumbang utama sampah daun kering di lingkungan tersebut.
Kegiatan yang menyasar ibu-ibu PKK ini tidak sekadar menjadi ajang penyampaian informasi, melainkan juga wadah praktik secara langsung.
Materi dijelaskan secara runtut, mulai dari pertimbangan pemilihan daun kering sebagai bahan baku hingga langkah-langkah mengolahnya menjadi produk yang siap dipakai.
Daun kering dipilih sebagai bahan baku karena jumlahnya melimpah, gratis, dan selama ini kurang dimanfaatkan warga sekitar secara maksimal. Pembuatan briket dimulai dengan membakar daun kering hingga menjadi arang, lalu dihaluskan menjadi serbuk.
Serbuk arang tersebut kemudian dicampur dengan tepung tapioka sebagai perekat alami, dicetak sesuai bentuk yang diinginkan, dan dijemur selama 2-3 hari hingga benar-benar kering serta siap dipakai sebagai bahan bakar alternatif.
Pada sesi yang sama, warga turut mendapat gambaran mengenai dua arah pemanfaatan briket ke depannya yang bisa digunakan sendiri sebagai bahan bakar rumah tangga atau dikembangkan lebih jauh menjadi produk yang mendatangkan penghasilan tambahan.

Briket arang dari daun kering diserahkan kepada Agus Chrismoro (Ketua Kelompok Tani Mijen Permai Makmur) dan Siyamto (Ketua RW 07).
Di lain kesempatan, tepatnya Jumat, 14 Agustus 2026, saat berlangsungnya serah terima produk briket, Ketua Kelompok Tani Mijen Permai Makmur RW 07, Agus Chrismoro, menyampaikan bahwa program ini turut membantu mengurai persoalan limbah daun kering yang selama ini banyak dibuang atau dibakar begitu saja oleh warga. Ia berharap program tersebut menjadi awal dari pemanfaatan potensi daun kering di hutan jati sekaligus membuka jalan bagi tumbuhnya usaha baru di kalangan masyarakat sekitar.
Program ini menegaskan bahwa penanganan limbah tidak melulu soal isu lingkungan semata, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi yang bisa digarap bersama warga. Berkurangnya kebiasaan membakar daun jati turut berkontribusi menjaga kelestarian ekosistem hutan sekitar, sejalan dengan SDGs 15 tentang ekosistem daratan.
Selain itu, program ini juga berkontribusi terhadap SDGs 8 soal pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, mengingat keterampilan mengolah briket membuka peluang usaha baru bagi warga RW 07. Di sisi lain, pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai guna turut selaras dengan SDGs 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Pembuatan briket arang dari daun kering diharapkan tidak berhenti sebagai solusi sesaat atas persoalan limbah, tetapi juga mampu meringankan pengeluaran rumah tangga lewat pemanfaatan briket sebagai bahan bakar sendiri. Lebih dari itu, keterampilan ini diharapkan dapat menumbuhkan roda ekonomi baru yang berkelanjutan, baik dari sisi kelestarian lingkungan maupun kesejahteraan warga RW 07 di Kelurahan Mijen.
Penulis: Baihaqi Ramadhani Anantito
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar