BSU September 2025 Cair Rp600 Ribu, Cek Syarat dan Cara Mengetahui Status Penerima

Kamis, 18 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah kembali menggulirkan Bantuan Subsidi Upah 2025 (BSU) bagi pekerja bergaji rendah. Untuk periode September, bantuan yang disalurkan bernilai Rp600.000 per penerima.

Program ini hadir sebagai upaya meringankan beban pekerja yang terdampak kondisi ekonomi yang masih dalam tahap pemulihan.

Meski jumlahnya tidak besar, BSU kerap menjadi penopang bagi para pekerja, terutama untuk menutup kebutuhan harian di tengah tekanan harga.

Agar tidak ketinggalan, pekerja perlu memahami syarat penerima sekaligus cara mengecek status bantuan.

Besaran Bantuan dan Mekanisme Penyaluran

BSU September 2025 akan diberikan sekaligus dalam satu kali pencairan sebesar Rp600.000. Angka ini merupakan akumulasi dari Rp300.000 per bulan untuk dua bulan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN-T UNDIP Perkuat Daya Saing Produk Olahan Perikanan Salatiga Menuju Pasar Global

Penyaluran dana nantinya dilakukan melalui bank-bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri, BTN) serta opsi pencairan lain seperti kantor pos dan aplikasi resmi yang sudah ditunjuk.

Proses pencairan baru bisa dilakukan setelah daftar penerima diumumkan secara final oleh pemerintah.

Syarat Penerima BSU 2025

Tidak semua pekerja berhak mendapatkan subsidi ini. Berikut kriteria penerima BSU September 2025:

  • Warga Negara Indonesia dengan NIK yang valid.

  • Peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan kategori Pekerja Penerima Upah (PPU) per 30 April 2025.

  • Menerima gaji maksimal Rp3,5 juta per bulan.

  • Tidak sedang menerima bantuan sosial lain (misalnya PKH) pada periode yang sama.

  • Bukan ASN, anggota TNI, maupun Polri.

Baca juga:  Tim 5 KKN-T Undip Digitalisasi 16 UMKM Karangsari Melalui Pendaftaran Google Maps dan Pembuatan Booklet Digital Maps

Cara Cek Status Penerimaan BSU

Ada beberapa cara yang bisa ditempuh pekerja untuk mengetahui apakah mereka terdaftar sebagai penerima BSU:

  1. Membuka situs resmi bsu.kemnaker.go.id dan memasukkan NIK.

  2. Mengecek melalui portal resmi BPJS Ketenagakerjaan.

  3. Untuk sebagian penerima, status pencairan juga bisa dipantau lewat aplikasi Pospay atau dengan datang langsung ke kantor pos sesuai instruksi.

Tips Agar Tidak Terlewat Bantuan

  • Perbarui data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan informasi pribadi Anda.

  • Rutin mengecek situs resmi Kemnaker maupun BPJS Ketenagakerjaan.

  • Waspada terhadap tautan atau pesan mencurigakan yang mengatasnamakan BSU.

Baca juga:  Ratusan ASN Dilantik di Jateng, Dua Guru Difabel Jadi Sorotan karena Kisah Inspiratifnya

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial
Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam
Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025
Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman
Menag Nasaruddin Umar Soroti Penguatan SDM, Pendidikan Ekonomi Syariah Jadi Kunci Daya Saing Global
Revitalisasi Website Desa Leyangan, Upaya Mahasiswa KKN UPGRIS Menguatkan Informasi dan Promosi Potensi Desa

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 15:39 WIB

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Senin, 9 Maret 2026 - 06:06 WIB

Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:46 WIB

Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:17 WIB

Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:28 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman

Berita Terbaru