Jateng Dorong Budaya Antikorupsi Lewat Program Sekolah Berintegritas

waktu baca 2 menit
Rabu, 24 Sep 2025 08:02 27 jatengvox

Jatengvox.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya membangun sekolah berintegritas sebagai bagian dari upaya melahirkan generasi yang berkarakter kuat.

Program ini tidak hanya menyasar para guru dan kepala sekolah, tetapi juga menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai integritas bagi para siswa.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan bahwa keberhasilan sekolah berintegritas berawal dari penyelenggara pendidikan.

Menurutnya, guru dan kepala sekolah harus lebih dulu menanamkan integritas dalam tata kelola sekolah.

“Sekolah berintegritas itu sebenarnya ada dua sisi. Dimulai dari penyelenggara sekolah, teman-teman guru dan kepala sekolah harus berintegritas di dalam mengelola sekolah,” ungkapnya saat membuka Gebyar Aktualisasi Sekolah Berintegritas jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Tengah, di Museum Ronggowarsito, Semarang, Selasa (23/9/2025).

Lebih dari 500 sekolah di Jawa Tengah berada di bawah naungan Pemprov, dengan jumlah siswa mencapai lebih dari satu juta anak.

Baca juga:  Gubernur Jateng Dorong Penguatan Kampung Bersinar, Jateng Pertegas Perang Lawan Narkoba

Sumarno menegaskan, jika nilai integritas berhasil ditanamkan di sekolah, maka dampaknya akan luas bagi masa depan bangsa.

“Mudah-mudahan nilai-nilai integritas ini tertanam di hati anak-anak kita. Begitu nanti mereka terjun di masyarakat, baik di pemerintahan maupun dunia usaha, mereka akan mengedepankan integritas,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah, Sadimin, menuturkan bahwa pihaknya telah merumuskan sembilan nilai integritas yang ditanamkan dalam lingkungan sekolah.

Nilai tersebut adalah: jujur, disiplin, peduli, mandiri, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil.

Baca juga:  UMP, UMK, hingga Upah Sektoral Jawa Tengah 2026 Ditetapkan Serentak 24 Desember

“Untuk siswa, nilai-nilai itu menjadi bekal karakter yang akan mereka bawa hingga dewasa. Sedangkan bagi tenaga pendidik, integritas bermakna tata kelola sekolah yang transparan, akuntabel, dan partisipatif,” jelasnya.

Sadimin menambahkan, sekolah berintegritas juga dapat menekan potensi korupsi, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan.

“Dengan begitu, sekolah bisa benar-benar menjadi tempat yang dipercaya masyarakat,” ujarnya.

Komitmen membangun budaya integritas ini selaras dengan pesan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Ia menegaskan agar para kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai manajer pendidikan, tetapi juga menjadi teladan nyata bagi para siswanya.

Baca juga:  Pemprov Jateng dan ChildFund Kolaborasi Wujudkan Lingkungan Ramah Anak dan Dorong Minat Remaja di Sektor Pertanian

Menurutnya, sekolah yang berintegritas bukan hanya tempat belajar, melainkan juga wadah pembentukan karakter generasi masa depan.

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA