Jatengvox.com – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang melaksanakan program distribusi mushaf Al-Qur’an di Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang pada Jum’at, 22 Agustus 2025.
Kegiatan ini menyasar empat dusun, yakni Dusun Coblong, Pakopen, Sukorejo, dan Kalikembar.
Program ini bertujuan untuk mendukung kegiatan pembelajaran Al-Qur’an di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Desa Pakopen yang mayoritas penduduknya beragama Islam memiliki kehidupan religius yang masih terjaga dengan baik.
Berbagai kegiatan keagamaan rutin seperti pengajian anak-anak dan orang dewasa hingga tradisi tadarus saat bulan Ramadan masih lestari hingga kini.
TPQ di desa ini berperan penting sebagai sarana pembinaan keagamaan. Di sana, anak-anak belajar membaca Al-Qur’an, menghafal doa-doa harian, dan memahami tata cara ibadah.
Kegiatan tersebut biasanya dilakukan di mushala atau masjid setempat pada sore hari setelah pulang sekolah.
Selain itu, pengajian rutin bagi ibu-ibu dan bapak-bapak juga masih aktif diselenggarakan setiap pekan di mushala maupun rumah warga.
Namun, semangat religius tersebut menghadapi kendala pada ketersediaan sarana, terutama mushaf Al-Qur’an.
Dalam praktiknya, santri dan jamaah harus bergantian menggunakan mushaf karena jumlah yang terbatas.
Melihat kondisi tersebut, tim KKN UIN Walisongo menginisiasi program distribusi mushaf ke seluruh dusun.
Harapannya, kegiatan mengaji dapat berjalan lebih lancar dan mampu memberikan dampak jangka panjang dalam memperkuat pendidikan agama di desa.
Kepala Madrasah Dusun Sukorejo, Bapak Zaenudin, menyambut baik program tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa program wakaf Al-Qur’an ini sangat membantu kelancaran kegiatan TPQ.
“Program ini sangat membantu proses bimbingan belajar di TPQ, karena Al-Qur’an nantinya bisa digunakan secara merata. Saya juga berharap para murid dapat memanfaatkannya dengan sungguh-sungguh untuk mengkaji, memahami makna, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Koordinator Desa KKN, Bintang Ali, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam bidang keagamaan.
“Distribusi mushaf ini kami harap bisa mendorong lahirnya generasi Qur’ani yang tidak hanya membaca, tetapi juga mengamalkan isi Al-Qur’an,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dusun Coblong, Bapak Jamian. Menurutnya, distribusi mushaf mempermudah kegiatan tadarus kelompok yang biasa dilakukan oleh warga.
“Kalau ada sepuluh orang tadarus tetapi hanya enam mushaf, tentu tidak semua bisa membaca. Dengan tambahan ini, kegiatan jadi lebih lancar. Harapan saya, kalau ada program serupa ke depannya, bisa juga membantu menyediakan perlengkapan ibadah lain seperti mukena. Apalagi Desa Pakopen ini menjadi jalur para wisatawan, dan banyak dari mereka yang singgah beribadah di mushala-mushala desa,” ungkapnya.
Melalui program ini, tim KKN UIN Walisongo berharap distribusi mushaf dapat mendorong tumbuhnya kepedulian dari berbagai pihak untuk mendukung pendidikan agama di tingkat desa.
Selain memudahkan kegiatan belajar mengaji, program ini juga diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi utama kehidupan masyarakat Desa Pakopen di masa mendatang.
Editor : Murni A