Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 6 mengadakan sosialisasi pencegahan stunting di Balai Kelurahan Bandungan pada Senin (18/8).
Kegiatan ini menghadirkan dokter dari Klinik Tri Karya sebagai pemateri utama, serta dihadiri oleh Lurah Bandungan, seluruh ketua RW, dan lima kader posyandu dari tiap RW di Kelurahan Bandungan.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak akibat gizi buruk kronis, infeksi berulang, serta pola hidup yang tidak sehat.
“Pengukuran tinggi badan juga perlu dilakukan pada ibu hamil untuk mengetahui apakah berisiko stunting atau tidak,” jelas dokter dari Klinik Tri Karya dalam paparannya.
Lebih lanjut, dokter menekankan pentingnya asupan protein dari telur, tahu, tempe, maupun daging, serta pemberian ASI eksklusif dan imunisasi sejak dini.
Ia juga menambahkan bahwa sanitasi lingkungan, ketersediaan air bersih, serta pencegahan infeksi berulang seperti diare dan ISPA harus menjadi perhatian utama keluarga untuk mencegah stunting.
Menurut data yang dipaparkan, stunting berdampak pada pertumbuhan anak yang lebih pendek dibanding usia sebayanya, gangguan kecerdasan, rentan sakit, hingga risiko penyakit kronis saat dewasa. Karena itu, upaya pencegahan sejak masa kehamilan hingga anak usia balita menjadi hal yang sangat penting.
Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang berharap masyarakat Bandungan semakin sadar akan bahaya stunting dan mampu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.