Bukan Sekadar Harga Murah, Ini Alasan Tiongkok Memilih Jawa Tengah untuk Berinvestasi

Kamis, 13 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Jawa Tengah kembali mencuri perhatian investor mancanegara. Kali ini, perusahaan konstruksi asal Provinsi Fujian, Tiongkok, menyatakan minatnya untuk menanamkan modal di sejumlah kawasan industri di provinsi ini.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun sigap menyambut, dengan menawarkan berbagai keunggulan kompetitif yang dimiliki daerahnya.

Perwakilan perusahaan asal Fujian, Jerry Zhang, mengungkapkan bahwa pihaknya tertarik pada potensi besar yang dimiliki Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Menurutnya, Indonesia kini menjadi salah satu destinasi investasi paling menarik di kawasan Asia Tenggara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami melihat potensi besar di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Indonesia merupakan destinasi investasi yang sangat menarik,” ujar Zhang dalam pertemuan dengan sejumlah mitra bisnis dan perwakilan pemerintah daerah di Semarang, Rabu (12/11/2025).

Zhang menjelaskan, perusahaannya merupakan bagian dari perusahaan milik negara (BUMN) Tiongkok yang bergerak di bidang rantai layanan konstruksi terpadu — mulai dari perencanaan, desain, pembangunan, hingga manufaktur.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Hidupkan Kembali Rutinitas Senam Mingguan di Dusun Krajan

Pihaknya telah melakukan peninjauan ke beberapa kawasan industri di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, untuk melihat peluang investasi yang paling menjanjikan.

“Hasil kunjungan kami menunjukkan, Jawa Tengah memiliki daya saing tinggi. Harga lahan di sini kompetitif, dan tenaga kerjanya dikenal ramah serta pekerja keras,” kata Zhang.

Sebagai langkah awal, Zhang menyebut perusahaannya siap menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah provinsi maupun pengelola kawasan industri, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industripolis Batang dan Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) di Semarang.

“Kami berharap dapat bekerja sama dalam pengembangan kawasan industri — mulai dari tahap perencanaan, konstruksi, hingga pemasaran,” tambahnya.

Rencana awal proyek akan mencakup lahan seluas 100 hingga 200 hektare, dengan skema kolaboratif bersama mitra lokal.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 21 Laksanakan Program Mengajar di SDN 2 Kliris

Selain membangun fasilitas industri, perusahaan ini juga berencana menarik lebih banyak investor dari Tiongkok untuk berinvestasi di Jawa Tengah.

“Kami ingin membawa investor-investor Tiongkok untuk berinvestasi di sini. Kami yakin kerja sama ini akan saling menguntungkan,” tegas Zhang.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menyambut positif rencana tersebut.

Ia menegaskan bahwa Pemprov Jateng siap memberikan pendampingan penuh bagi calon investor, mulai dari proses perizinan hingga realisasi di lapangan.

“Kami menyambut baik rencana investasi dari calon investor Tiongkok. Ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap potensi Jawa Tengah,” ujarnya. “Kami siap memfasilitasi investasi yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi.”

Menurut Sakina, Jawa Tengah memiliki infrastruktur kawasan industri yang siap dikembangkan, di antaranya KEK Industripolis Batang yang dirancang sebagai kawasan industri terintegrasi, serta KIW yang menyediakan lahan siap bangun bagi berbagai skala usaha.

Baca juga:  PBNU Pulihkan Gus Yahya sebagai Ketua Umum, Pleno Tegaskan Pembenahan Tata Kelola NU

Kombinasi tenaga kerja produktif dengan upah kompetitif, posisi geografis strategis di tengah Pulau Jawa, serta dukungan pemerintah daerah yang pro-investasi menjadikan Jawa Tengah semakin menarik di mata investor global.

Data DPMPTSP menunjukkan, realisasi investasi di Jawa Tengah pada periode Januari–September 2025 mencapai Rp66,13 triliun, dengan serapan tenaga kerja sekitar 326 ribu orang.

Angka tersebut menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi tujuan investasi utama di Indonesia.

“Kami terus mengajak calon investor untuk berkolaborasi mewujudkan investasi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal,” tutup Sakina.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemenag Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama Siswa SLB di Bandung
90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi
Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah
Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis
Mahasiswa UNS Sampaikan Aspirasi Langsung ke Wagub Jateng Taj Yasin Usai Kuliah Ramadan
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan
Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret
DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:01 WIB

Kemenag Gelar Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama Siswa SLB di Bandung

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:36 WIB

90 Persen Lulusan SMK di Jawa Tengah Terserap Industri, Gubernur Luthfi Dorong Penguatan Sekolah Vokasi

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:02 WIB

Gus Yasin Dorong Gerakan Wakaf Sosial untuk Perkuat Ekonomi Umat di Jawa Tengah

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:16 WIB

Menjelang Mudik Lebaran 2026, Sopir Bus di Jawa Tengah Jalani Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:22 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan

Berita Terbaru