AISNU dan Santrendelik Gelar Diskusi Quarter Life Crisis untuk Penguatan Kendali Diri Anak Muda

Minggu, 15 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Puluhan anak muda memadati Santrendelik Kampung Tobat, Gunungpati, Semarang, pada Sabtu (14/2/2026) dalam acara “Jeda Bersama AKATA: Kendali Diri Self Development in Quarter Life Crisis”.

Kegiatan yang digagas oleh AISNU Kota Semarang bersama Santrendelik ini menghadirkan dua pembicara inspiratif: Arina Milataka (Penulis dan Aktivis Gender) serta Nabeela Himatus Tsuroya, M.Pd, CPS (Dosen UIN Walisongo & Founder Inspiratif Indonesia).

Dalam sambutan pembukaannya, Nabeela Himatus Tsuroya menyoroti fenomena obsesi anak muda terhadap penilaian eksternal yang kerap memicu kegelisahan di usia seperempat abad. Ia mengutip konsep dari buku Filosofi Teras untuk menjelaskan akar masalah tersebut.

“Bagaimana caranya mengendalikan diri kita yang terobsesi oleh dunia luar? Di dalam buku Filosofi Teras, ternyata hal yang sangat mengganggu kita itu berasal dari pikiran orang lain,” ujar Nabeela di hadapan peserta.

Baca juga:  BSI Perkuat UMKM Lewat Ekosistem Halal dan Pembiayaan Syariah Digital

Menurutnya, banyak anak muda terlalu fokus pada ekspektasi sosial sehingga lupa bahwa mereka sendiri memiliki potensi untuk memberi motivasi kepada orang lain.

Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek intelektual dan emosional dalam pengembangan diri.

“Intelektual hanya 20 persen dan emosional 80 persen dari diri kita. Maka dari itu, kita harus menggali dan mengenali diri sendiri untuk menyumbangkan kesuksesan. Padahal, banyak orang di luar sana yang masih membutuhkan motivasi dari diri kita,” ujar opening speech tersebut.

Pernyataan Nabeela mendapat sambutan hangat dari peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa, santri dan pekerja muda yang tengah menghadapi kebingungan karier, hubungan, dan identitas diri.

Baca juga:  Pemerintah Siapkan Mudik Gratis Nataru 2025/2026, Kuota Dipastikan Lebih Besar

Memasuki sesi utama, Arina Milataka mengajak peserta untuk melihat emosi sebagai sesuatu yang dapat diamati, bukan dikendalikan secara represif.

Ia membuka wawasan baru tentang bagaimana seseorang bisa berdamai dengan gejolak batinnya.

“Kita adalah pengamat dari emosi kita sendiri,” tegas Arina.

Penulis yang aktif dalam isu gender ini menjelaskan bahwa dengan mengambil jarak dari emosi, seseorang dapat lebih bijak merespons tekanan hidup.

“Ketika kita bisa mengamati emosi tanpa larut di dalamnya, kita memiliki kendali penuh atas tindakan kita. Itulah esensi dari kendali diri,” paparnya.

Diskusi berlangsung interaktif. Banyak peserta mengaku lega karena menemukan ruang aman untuk membicarakan kegelisahan mereka tanpa dihakimi.

Baca juga:  Membangun Karakter Anak, Mahasiswa Semarang Gagas Program Edukasi di Kelurahan Randusari

Salah satu peserta, Khoirunnisa’ mengatakan bahwa acara ini membantunya melihat masalah dari perspektif baru.

“Ternyata selama ini saya terlalu sibuk memikirkan penilaian orang lain. Padahal, yang paling penting adalah bagaimana saya mengelola diri sendiri,” ujarnya.

Acara yang dikemas dalam suasana santai namun mendalam ini diakhiri dengan sesi refleksi. Ketua panitia dari AISNU Kota Semarang berharap kegiatan serupa dapat terus digelar untuk mendampingi generasi muda menghadapi tantangan mental di era modern.

Dengan menggandeng tokoh-tokoh berperspektif segar, AISNU dan Santrendelik kembali menegaskan perannya sebagai ruang tumbuh bagi anak muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara emosional.

Penulis : Aliyya Qothrunnada AS

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial
Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam
Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025
Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman
Menag Nasaruddin Umar Soroti Penguatan SDM, Pendidikan Ekonomi Syariah Jadi Kunci Daya Saing Global
Revitalisasi Website Desa Leyangan, Upaya Mahasiswa KKN UPGRIS Menguatkan Informasi dan Promosi Potensi Desa

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 15:39 WIB

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Senin, 9 Maret 2026 - 06:06 WIB

Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:46 WIB

Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:17 WIB

Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:28 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman

Berita Terbaru