Jatengvox.com – Suara tawa dan denting palu kayu mewarnai halaman SDN Pakopen 2, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang pagi itu (12/8/2025).
Dalam kegiatan yang digagas mahasiswa KKN Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) Posko 1 UIN Walisongo Semarang, siswa kelas 4 diajak mengenal teknik membatik ramah lingkungan, hanya bermodal kain putih, daun, dan bunga.
Prosesnya sederhana namun memikat. Anak-anak menata dedaunan di atas kain, lalu memukulnya perlahan hingga warna alami terserap dan membentuk motif unik.
Bagi sebagian siswa kelas 4, ini adalah pengalaman pertama mereka membuat karya seni dengan teknik ecoprint.
Wali kelas 4 SDN Pakopen 2, Bu Sunarti, yang turut mendampingi siswa mengaku bangga dan terharu melihat kreativitas mereka tumbuh.
“Saya merasa senang karena membuat anak-anak lebih kreatif kembali dan membuat saya juga lebih belajar lagi dengan anak-anak serta teman-teman KKN. Ke depannya saya akan mencoba untuk mengembangkannya lagi,” ujar Bu Sunarti.
Ia menambahkan bahwa ecoprint penting dikenalkan sejak dini.
“Membatik tidak selalu harus dengan mengecap atau menggunakan canting. Ecoprint ini lebih praktis dan memanfaatkan bahan alami yang ada di sekitar,” tambahnya.
Koordinator kegiatan, Erta Feriyaningtyas, menjelaskan bahwa ecoprint dipilih sebagai program kerja karena menggabungkan seni, edukasi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami ingin anak-anak belajar bahwa keindahan bisa datang dari alam sekitar. Mereka bisa berkarya tanpa harus membeli bahan mahal,” katanya.
Kegiatan diakhiri dengan pameran mini, menampilkan kain-kain ecoprint karya para siswa.
Setiap anak membawa pulang hasilnya, lengkap dengan cerita seru di balik proses pembuatannya.
Dengan kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap SDN Pakopen 2 dapat terus mengembangkan pembelajaran kreatif berbasis kearifan lokal, sekaligus menanamkan rasa cinta lingkungan pada generasi muda sejak usia sekolah dasar.