BRT Trans Jateng Bakal Hubungkan Temanggung–Magelang–Borobudur Mulai 2027

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng Koridor Gelangmanggung pada 2027.

Kehadiran moda transportasi massal berbasis aglomerasi ini tidak hanya menjanjikan konektivitas antardaerah yang lebih baik, tetapi juga berpotensi memangkas pengeluaran transportasi masyarakat secara signifikan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pengembangan transportasi massal berbasis aglomerasi menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

Menurutnya, sistem transportasi yang terintegrasi merupakan kunci untuk mendorong pemerataan akses layanan publik, pertumbuhan ekonomi, hingga penguatan sektor pariwisata.

Koridor Gelangmanggung sendiri mencakup Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Kabupaten Temanggung.

Wilayah ini dinilai memiliki aktivitas mobilitas harian yang tinggi, baik untuk bekerja, pendidikan, maupun kegiatan ekonomi dan wisata.

Baca juga:  Menuju Zero TBC 2030, Jawa Tengah Dorong Kolaborasi Lintas Profesi dan Teknologi Baru

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menjelaskan bahwa rencana pengoperasian koridor Magelang–Temanggung merupakan bagian dari sistem transportasi terintegrasi yang disiapkan seiring pengembangan kawasan aglomerasi Gelangmanggung.

Menurut Arief, pembangunan sistem ini diawali dengan kesepahaman lintas daerah, mulai dari transportasi primer hingga layanan di tingkat kota dan desa.

Komitmen tersebut telah diformalkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara Gubernur Jawa Tengah dengan para bupati dan wali kota di wilayah pengembangan.

Dukungan terhadap rencana ini datang dari pemerintah daerah di kawasan Gelangmanggung. Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyebut kehadiran BRT Trans Jateng sebagai langkah awal penting untuk membangun sistem transportasi yang saling terhubung antarwilayah.

Baca juga:  Pelayanan Publik Jawa Tengah di Samsat Semarang II Tetap Lancar dan Dapat Apresiasi Masyarakat

Ia menilai, pendekatan kolaboratif antar daerah akan membuat transportasi publik tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menguatkan dan lebih berkelanjutan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Temanggung menyatakan kesiapan menyiapkan angkutan pengumpan atau feeder dari wilayah-wilayah di Temanggung menuju halte BRT. Langkah ini diharapkan memudahkan warga desa untuk mengakses layanan Trans Jateng.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Jawa Tengah, Bekora Seputranto, menegaskan bahwa kehadiran Trans Jateng bukan untuk mematikan angkutan umum yang sudah ada.

Sebaliknya, operator eksisting justru akan dilibatkan melalui pembentukan konsorsium, proses penyesuaian armada, hingga mekanisme lelang.

Tak hanya itu, awak angkutan yang terdampak juga memiliki peluang bergabung sebagai pramudi atau pramujasa BRT. Pendekatan ini dinilai lebih adil dan berkelanjutan secara sosial.

Baca juga:  UMP, UMK, hingga Upah Sektoral Jawa Tengah 2026 Ditetapkan Serentak 24 Desember

Koridor Gelangmanggung direncanakan melayani rute Terminal Maron di Kabupaten Temanggung, Terminal Tidar di Kota Magelang, hingga Terminal Borobudur di Kabupaten Magelang. Sebanyak 14 unit bus disiapkan untuk melayani jalur ini.

Berdasarkan evaluasi tujuh koridor Trans Jateng yang telah beroperasi, kebijakan tarif terbukti mampu memberikan penghematan nyata bagi masyarakat. Rata-rata warga dapat menghemat biaya transportasi antara Rp100.000 hingga Rp300.000 per bulan.

Pemprov Jawa Tengah juga menerapkan tarif khusus bagi pelajar, mahasiswa, buruh, veteran, dan lansia. Tarif tersebut diturunkan menjadi Rp1.000, sebagai bentuk keberpihakan terhadap kelompok rentan dan produktif.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Penerbangan Langsung Semarang–Singapura Dorong Arus Investasi ke Jawa Tengah
Investasi Jawa Tengah 2025 Tembus Rp88,5 Triliun, Sektor Padat Modal Mulai Mendominasi
Pemprov Jateng Tetap Hadir untuk Korban Banjir Pati, Gus Yasin Pastikan Logistik hingga Layanan Kesehatan Aman
Realisasi Investasi Jawa Tengah 2025 Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tembus Rp88,5 Triliun
Stok Pangan Jawa Tengah Dipastikan Aman Jelang Ramadan Meski Cuaca Ekstrem
Hujan Ekstrem Ancam Panen, Gubernur Jateng Dorong Daerah Segera Ajukan Asuransi Pertanian
Sinergi BUMDes dan Koperasi Merah Putih Dinilai Kunci Percepatan Ekonomi Desa di Jawa Tengah
Pemprov Jateng Dorong Perumahan Hijau, Kolaborasi BUMD–Swasta Jadi Kunci Transisi Ekonomi Hijau

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:09 WIB

BRT Trans Jateng Bakal Hubungkan Temanggung–Magelang–Borobudur Mulai 2027

Jumat, 23 Januari 2026 - 06:13 WIB

Penerbangan Langsung Semarang–Singapura Dorong Arus Investasi ke Jawa Tengah

Jumat, 23 Januari 2026 - 05:43 WIB

Investasi Jawa Tengah 2025 Tembus Rp88,5 Triliun, Sektor Padat Modal Mulai Mendominasi

Kamis, 22 Januari 2026 - 06:24 WIB

Pemprov Jateng Tetap Hadir untuk Korban Banjir Pati, Gus Yasin Pastikan Logistik hingga Layanan Kesehatan Aman

Rabu, 21 Januari 2026 - 10:01 WIB

Realisasi Investasi Jawa Tengah 2025 Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tembus Rp88,5 Triliun

Berita Terbaru